Differences Between NC-36 and NC-36L: Functions and Applications

Perbedaan NC-36 dan NC-36L sebagai elektroda las stainless steel

Perbedaan NC-36 dan NC-36L penting dipahami sebelum memilih elektroda las untuk pekerjaan stainless steel. Keduanya sama-sama digunakan untuk pengelasan stainless steel berbasis 316, tetapi memiliki perbedaan pada klasifikasi AWS, kadar karbon, material yang dilas, serta ketahanan terhadap risiko korosi setelah proses pengelasan. Dalam pekerjaan fabrikasi, manufaktur, maintenance, tangki, pipa, hingga komponen industri berbahan stainless steel, pemilihan elektroda yang tepat sangat berpengaruh terhadap kualitas sambungan las. Kesalahan memilih kawat las dapat menyebabkan hasil las kurang optimal, terutama pada aplikasi yang menuntut ketahanan korosi lebih tinggi. Secara umum, NC-36 digunakan untuk stainless steel tipe 316, sedangkan NC-36L digunakan untuk stainless steel tipe 316L yang membutuhkan deposit las dengan kadar karbon lebih rendah. Untuk kebutuhan pengelasan stainless lainnya, Anda juga dapat mengenal berbagai pilihan kawat las untuk stainless steel sesuai jenis material dan aplikasi pekerjaan. Apa Itu NC-36? NC-36 adalah elektroda las stainless steel dengan klasifikasi AWS A5.4 E316-16. Elektroda ini digunakan untuk pengelasan stainless steel tipe 316 yang membutuhkan hasil las dengan ketahanan korosi baik, terutama pada lingkungan kerja yang berhubungan dengan kelembapan, bahan kimia ringan, maupun kebutuhan industri umum. NC-36 termasuk jenis elektroda SMAW atau stick electrode. Jenis ini banyak digunakan dalam pekerjaan fabrikasi dan perbaikan karena praktis, fleksibel, serta dapat digunakan pada berbagai kebutuhan pengelasan stainless steel. Apa Itu NC-36L? NC-36L adalah elektroda las stainless steel dengan klasifikasi AWS A5.4 E316L-16. Huruf “L” pada NC-36L menunjukkan low carbon atau karbon rendah. Artinya, elektroda ini dirancang untuk menghasilkan deposit las dengan kadar karbon lebih rendah dibandingkan tipe E316 biasa. Karena memiliki kandungan karbon lebih rendah, NC-36L lebih cocok digunakan untuk stainless steel tipe 316L atau aplikasi yang membutuhkan ketahanan lebih baik terhadap risiko intergranular corrosion setelah pengelasan. Jenis ini banyak dipilih untuk pekerjaan yang membutuhkan kualitas sambungan lebih stabil pada lingkungan korosif. Perbedaan NC-36 dan NC-36L 1. Perbedaan Klasifikasi AWS Perbedaan pertama antara NC-36 dan NC-36L terletak pada klasifikasi AWS. NC-36 memiliki klasifikasi AWS A5.4 E316-16, sedangkan NC-36L memiliki klasifikasi AWS A5.4 E316L-16. Kode “E316” menunjukkan elektroda stainless steel tipe 316, sementara “E316L” menunjukkan tipe 316L dengan kandungan karbon lebih rendah. Pada NC-36L, huruf “L” menjadi penanda utama bahwa elektroda ini termasuk low carbon. Perbedaan ini penting karena kandungan karbon berpengaruh terhadap ketahanan hasil las, terutama pada aplikasi yang berisiko mengalami sensitization atau intergranular corrosion. 2. Perbedaan Material yang Dilas NC-36 digunakan untuk pengelasan stainless steel tipe 316. Material ini umum digunakan pada berbagai pekerjaan industri karena memiliki ketahanan korosi yang baik berkat kandungan chromium, nickel, dan molybdenum. Sementara itu, NC-36L digunakan untuk pengelasan stainless steel tipe 316L. Stainless steel 316L memiliki kandungan karbon lebih rendah dibandingkan 316 biasa, sehingga lebih sesuai untuk pekerjaan yang membutuhkan ketahanan korosi lebih tinggi setelah proses pengelasan. Dengan kata lain, jika material yang dilas adalah stainless steel 316, NC-36 dapat menjadi pilihan yang sesuai. Namun, jika material yang digunakan adalah stainless steel 316L atau pekerjaan membutuhkan deposit las low carbon, NC-36L lebih direkomendasikan. 