Kalau kamu pernah bertanya apa fungsi utama dari flux pada elektroda SMAW, jawabannya bukan satu hal saja. Flux bekerja seperti sistem pelindung sekaligus pengatur proses las, mulai dari melindungi kolam las dari udara sampai membantu membentuk bead yang stabil dan rapi.
Flux juga yang membuat elektroda SMAW bisa dipakai di berbagai kondisi kerja. Termasuk di lapangan, di tempat berangin, atau di posisi sulit. Tanpa flux yang bekerja benar, busur mudah tidak stabil, las keropos, dan slag bisa terjebak di dalam sambungan.
Table of Contents
TogglePendahuluan
Flux pada elektroda SMAW sering dianggap cuma lapisan pembungkus. Padahal, kalau kamu paham apa fungsi utama dari flux pada elektroda SMAW, kamu akan lebih mudah memilih elektroda yang tepat, menyetel parameter dengan benar, dan membaca penyebab cacat las seperti porositas, slag inclusion, spatter berlebih, atau bead yang tidak rapi.
Di lapangan, banyak masalah hasil las bukan karena mesin, tapi karena fungsi flux tidak bekerja optimal. Bisa karena elektroda lembap, teknik salah, atau arus tidak sesuai.
Artikel ini membahas fungsi flux secara praktis, lengkap dengan efeknya ke hasil las dan contoh penerapannya.
Apa Fungsi utama dari flux pada Elektroda SMAW?
Flux adalah lapisan yang menyelimuti inti kawat elektroda. Saat elektroda menyala, flux ikut terbakar dan bereaksi membentuk perlindungan serta kondisi kimia tertentu di sekitar kolam las. Hasil akhirnya adalah pengelasan yang lebih stabil, lebih bersih, dan lebih kuat sesuai desain elektroda.
Di bawah ini fungsi flux yang paling penting dan paling terasa efeknya di hasil las.
1. Gas pelindung kolam las
Saat flux terbakar, ia menghasilkan gas pelindung yang menyelimuti kolam las. Tujuannya adalah mencegah oksigen dan nitrogen dari udara masuk ke logam cair.
Kalau perlindungan gas ini lemah, gejala yang sering muncul adalah porositas atau las keropos. Di lapangan, penyebab gas pelindung gagal biasanya karena:
- arc terlalu panjang sehingga selimut gas tidak rapat
- elektroda lembap yang membuat pembakaran flux tidak stabil
- hembusan angin kuat yang mengganggu area busur
- arus terlalu rendah yang bikin busur sering putus
Contoh aplikatif. Pada pengelasan di area terbuka, menjaga jarak arc yang konsisten sering lebih menentukan daripada menambah ampere besar besaran.
2. Membentuk slag pelindung
Flux juga membentuk slag yaitu lapisan terak yang menutup permukaan bead saat pendinginan. Slag bekerja seperti perisai yang melindungi logam las panas dari kontak langsung dengan udara saat fase kritis.
Selain melindungi, slag membantu membentuk bead yang lebih halus, terutama pada elektroda tertentu yang memang dirancang untuk tampilan rapi.
Catatan praktis yang sering dilupakan. Slag harus dibersihkan di setiap layer. Kalau tidak, slag bisa terjebak dan menjadi slag inclusion yang menurunkan kekuatan sambungan, terutama pada fillet dan joint multi pass.
3. Menstabilkan busur (arc stabilizer)
Flux mengandung bahan yang membantu menjaga busur tetap stabil. Dampaknya langsung terasa pada kemudahan nyala, suara busur lebih halus, dan percikan lebih terkendali.
Kalau busur terasa liar, sering mati nyala, atau spatter berlebihan, penyebabnya bisa kombinasi dari:
- polaritas tidak sesuai tipe elektroda
- arus tidak sesuai diameter
- permukaan benda kerja kotor atau grounding jelek
- elektroda lembap yang mengganggu karakter busur
Insight yang berguna untuk pemula. Busur stabil itu bukan berarti arus harus tinggi. Justru banyak elektroda butuh arus yang pas dan teknik yang konsisten.
Baca juga : Cara las listrik yang benar atau teknik las SMAW
4. Deoksidasi dan pemurnian logam las
Saat logam cair kontak dengan udara, oksidasi bisa terjadi. Flux membantu melalui proses deoksidasi yaitu mengikat oksida dan kontaminan tertentu agar ikut terbawa ke slag, bukan tertinggal di logam las.
Fungsi ini penting saat material tidak benar benar bersih. Misalnya ada sisa mill scale, minyak tipis, atau karat ringan. Walau begitu, jangan jadikan flux sebagai alasan untuk mengelas di atas kotoran. Persiapan permukaan tetap menentukan kualitas.
Tanda fungsi ini tidak berjalan baik sering terlihat dari:
- bead kusam dan pori kecil halus
- permukaan las seperti berpasir
- kekuatan tarik tidak konsisten pada pengujian
5. Menambah unsur paduan (alloying)
Pada elektroda tertentu, flux dirancang untuk menambah unsur paduan ke deposit las. Tujuannya bisa untuk meningkatkan kekuatan, ketangguhan, atau karakter tertentu sesuai kebutuhan aplikasi.