3. Perbedaan Kandungan Karbon Perbedaan kandungan karbon menjadi salah satu faktor paling penting dalam membedakan NC-36 dan NC-36L. NC-36 memiliki kandungan karbon contoh sekitar 0,04% dengan batas jaminan hingga ≤0,08%. Sementara itu, NC-36L memiliki kandungan karbon lebih rendah, sekitar 0,03% dengan batas jaminan ≤0,04%. Kandungan karbon yang lebih rendah pada NC-36L membantu mengurangi risiko terbentuknya chromium carbide pada area las. Hal ini penting karena chromium carbide dapat menurunkan ketahanan korosi stainless steel, terutama pada area sekitar sambungan las yang terkena panas. 4. Perbedaan Ketahanan Korosi NC-36 sudah memiliki ketahanan korosi yang baik untuk pengelasan stainless steel 316. Elektroda ini cocok untuk banyak kebutuhan industri umum yang menggunakan material stainless steel dan membutuhkan hasil las kuat serta tahan terhadap lingkungan korosif ringan hingga sedang. Namun, NC-36L memiliki keunggulan pada aplikasi yang membutuhkan ketahanan lebih baik terhadap intergranular corrosion. Karena kandungan karbonnya lebih rendah, NC-36L dapat membantu mengurangi risiko sensitization setelah pengelasan. Hal ini membuat NC-36L lebih tepat digunakan pada pekerjaan stainless steel yang berhubungan dengan lingkungan korosif, suhu kerja tertentu, atau aplikasi yang membutuhkan performa sambungan lebih stabil dalam jangka panjang. 5. Perbedaan Aplikasi NC-36 cocok digunakan untuk pekerjaan stainless steel 316 secara umum. Contohnya adalah fabrikasi, manufaktur, perbaikan komponen stainless, konstruksi ringan hingga menengah, serta kebutuhan maintenance industri. NC-36L lebih tepat digunakan untuk stainless steel 316L, terutama pada aplikasi yang menuntut ketahanan korosi lebih tinggi. Elektroda ini dapat digunakan pada pekerjaan tangki stainless, pipa stainless, peralatan industri kimia, komponen di lingkungan marine, dan pekerjaan lain yang membutuhkan deposit las low carbon. Jika pekerjaan Anda membutuhkan pilihan kawat las elektroda untuk material stainless steel, pemilihan antara NC-36 dan NC-36L sebaiknya disesuaikan dengan tipe material, kondisi lingkungan kerja, dan standar kualitas sambungan yang dibutuhkan. Fungsi NC-36 dan NC-36L dalam Pengelasan Stainless Steel Fungsi utama NC-36 adalah membantu proses pengelasan stainless steel 316 agar menghasilkan sambungan yang kuat, stabil, dan memiliki ketahanan korosi baik. Elektroda ini cocok digunakan ketika material yang dilas adalah stainless steel 316 dan tidak membutuhkan persyaratan karbon rendah secara khusus. Sementara itu, fungsi utama NC-36L adalah untuk pengelasan stainless steel 316L atau pekerjaan yang membutuhkan hasil las dengan kandungan karbon rendah. NC-36L membantu menjaga ketahanan korosi pada area las, terutama pada aplikasi yang berisiko mengalami intergranular corrosion setelah proses pengelasan. Kapan Harus Menggunakan NC-36? Gunakan NC-36 ketika material yang dilas adalah stainless steel tipe 316 dan pekerjaan tidak secara khusus mensyaratkan deposit las low carbon. Elektroda ini cocok untuk pekerjaan stainless steel umum yang membutuhkan hasil las dengan ketahanan korosi baik. NC-36 juga dapat menjadi pilihan untuk fabrikasi, maintenance, dan pekerjaan industri yang menggunakan stainless steel 316 pada lingkungan kerja normal hingga korosif sedang. Kapan Harus Menggunakan NC-36L? Gunakan NC-36L ketika material yang dilas adalah stainless steel tipe 316L atau ketika pekerjaan membutuhkan ketahanan lebih baik terhadap risiko intergranular corrosion. NC-36L lebih sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan deposit las low carbon. NC-36L juga lebih direkomendasikan untuk pekerjaan stainless steel pada lingkungan yang lebih korosif, seperti industri kimia, area marine, tangki, pipa, dan peralatan yang membutuhkan ketahanan korosi lebih tinggi setelah pengelasan. Kesimpulan Perbedaan utama NC-36 dan NC-36L terletak pada klasifikasi, jenis material stainless steel yang dilas, kandungan karbon, ketahanan korosi,

Causes of Cracking in Welds and How to Prevent Them

penyebab retak pada hasil las

Salah satu penyebab retak pada hasil las adalah kombinasi antara tegangan, pendinginan yang tidak terkontrol, kandungan hidrogen, dan prosedur pengelasan yang kurang tepat. Retak pada hasil las termasuk cacat pengelasan yang paling serius. Berbeda dengan cacat visual ringan, retak dapat menjadi titik awal kerusakan karena ujung retakan bersifat tajam dan mudah menjadi pusat konsentrasi tegangan. Jika sambungan las menerima beban, getaran, tekanan, atau perubahan suhu, retakan dapat merambat dan menurunkan kekuatan struktur. Dalam banyak pekerjaan fabrikasi, konstruksi, pressure vessel, piping, hingga maintenance industri, retak pada hasil las umumnya tidak diperbolehkan. Karena itu, cacat ini harus dicegah sejak awal melalui pemilihan material, consumable, parameter, dan prosedur pengelasan yang tepat. Apa Itu Retak pada Hasil Las? Retak pada hasil las adalah kondisi ketika terjadi pecahan atau celah pada logam las, area HAZ, atau base metal di sekitar sambungan. Retak bisa muncul saat proses pengelasan berlangsung, ketika logam las mulai membeku, atau beberapa waktu setelah pengelasan selesai. Secara umum, retak pada las dapat terjadi karena kombinasi antara tegangan, struktur logam yang rapuh, hidrogen, kontaminasi, pendinginan cepat, dan prosedur pengelasan yang tidak sesuai. Inilah sebabnya retak tidak boleh hanya dilihat sebagai masalah tampilan, tetapi sebagai tanda bahwa sambungan las berpotensi tidak aman. Penyebab Retak pada Hasil Las 1. Hidrogen Berlebih pada Area Las Salah satu penyebab retak pada hasil las adalah kandungan hidrogen yang terlalu tinggi. Hidrogen bisa berasal dari elektroda yang lembap, flux yang tidak tersimpan dengan baik, permukaan material yang kotor, oli, karat, cat, air, atau kelembapan di area kerja. Pada baja tertentu, hidrogen dapat memicu cold cracking atau hydrogen cracking, terutama setelah hasil las mulai dingin. Risiko ini lebih besar pada baja karbon, baja paduan, material tebal, atau sambungan dengan tingkat kekakuan tinggi. 2. Pendinginan Terlalu Cepat Pendinginan yang terlalu cepat dapat membuat area HAZ menjadi keras dan rapuh. Kondisi ini sering terjadi pada material tebal, baja karbon tinggi, baja paduan, atau pekerjaan dengan heat input terlalu rendah. Jika area las menjadi terlalu keras, sambungan akan lebih mudah mengalami retak dingin. Karena itu, kontrol suhu seperti preheat dan interpass temperature sangat penting pada pekerjaan pengelasan tertentu. 3. Tegangan Sisa dan Sambungan Terlalu Kaku Saat logam las membeku, material akan mengalami penyusutan. Jika sambungan terlalu kaku dan tidak memiliki ruang untuk bergerak, tegangan sisa akan meningkat. Tegangan inilah yang dapat memicu retak, terutama pada sambungan tebal, sambungan kompleks, atau struktur dengan banyak titik pengelasan. 4. Pemilihan Kawat Las atau Elektroda Tidak Sesuai Pemilihan kawat las atau elektroda yang tidak sesuai dengan base metal dapat menyebabkan logam las menjadi terlalu keras, terlalu rapuh, atau tidak cocok dengan kekuatan material utama. Akibatnya, sambungan lebih rentan mengalami retak saat menerima beban. Consumable harus dipilih berdasarkan jenis material, kekuatan tarik, ketebalan, posisi pengelasan, kondisi kerja, dan kebutuhan aplikasi. 5. Kandungan Unsur Pengotor pada Material Unsur seperti sulfur dan fosfor dapat meningkatkan risiko solidification cracking atau hot crack. Retak jenis ini biasanya terjadi saat logam las sedang membeku. Risiko akan semakin tinggi jika komposisi material tidak sesuai, parameter pengelasan salah, atau bentuk bead terlalu ekstrem. 6. Parameter Pengelasan Tidak Tepat Arus, voltase, travel speed, heat input, polaritas, dan ukuran bead yang tidak sesuai dapat menyebabkan bentuk las menjadi terlalu sempit, terlalu dalam, kurang fusi, atau menghasilkan tegangan penyusutan berlebih. Parameter yang terlalu rendah dapat menyebabkan kurang penetrasi dan pendinginan cepat. Sementara parameter yang terlalu tinggi dapat membuat input panas berlebihan dan mengganggu struktur logam las. Keduanya sama-sama dapat meningkatkan risiko retak. 7. Desain Sambungan Kurang Tepat Desain sambungan juga berpengaruh terhadap risiko retak. Sambungan tipe T, corner joint, cruciform joint, atau full penetration pada plat tebal dapat meningkatkan tegangan pada area tertentu. Pada beberapa kasus, desain sambungan yang kurang tepat dapat memicu lamellar tearing, terutama ketika tegangan bekerja searah ketebalan plat. Karena itu, desain joint harus disesuaikan dengan jenis material, ketebalan, arah beban, dan prosedur pengelasan. 8. Persiapan Material Kurang Bersih Permukaan material yang masih mengandung karat, minyak, air, cat, grease, atau kotoran dapat mengganggu kualitas logam las. Kontaminan ini juga bisa menjadi sumber hidrogen dan gas yang berpotensi menimbulkan cacat las. Pembersihan material sebelum pengelasan adalah langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk mencegah retak dan cacat lainnya. 9. Tidak Mengikuti WPS WPS atau Welding Procedure Specification adalah panduan teknis yang mengatur proses pengelasan agar hasilnya konsisten dan aman. Tanpa WPS, welder bisa salah memilih ampere, elektroda, preheat, interpass temperature, urutan pengelasan, atau metode pendinginan. Kesalahan kecil pada prosedur bisa berdampak besar terhadap kualitas sambungan, terutama pada pekerjaan yang membutuhkan standar tinggi. Cara Mencegah Retak pada Hasil Las 1. Gunakan Elektroda atau Kawat Las yang Sesuai Pilih consumable berdasarkan jenis material, kekuatan tarik, ketebalan, posisi pengelasan, dan kebutuhan aplikasi. Jangan hanya memilih kawat las berdasarkan diameter atau harga, karena setiap jenis elektroda memiliki karakteristik penggunaan yang berbeda. 2. Gunakan Consumable Low Hydrogen Untuk baja karbon, baja tebal, struktur berat, atau sambungan yang sensitif terhadap retak, gunakan elektroda low hydrogen. Consumable jenis ini membantu mengurangi risiko hydrogen cracking jika digunakan dan disimpan sesuai prosedur. 3. Simpan dan Keringkan Elektroda dengan Benar Elektroda yang lembap dapat meningkatkan kadar hidrogen pada area las. Karena itu, simpan elektroda di tempat kering dan lakukan redrying sesuai rekomendasi pabrik jika diperlukan. Langkah ini sangat penting untuk elektroda low hydrogen. 4. Bersihkan Material Sebelum Pengelasan Sebelum proses pengelasan dimulai, pastikan area sambungan bebas dari karat, oli, cat, air, grease, dan kotoran lain. Material yang bersih membantu menghasilkan busur lebih stabil, penetrasi lebih baik, dan risiko cacat yang lebih rendah. 5. Lakukan Preheat Jika Diperlukan Preheat membantu memperlambat laju pendinginan, mengurangi kekerasan pada area HAZ, dan memberi waktu bagi hidrogen untuk keluar dari area las. Preheat biasanya diperlukan pada material tebal, baja karbon tinggi, baja paduan, atau sambungan dengan risiko retak tinggi. 6. Kontrol Interpass Temperature Pada pengelasan multi-pass, suhu antar layer harus dijaga agar tetap sesuai prosedur. Interpass temperature yang terlalu rendah dapat mempercepat pendinginan, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dapat memengaruhi struktur logam las. 7. Atur Parameter Las dengan Benar Sesuaikan ampere, voltase, travel speed, diameter elektroda atau kawat, polaritas, dan heat input berdasarkan WPS atau rekomendasi teknis. Parameter yang tepat membantu