Ini salah satu alasan kenapa dua elektroda yang sama sama terlihat mirip bisa menghasilkan sifat mekanik berbeda. Bukan hanya inti kawatnya, tetapi desain flux dan reaksinya saat pengelasan.
Contoh konteks. Elektroda untuk aplikasi tertentu bisa dirancang agar deposit lebih tangguh pada temperatur rendah, atau lebih tahan retak, tergantung komposisi dan tujuan penggunaannya.
6. Mengatur penetrasi dan bentuk bead
Flux ikut memengaruhi penetrasi dan profil bead. Ada elektroda yang menghasilkan penetrasi lebih dalam, ada yang lebih cocok untuk fill dan capping karena bead lebih lebar dan rapi.
Dampaknya sangat terasa pada:
- sambungan fillet
- root pass
- pengelasan posisi vertikal atau overhead
- material tipis yang rawan tembus
Acuan cepat yang praktis. Kalau pekerjaanmu butuh kontrol penetrasi pada material tipis, bukan cuma ampere yang diatur. Teknik gerak, travel speed, sudut elektroda, dan pemilihan tipe elektroda ikut menentukan.
Baca juga : Cara Memilih Ukuran Kawat Las
7. Menekan hidrogen difusibel (tipe low hydrogen)
Pada elektroda tipe low hydrogen, flux dirancang untuk menekan hidrogen difusibel agar risiko retak akibat hidrogen bisa turun. Ini penting pada material yang lebih tebal, sambungan kritis, atau baja kekuatan lebih tinggi.
Baca juga : Elektroda E7018 low hydrogen
Namun, fungsi ini hanya efektif kalau penanganan elektroda benar. Hal yang paling sering membuat fungsi low hydrogen gagal adalah elektroda menyerap kelembapan karena penyimpanan tidak tepat.
Praktik yang relevan di bengkel dan proyek:
- jaga elektroda tetap kering sesuai prosedur
- hindari elektroda terpapar udara lembap terlalu lama
- gunakan wadah tertutup atau pemanas elektroda bila dibutuhkan
Kalau ada gejala retak halus setelah pendinginan, terutama pada sambungan tebal, salah satu hal pertama yang wajib dicek adalah potensi kelembapan pada elektroda.
Kesimpulan
Flux bukan sekadar pembungkus. Apa fungsi utama dari flux pada elektroda SMAW mencakup perlindungan kolam las, pembentukan slag, stabilisasi busur, deoksidasi, penambahan unsur paduan, pengaturan penetrasi dan bead, hingga penekanan hidrogen untuk elektroda low hydrogen.
Saat kamu paham fungsi ini, kamu bisa memilih elektroda lebih tepat, mengatur parameter lebih cepat, dan mengurangi cacat las yang sering muncul di lapangan.
Kalau kamu butuh kawat las SMAW untuk bengkel, proyek, atau kebutuhan industri, pastikan pilih elektroda yang sesuai material dan posisi kerja agar hasil las stabil dan minim cacat.
Di intanpertiwi.co.id, kamu bisa mendapatkan produk kawat las elektroda SMAW untuk kebutuhan industri.
Kamu bisa cek produk dan konsultasi kebutuhan aplikasi pengelasan melalui halaman kawat las, lalu sampaikan material, ketebalan, posisi, dan target hasil supaya rekomendasinya benar benar presisi.
FAQs Fungsi Flux pada Elektroda SMAW
Apa yang terjadi kalau flux pada elektroda SMAW tidak bekerja baik?
Hasilnya sering berupa porositas, spatter berlebih, busur tidak stabil, slag sulit terkelupas, atau slag inclusion. Penyebab umum adalah elektroda lembap, teknik salah, arus tidak sesuai, atau permukaan benda kerja kotor.
Kenapa las SMAW masih bisa dipakai di lapangan yang berangin?
Karena flux menghasilkan gas pelindung dan slag yang membantu melindungi kolam las dari udara. Walau begitu, angin terlalu kencang tetap bisa mengganggu, jadi kontrol jarak arc dan posisi badan sangat penting.
Apa bedanya fungsi flux elektroda biasa dengan low hydrogen?
Low hydrogen dirancang untuk menekan hidrogen difusibel sehingga risiko retak lebih rendah pada sambungan kritis. Namun manfaatnya bisa hilang kalau elektroda menyerap kelembapan akibat penyimpanan yang buruk.
Apakah flux memengaruhi penetrasi hasil las?
Ya. Desain flux memengaruhi karakter busur dan aliran kolam las sehingga berdampak pada penetrasi dan bentuk bead. Karena itu pemilihan tipe elektroda harus sesuai kebutuhan root, fill, atau capping.
Kenapa slag kadang sulit dibersihkan?
Biasanya karena arus tidak sesuai, teknik travel speed kurang tepat, sudut elektroda salah, atau ada kontaminasi. Pada beberapa elektroda tertentu, slag memang lebih melekat jika parameter tidak pas, sehingga perlu penyesuaian kecil pada arus dan teknik.