Happy Islamic New Year 1448 Hijri

Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi ucapan penuh makna bagi umat Islam yang memperingati 1 Muharram 1448 H pada tanggal 16 Juni 2026. Momentum ini mengajak kita untuk kembali merenungkan perjalanan yang telah dilalui, memperbaiki diri, serta menumbuhkan semangat baru dalam menjalani kehidupan dengan lebih baik. Peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi pengingat tentang pentingnya hijrah menuju kebaikan. Nilai keteguhan, kesabaran, dan keikhlasan menjadi bagian penting dalam setiap langkah perubahan yang ingin dicapai. Bagi PT Intan Pertiwi Industri, semangat Tahun Baru Islam menjadi inspirasi untuk terus menjaga integritas, tanggung jawab, dan kepercayaan dalam setiap proses kerja. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan industri melalui produk kawat las berkualitas dan pelayanan yang dapat diandalkan. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan penyediaan kawat las elektroda untuk berbagai kebutuhan industri, PT Intan Pertiwi Industri percaya bahwa kemajuan yang berkelanjutan dibangun melalui kerja keras, ketekunan, serta kolaborasi yang baik dengan pelanggan, mitra, dan seluruh pihak terkait. Keluarga besar PT Intan Pertiwi Industri mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga tahun baru ini membawa keberkahan, kedamaian, dan semangat baru untuk terus berkarya serta memberikan manfaat bagi sesama.

What Is Slag Inclusion in Welding? Causes and Solutions

apa itu slag inclusion dalam pengelasan

Dalam proses pengelasan, kualitas sambungan tidak hanya ditentukan oleh tampilan luar hasil las, tetapi juga oleh kondisi bagian dalam logam las. Salah satu cacat las yang sering menjadi perhatian adalah slag inclusion atau inklusi terak. Cacat ini dapat memengaruhi kekuatan sambungan dan menurunkan kualitas hasil pengelasan jika tidak dicegah dengan benar. Pengertian Slag Inclusion Slag inclusion adalah cacat las yang terjadi ketika terak atau slag terjebak di dalam logam las. Slag sendiri berasal dari lapisan flux pada elektroda atau bahan tambah tertentu yang berfungsi melindungi area las dari kontaminasi udara selama proses pengelasan. Dalam kondisi normal, slag akan naik ke permukaan dan dibersihkan setelah pengelasan selesai. Namun, jika teknik pengelasan kurang tepat, slag dapat tertinggal di antara lapisan las atau di dalam sambungan. Kondisi inilah yang kemudian disebut sebagai slag inclusion. Penyebab Slag Inclusion Penyebab slag inclusion cukup beragam, mulai dari pembersihan slag yang tidak maksimal antar layer, sudut elektroda yang kurang tepat, arus pengelasan terlalu rendah, kecepatan pengelasan tidak sesuai, hingga bentuk kampuh yang terlalu sempit. Pada pengelasan multi-pass, risiko slag inclusion biasanya lebih besar apabila setiap lapisan las tidak dibersihkan dengan baik sebelum lapisan berikutnya dilakukan. Selain itu, teknik ayunan elektroda yang tidak stabil juga dapat membuat slag tertinggal di dalam jalur las. Cara Mencegah Inklusi Terak Bersihkan slag atau terak secara menyeluruh setelah setiap jalur pengelasan. Pastikan pembersihan antar layer dilakukan dengan baik, terutama pada pengelasan multi-pass. Gunakan arus pengelasan yang sesuai dengan jenis dan diameter elektroda. Jaga sudut elektroda agar tetap stabil selama proses pengelasan. Atur kecepatan gerak pengelasan agar tidak terlalu cepat atau terlalu lambat. Pastikan desain sambungan atau kampuh memiliki ruang yang cukup untuk penetrasi dan aliran logam las. Gunakan elektroda las yang sesuai dengan material dan kebutuhan pekerjaan. Ikuti prosedur pengelasan yang benar, termasuk pengaturan arus, posisi las, dan parameter kerja sesuai standar. Dampak terhadap Konstruksi Mengurangi kekuatan sambungan las. Menurunkan ketahanan sambungan terhadap beban kerja. Berpotensi menjadi titik awal retak pada material. Mengurangi keandalan struktur baja, pipa, tangki, platform kerja, peralatan pabrik, dan komponen mesin. Meningkatkan risiko kegagalan sambungan jika digunakan pada pekerjaan konstruksi atau fabrikasi berat. Membuat hasil pengelasan tidak memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan dalam pekerjaan industri. Cara Memperbaiki Inklusi Terak Identifikasi area las yang mengalami slag inclusion. Hilangkan bagian las yang cacat melalui proses grinding atau gouging sesuai prosedur kerja. Bersihkan area cacat hingga terlihat logam dasar atau logam las yang sehat. Pastikan area bebas dari slag, oksida, minyak, debu, atau kontaminan lain. Lakukan pengelasan ulang dengan parameter yang lebih tepat. Sesuaikan arus, sudut elektroda, kecepatan gerak, dan teknik pengelasan agar cacat tidak terulang. Jika pekerjaan mengikuti standar tertentu, lakukan perbaikan berdasarkan WPS dan prosedur inspeksi kualitas yang berlaku. Rekomendasi Kawat Las SMAW Untuk proses pengelasan SMAW, pemilihan kawat las atau elektroda menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung hasil las yang baik. Elektroda yang sesuai dapat membantu menghasilkan busur yang stabil, slag yang lebih mudah dibersihkan, serta deposit las yang konsisten. Sebagai produsen kawat las KOBELCO di Indonesia, PT Intan Pertiwi Industri menghadirkan produk kawat las untuk mendukung berbagai kebutuhan pengelasan industri. Dengan pemilihan elektroda yang tepat, teknik pengelasan yang benar, dan prosedur kerja yang baik, risiko cacat seperti slag inclusion dapat diminimalkan sehingga hasil pengelasan menjadi lebih kuat, rapi, dan andal. Kesimpulan Slag inclusion adalah cacat las akibat terjebaknya slag di dalam logam las. Cacat ini umumnya dapat dicegah melalui pembersihan antar layer, pengaturan parameter las yang tepat, teknik pengelasan yang benar, serta penggunaan elektroda berkualitas. Untuk kebutuhan pengelasan industri, PT Intan Pertiwi Industri menyediakan kawat las KOBELCO sebagai solusi pendukung hasil las yang konsisten dan berkualitas. FAQs Apa itu slag inclusion dalam pengelasan? Slag inclusion adalah cacat las yang terjadi ketika slag atau terak terjebak di dalam logam las dan tidak keluar ke permukaan setelah proses pengelasan. Kondisi ini biasanya terjadi pada proses pengelasan yang menggunakan flux, seperti SMAW. Jika tidak dicegah, slag inclusion dapat menurunkan kualitas sambungan dan menjadi titik lemah pada hasil pengelasan. Apa penyebab slag inclusion? Penyebab slag inclusion dapat berasal dari beberapa faktor, seperti pembersihan slag yang kurang bersih antar layer, arus pengelasan terlalu rendah, sudut elektroda kurang tepat, kecepatan pengelasan tidak sesuai, dan bentuk kampuh yang terlalu sempit. Pada pengelasan multi-pass, risiko ini semakin besar jika setiap lapisan las tidak dibersihkan dengan benar sebelum pengelasan berikutnya dilakukan. Apakah slag inclusion berbahaya? Ya, slag inclusion berbahaya karena dapat mengurangi kekuatan sambungan las dan membuat hasil pengelasan tidak memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan. Cacat ini dapat menjadi titik lemah pada material, terutama jika sambungan digunakan pada konstruksi, pipa, tangki, atau komponen industri yang menerima beban tinggi dan membutuhkan keandalan jangka panjang. Bagaimana cara mencegah slag inclusion? Cara mencegah slag inclusion adalah dengan membersihkan slag secara menyeluruh setelah setiap jalur las, menggunakan arus pengelasan yang sesuai, menjaga sudut elektroda tetap stabil, serta mengatur kecepatan pengelasan dengan tepat. Selain itu, pemilihan elektroda las yang sesuai dan penerapan prosedur pengelasan yang benar juga penting untuk menghasilkan sambungan yang kuat dan bersih. Slag inclusion adalah cacat las yang terjadi ketika slag atau terak terjebak di dalam logam las dan tidak keluar ke permukaan setelah proses pengelasan. Kondisi ini biasanya terjadi pada proses pengelasan yang menggunakan flux, seperti SMAW. Jika tidak dicegah, slag inclusion dapat menurunkan kualitas sambungan dan menjadi titik lemah pada hasil pengelasan. Penyebab slag inclusion dapat berasal dari beberapa faktor, seperti pembersihan slag yang kurang bersih antar layer, arus pengelasan terlalu rendah, sudut elektroda kurang tepat, kecepatan pengelasan tidak sesuai, dan bentuk kampuh yang terlalu sempit. Pada pengelasan multi-pass, risiko ini semakin besar jika setiap lapisan las tidak dibersihkan dengan benar sebelum pengelasan berikutnya dilakukan. Ya, slag inclusion berbahaya karena dapat mengurangi kekuatan sambungan las dan membuat hasil pengelasan tidak memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan. Cacat ini dapat menjadi titik lemah pada material, terutama jika sambungan digunakan pada konstruksi, pipa, tangki, atau komponen industri yang menerima beban tinggi dan membutuhkan keandalan jangka panjang. Cara mencegah slag inclusion adalah dengan membersihkan slag secara menyeluruh setelah setiap jalur las, menggunakan arus pengelasan yang sesuai, menjaga sudut elektroda tetap stabil, serta mengatur kecepatan pengelasan dengan tepat. Selain

What is Welding WPS: Definition and Function

apa itu wps pengelasan

Dalam pekerjaan industri, WPS pengelasan menjadi salah satu dokumen penting untuk memastikan proses las dilakukan secara terarah dan sesuai standar. Kualitas sambungan las tidak hanya ditentukan oleh keterampilan welder, tetapi juga oleh banyak faktor teknis, mulai dari jenis material, proses las, elektroda yang digunakan, arus, tegangan, posisi pengelasan, hingga perlakuan panas sebelum atau setelah pengelasan. Agar semua faktor tersebut dapat dikendalikan dengan baik, dibutuhkan dokumen panduan yang jelas. Dokumen inilah yang dikenal sebagai WPS pengelasan. Bagi welder, QC, welding inspector, engineer, supervisor, maupun perusahaan fabrikasi, memahami WPS sangat penting. WPS membantu memastikan proses pengelasan dilakukan secara konsisten, terukur, dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan. Tanpa prosedur yang jelas, hasil pengelasan bisa berbeda-beda, bahkan berisiko menimbulkan cacat las yang dapat memengaruhi kekuatan sambungan. Artikel ini akan membahas apa itu WPS pengelasan, fungsi, isi dokumen, cara membuatnya, serta hubungannya dengan pemilihan kawat las dalam pekerjaan industri. Apa Itu WPS Pengelasan? WPS pengelasan adalah singkatan dari Welding Procedure Specification, yaitu dokumen tertulis yang berisi panduan teknis tentang bagaimana proses pengelasan harus dilakukan. Secara sederhana, WPS dapat dipahami sebagai “resep kerja” dalam pengelasan. Di dalamnya terdapat informasi penting mengenai material yang dilas, proses pengelasan, jenis elektroda atau filler metal, posisi pengelasan, parameter arus dan tegangan, suhu preheat, interpass temperature, hingga ketentuan perlakuan panas jika diperlukan. Tujuan utama WPS adalah memastikan proses pengelasan dilakukan dengan cara yang benar dan menghasilkan sambungan las yang memenuhi standar kualitas. Dengan adanya WPS, welder tidak bekerja berdasarkan perkiraan, tetapi mengikuti parameter yang sudah ditentukan. Dalam pekerjaan industri, WPS biasanya digunakan pada proyek yang membutuhkan tingkat keandalan tinggi, seperti konstruksi baja, jembatan, pipa, pressure vessel, manufaktur, perkapalan, alat berat, dan berbagai pekerjaan fabrikasi lainnya. Kepanjangan WPS Welding Kepanjangan WPS welding adalah Welding Procedure Specification. Jika diterjemahkan secara bebas, Welding Procedure Specification berarti spesifikasi prosedur pengelasan. Dokumen ini menjelaskan prosedur yang harus diikuti agar hasil pengelasan sesuai dengan kebutuhan desain, standar proyek, dan persyaratan mutu. Istilah WPS sering digunakan bersama dengan beberapa dokumen lain seperti PQR dan WPQ. Ketiganya saling berkaitan, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. WPS menjelaskan bagaimana pengelasan dilakukan, PQR membuktikan bahwa prosedur tersebut sudah diuji, sedangkan WPQ menunjukkan bahwa welder memiliki kemampuan untuk melakukan pengelasan sesuai prosedur yang ditentukan. Fungsi WPS dalam Pengelasan WPS memiliki peran penting dalam menjaga kualitas proses dan hasil pengelasan. Dokumen ini tidak hanya berguna untuk welder, tetapi juga untuk tim QC, welding inspector, engineer, dan pihak manajemen proyek. Berikut beberapa fungsi WPS dalam pengelasan. Menjadi Panduan Teknis untuk Welder Fungsi utama WPS adalah memberikan panduan teknis kepada welder sebelum dan selama proses pengelasan dilakukan. Melalui WPS, welder dapat mengetahui proses las yang harus digunakan, jenis elektroda yang sesuai, ukuran elektroda, range arus, polaritas, posisi las, jumlah layer, teknik pengelasan, hingga ketentuan suhu kerja. Dengan begitu, welder memiliki acuan yang jelas dan tidak bekerja berdasarkan kebiasaan pribadi semata. Panduan ini sangat penting terutama pada pekerjaan yang melibatkan banyak welder. Tanpa WPS, setiap welder bisa menggunakan parameter yang berbeda, sehingga hasil las menjadi tidak konsisten. Menjaga Konsistensi Hasil Las Dalam industri, hasil pengelasan harus konsisten. Sambungan las pada satu titik tidak boleh memiliki kualitas yang jauh berbeda dengan sambungan pada titik lainnya, terutama jika berada dalam satu proyek atau struktur yang sama. WPS membantu menjaga konsistensi tersebut. Dengan parameter yang sudah ditentukan, proses pengelasan dapat dilakukan secara berulang dengan standar yang sama. Hal ini sangat penting pada pekerjaan produksi, fabrikasi massal, konstruksi baja, dan proyek-proyek yang memiliki persyaratan mutu ketat. Konsistensi hasil las juga memudahkan proses inspeksi karena setiap sambungan dapat dibandingkan dengan acuan prosedur yang sama. Membantu Kontrol Kualitas dan Pemeriksaan WPS juga berfungsi sebagai dokumen kontrol kualitas. Tim QC atau welding inspector dapat menggunakan WPS sebagai acuan saat memeriksa proses pengelasan di lapangan. Misalnya, inspector dapat mengecek apakah welder menggunakan elektroda yang sesuai, apakah arus berada dalam range yang diizinkan, apakah preheat dilakukan sesuai ketentuan, dan apakah posisi pengelasan sesuai dengan prosedur. Jika ditemukan penyimpangan dari WPS, tindakan koreksi dapat dilakukan lebih cepat sebelum masalah berkembang menjadi cacat las yang lebih serius. Mengurangi Risiko Cacat Las Cacat las seperti porosity, undercut, lack of fusion, crack, slag inclusion, atau incomplete penetration sering kali terjadi karena parameter pengelasan yang tidak tepat. WPS membantu mengurangi risiko tersebut dengan mengatur variabel penting dalam proses pengelasan. Ketika jenis elektroda, arus, tegangan, kecepatan gerak, suhu preheat, dan teknik pengelasan dikontrol dengan baik, peluang terjadinya cacat las dapat ditekan. Namun, WPS tetap harus didukung oleh keterampilan welder, kondisi material yang baik, peralatan yang sesuai, serta pemilihan kawat las yang tepat. Isi atau Komponen dalam WPS Pengelasan Isi WPS dapat berbeda tergantung standar, jenis proyek, material, dan proses pengelasan yang digunakan. Namun secara umum, WPS biasanya memuat beberapa komponen penting berikut. Data Material yang Dilas WPS harus mencantumkan material dasar atau base metal yang akan dilas. Informasi ini bisa mencakup jenis material, grade material, ketebalan, diameter pipa jika berlaku, serta kelompok material sesuai standar yang digunakan. Data material sangat penting karena setiap jenis material memiliki karakteristik berbeda. Baja karbon, baja paduan, stainless steel, dan besi cor membutuhkan pendekatan pengelasan yang berbeda. Material dengan kekuatan tinggi atau kandungan karbon tertentu, misalnya, mungkin membutuhkan preheat untuk mengurangi risiko retak. Proses Pengelasan yang Digunakan WPS juga mencantumkan proses pengelasan yang digunakan. Beberapa proses las yang umum digunakan antara lain SMAW, GMAW, GTAW, FCAW, dan SAW. Untuk pekerjaan yang menggunakan kawat las elektroda manual, proses yang sering digunakan adalah SMAW atau Shielded Metal Arc Welding. Proses ini banyak dipakai pada pekerjaan konstruksi, maintenance, fabrikasi, dan perbaikan karena fleksibel dan dapat digunakan di berbagai kondisi lapangan. Pemilihan proses las harus disesuaikan dengan kebutuhan proyek, jenis material, posisi kerja, produktivitas, serta standar kualitas yang ingin dicapai. Jenis Elektroda atau Filler Metal Elektroda atau filler metal adalah salah satu komponen penting dalam WPS. Dokumen WPS biasanya mencantumkan klasifikasi elektroda, ukuran diameter, merek atau tipe jika diperlukan, serta standar yang mengacu pada elektroda tersebut. Pemilihan elektroda tidak boleh dilakukan sembarangan. Elektroda harus sesuai dengan material dasar, posisi pengelasan, kekuatan sambungan yang dibutuhkan, serta kondisi kerja di lapangan. Pada aplikasi tertentu, pemilihan elektroda low hydrogen menjadi penting untuk mengurangi

Happy Pancasila Day, June 1, 2026

Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Pada tanggal 1 Juni 2026, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk mengingat kembali dasar negara yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila bukan hanya simbol persatuan, tetapi juga nilai luhur yang mengajarkan gotong royong, keadilan, persatuan, dan tanggung jawab dalam membangun Indonesia. Bagi PT Intan Pertiwi Industri, semangat Pancasila menjadi pengingat penting bahwa kemajuan industri tidak hanya dibangun melalui teknologi, kualitas produk, dan kerja keras, tetapi juga melalui nilai kebersamaan, integritas, serta komitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa. Dalam setiap proses kerja, nilai-nilai tersebut menjadi dasar untuk terus menjaga kepercayaan pelanggan, mitra, dan seluruh pihak yang mendukung perkembangan industri nasional. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan penyediaan kawat las elektroda berkualitas untuk kebutuhan industri, PT Intan Pertiwi Industri percaya bahwa persatuan dan kerja sama adalah fondasi penting dalam menghadapi tantangan masa depan. Dengan semangat Pancasila, mari terus berkarya, memperkuat kolaborasi, dan mendukung kemajuan industri Indonesia secara berkelanjutan. Keluarga besar PT Intan Pertiwi Industri mengucapkan Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Mari jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai inspirasi untuk terus bekerja, bersatu, dan berkontribusi bagi Indonesia.

Happy Vesak Day 2570 BE, 2026

Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026

Pada tanggal 31 Mei 2026, umat Buddha di Indonesia memperingati Hari Raya Waisak 2570 BE. Peringatan ini menjadi momen penting untuk merenungkan nilai-nilai kedamaian, kebijaksanaan, ketulusan, dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Puncak peringatan Waisak 2026 juga dilaksanakan pada 31 Mei 2026 melalui kegiatan Puja Bhakti di vihara, cetiya, sekolah, dan candi Buddha di seluruh Indonesia. Bagi PT Intan Pertiwi Industri, momentum Waisak menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak hanya dibangun melalui kerja keras, teknologi, dan kualitas produk, tetapi juga melalui sikap saling menghormati, menjaga keharmonisan, serta menjalankan tanggung jawab dengan penuh ketulusan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat perusahaan dalam terus mendukung kebutuhan industri melalui produk kawat las yang berkualitas dan dapat diandalkan. Di tengah dinamika dunia industri yang terus berkembang, kedamaian dan kebijaksanaan menjadi bekal penting dalam membangun kerja sama yang kuat antara perusahaan, pelanggan, mitra, dan seluruh pihak yang berperan dalam kemajuan bersama. Dengan semangat Waisak, mari kita terus menjaga hubungan yang harmonis, bekerja dengan integritas, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Keluarga besar PT Intan Pertiwi Industri mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026. Semoga kedamaian, kebahagiaan, dan kebijaksanaan senantiasa menyertai kita semua.

PT Intan Pertiwi Industri Supports the Politeknik Negeri Jakarta 2026 Mesin Expo through SMAW Welding Seminars and Competitions

PT Intan Pertiwi Industri Dukung Mesin Expo 2026 Politeknik Negeri Jakarta melalui Seminar dan Kompetisi Pengelasan SMAW

Jakarta, Mei 2026 — PT Intan Pertiwi Industri kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi generasi muda melalui partisipasi aktif pada rangkaian kegiatan Mesin Expo 2026 Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Mengangkat tema “From Skill to Global Impact: Masa Depan Permesinan Indonesia”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri untuk mendorong lahirnya sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan manufaktur modern serta memiliki daya saing yang lebih luas di masa depan. Sebagai bagian dari dukungan tersebut, PT Intan Pertiwi Industri turut mengambil peran melalui dua agenda utama, yaitu menghadirkan pemateri pada Seminar Pengelasan dan mendukung pelaksanaan Kompetisi Pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) melalui penyediaan kebutuhan material dan perlengkapan praktik. Berbagi Pengetahuan melalui Seminar Pengelasan Pada 25 Mei 2026, PT Intan Pertiwi Industri menghadirkan Syuhada Aleen Maulana sebagai pemateri dalam Seminar Pengelasan yang menjadi bagian dari rangkaian Mesin Expo 2026. Melalui sesi ini, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri pengelasan, pentingnya pemilihan elektroda sesuai kebutuhan aplikasi, hingga bagaimana kualitas proses pengelasan berpengaruh terhadap hasil pekerjaan di lingkungan industri. Selain membahas aspek teknis, seminar juga membuka ruang diskusi mengenai kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan industri saat ini, mulai dari kemampuan teknis, pemahaman standar kerja, keselamatan kerja, hingga kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi manufaktur. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai implementasi teori di dunia industri secara langsung. Dukung Kompetisi Pengelasan SMAW melalui Material dan Perlengkapan Praktik Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada 26 Mei 2026 melalui pelaksanaan Kompetisi Pengelasan SMAW yang berlangsung di Workshop Welding Politeknik Negeri Jakarta. Sebagai bentuk dukungan terhadap terselenggaranya kompetisi, PT Intan Pertiwi Industri menyediakan berbagai kebutuhan praktik yang digunakan selama perlombaan berlangsung. Material dan perlengkapan yang didukung meliputi: Kawat las elektroda KOBELCO RB-26 diameter 2,6 mm dan 3,2 mm Kawat las elektroda KOBELCO MS-77 diameter 2,6 mm dan 3,2 mm Plat besi sebagai media praktik pengelasan Alat Pelindung Diri (APD) pengelasan untuk menunjang aspek keselamatan peserta selama kompetisi Dukungan tersebut diberikan untuk membantu menciptakan lingkungan praktik yang lebih optimal sehingga peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja yang menjadi bagian penting dalam industri pengelasan. Diikuti 20 Mahasiswa dari Berbagai Institusi Pendidikan Kompetisi Pengelasan SMAW pada Mesin Expo 2026 diikuti oleh 20 peserta mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia, yaitu: Politeknik Negeri Jakarta Universitas Pancasila Akademi Komunitas Toyota Indonesia Politeknik Negeri Subang Politeknik Astra Politeknik Negeri Manado PSDKU Demak – Politeknik Negeri Jakarta Antusiasme peserta menunjukkan bahwa bidang pengelasan dan permesinan terus menjadi salah satu sektor yang diminati dalam pengembangan kompetensi vokasi dan pendidikan tinggi. Hasil Kompetisi Pengelasan SMAW Mesin Expo 2026 Setelah melalui proses penilaian berdasarkan kualitas hasil pengelasan dan waktu pengerjaan, berikut hasil kompetisi: Expert Level Juara Nama Peserta Instansi Juara 1 Muhammad Hatta Politeknik Negeri Jakarta Juara 2 Juventi R Indap Politeknik Negeri Manado Juara 3 Muhammad Fadhillah Akademi Komunitas Toyota Indonesia Advance Level Juara Nama Peserta Instansi Juara 1 Rafly Noviansyah Politeknik Negeri Subang Juara 2 Radikal Gemuruh Jagat Politeknik Negeri Jakarta Juara 3 Syahman Syarafi Politeknik Negeri Jakarta Competent Level Juara Nama Peserta Instansi Juara 1 Donny Ardiansyah Mantow Politeknik Negeri Jakarta Juara 2 Muhamad Rangga Pramudhito PSDKU Demak – Politeknik Negeri Jakarta Juara 3 Muhammad Ahza Rabbani Politeknik Negeri Jakarta PT Intan Pertiwi Industri mengucapkan selamat kepada seluruh peserta serta apresiasi khusus kepada para pemenang yang telah menunjukkan kemampuan, ketelitian, dan semangat kompetitif selama pelaksanaan lomba. Kolaborasi untuk Masa Depan Industri Indonesia Partisipasi PT Intan Pertiwi Industri pada Mesin Expo 2026 menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi dan memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat terus berkembang sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara akademis, tetapi juga pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Sejalan dengan tema EXPO MESIN 2026 PNJ “From Skill to Global Impact: Masa Depan Permesinan Indonesia”, pengembangan keterampilan dan transfer pengetahuan hari ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan industri permesinan dan manufaktur Indonesia di masa mendatang.

Happy Eid al-Adha 1447 H

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H

PT Intan Pertiwi Industri mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 kepada seluruh umat Muslim yang merayakan. Semoga momen penuh makna ini membawa keberkahan, ketenangan, serta mempererat tali silaturahmi di tengah keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat. Idul Adha menjadi pengingat tentang pentingnya keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi. Nilai-nilai tersebut juga menjadi inspirasi untuk terus bekerja dengan hati, menjaga kualitas, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi banyak pihak. Di hari yang istimewa ini, semoga setiap pengorbanan dan kebaikan yang dilakukan menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H, mohon maaf lahir dan batin.

PT Intan Pertiwi Industri Collaborates with the Diponegoro University Mechanical Engineering Student Association in a Welding Seminar

PT Intan Pertiwi Industri Berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Mesin Universitas Diponegoro dalam Seminar Pengelasan

Himpunan Mahasiswa Mesin Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan Seminar Pengelasan yang berkolaborasi dengan PT Intan Pertiwi Industri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026, bertempat di Ruangan B.204 Departemen Teknik Mesin Universitas Diponegoro, dan diikuti oleh hampir 100 peserta dari kalangan mahasiswa. Seminar ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai teknologi pengelasan, khususnya dalam penggunaan kawat las elektroda yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga memperoleh gambaran langsung mengenai peran penting kualitas elektroda dalam menghasilkan sambungan las yang kuat, stabil, dan sesuai standar. Dalam seminar tersebut, materi disampaikan oleh Syuhada Aleen, selaku Kobelco Business Development Indonesia Area. Pembahasan yang diberikan berfokus pada pengenalan dunia pengelasan, pemilihan elektroda yang tepat, serta pentingnya memahami karakteristik kawat las untuk berbagai kebutuhan industri. Penyampaian materi berlangsung secara interaktif, sehingga peserta dapat berdiskusi dan bertanya langsung seputar produk, aplikasi, serta tantangan dalam proses pengelasan. Setelah sesi seminar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengetesan kawat las elektroda dari PT Intan Pertiwi Industri oleh mahasiswa di ruang pengelasan. Pada sesi ini, peserta berkesempatan melihat dan mencoba secara langsung performa kawat las elektroda dalam proses pengelasan. Pengalaman praktik tersebut menjadi nilai tambah bagi mahasiswa karena mereka dapat memahami hubungan antara teori, pemilihan elektroda, teknik pengelasan, dan hasil akhir sambungan las. Melalui kolaborasi ini, PT Intan Pertiwi Industri turut mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya di bidang teknik mesin dan pengelasan. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara pengetahuan akademik dan kebutuhan industri, sehingga mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas serta kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi dunia kerja. PT Intan Pertiwi Industri berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan edukasi, seminar, dan pengenalan teknologi pengelasan kepada generasi muda. Dengan adanya kolaborasi bersama institusi pendidikan seperti Universitas Diponegoro, diharapkan pemahaman mengenai pengelasan, pemilihan kawat las, dan standar kualitas industri dapat terus berkembang di kalangan mahasiswa teknik di Indonesia.

ISO certificate

ISO 9001:2015

ISO 14001:2015

© 2026, PT. Intan Pertiwi Industri | All Rights Reserved.

Social Sticky