Beranda / Panduan / Cara Mengelas Besi Cor Agar Tidak Retak dengan Benar

Cara Mengelas Besi Cor Agar Tidak Retak dengan Benar

Cara mengelas besi cor sering terasa jauh lebih sulit dibanding mengelas baja biasa. Saat ketemu besi cor (cast iron), hasilnya kerap mengecewakan: manik las terlihat menempel, namun keesokan harinya muncul retak halus di sekitar jalur las.

Ini wajar, karena besi cor berbeda dari baja. Karbonnya tinggi, strukturnya cenderung getas, dan sangat sensitif terhadap perubahan suhu yang mendadak.

Artikel ini membahas cara mengelas besi cor yang benar dari sudut pandang lapangan: langkah persiapan, pemilihan filler, pengendalian panas, teknik pengelasan, sampai cara pendinginan agar sambungan tidak retak. 

Anda juga akan menemukan panduan khusus cara mengelas besi tuang dengan las listrik (SMAW) karena metode ini paling umum digunakan di bengkel.

Jika Anda sedang memperbaiki housing pompa, dudukan mesin, casing gearbox, blok, flange, atau komponen besi coran lainnya, panduan ini bisa dijadikan SOP singkat yang mudah diterapkan.

Untuk memahami cara mengelas besi coran, Anda perlu tahu penyebab retaknya:

  1. Karbon tinggi dan struktur getas
    Besi cor umumnya punya kandungan karbon lebih tinggi daripada baja. Saat dilas, area dekat las (HAZ) bisa berubah menjadi lebih keras dan rapuh.

  2. Kejutan termal (panas tinggi lalu dingin cepat)
    Retak sering terjadi bukan saat pengelasan, tetapi saat pendinginan, terutama jika komponen dibiarkan mendingin cepat terkena angin atau air.

  3. Tegangan sisa (residual stress)
    Besi cor tidak “memaafkan” tegangan. Jika manik las terlalu panjang, panas menumpuk, atau tidak ada teknik pelepas tegangan, retak lebih mudah muncul.

Karena itu, cara mengelas besi cor yang benar bukan sekadar “nempelkan logam”, tetapi mengelola panas dan tegangan.

Kapan Harus Dilas, Kapan Sebaiknya Brazing atau Repair Lain

Tidak semua kasus harus dilas penuh.

  • Las (welding) dipilih bila komponen harus kembali kuat secara struktural dan bentuknya memungkinkan kontrol panas.

  • Brazing (mis. perunggu/bronze) sering dipilih untuk komponen tipis, area rumit, atau risiko retak sangat tinggi.

  • Stitching/mechanical repair kadang lebih aman untuk komponen mahal yang tidak boleh distorsi.

Namun jika Anda memang perlu mengelas, lanjutkan ke 8 langkah berikut.

Cara Mengelas Besi Cor dengan Benar dan Aman

1. Evaluasi material dan tentukan strategi: cold weld atau hot weld

Ada dua pendekatan utama dalam cara mengelas besi cor:

  • Cold welding (tanpa pemanasan tinggi)
    Cocok untuk komponen kecil atau area yang tidak memungkinkan pemanasan merata. Kuncinya bead pendek dan pendinginan bertahap.

  • Hot welding (dengan preheat)
    Cocok untuk komponen lebih tebal, perbaikan struktural, atau retak panjang. Kuncinya preheat merata dan pendinginan lambat.

Jika Anda ragu, strategi paling aman biasanya: kontrol panas konservatif, bead pendek, dan pendinginan lambat.

2. Siapkan area kerja dan APD, lalu bersihkan permukaan sampai benar-benar bersih

Kesalahan paling sering saat cara mengelas besi tuang adalah hanya membersihkan “permukaan”. Padahal besi cor sering menyerap oli di pori-porinya.

Lakukan ini:

  • Gunakan APD lengkap: helm las, sarung tangan tahan panas, jaket las, sepatu safety.

  • Pastikan area bebas bahan mudah terbakar dan ventilasi baik.

  • Bersihkan cat, karat, kerak, dan terutama oli/grease (degreaser + gerinda).

  • Jika komponen bekas mesin, lakukan pemanasan ringan terlebih dulu agar residu minyak keluar, lalu bersihkan ulang.

Permukaan yang masih mengandung oli akan memicu porositas dan retak mikro.

3. Hentikan retak agar tidak merambat: stop-drill dan buat kampuh yang tepat

Kalau Anda mengelas besi coran yang retak, jangan langsung “tutup retaknya”.

Langkah yang lebih aman:

  • Stop-drill ujung retak: bor kecil di ujung retak untuk menghentikan rambatan retak saat dipanaskan.

  • Buat kampuh V atau U: gerinda retak menjadi kampuh agar penetrasi terkendali dan logam las bisa mengisi dengan stabil.

  • Sisakan root kecil yang cukup (jangan terlalu tipis) agar tidak mudah “jebol” ketika panas.

Ini adalah bagian penting dalam cara mengelas besi cor yang benar, karena retak biasanya bermula dari ujung retakan yang masih aktif.

4. Pilih elektroda atau filler yang sesuai untuk besi cor

Inilah faktor pembeda terbesar antara cara mengelas besi cor vs baja.

Umumnya pilihan filler untuk besi cor:

  • Elektroda berbasis nickel (Ni) untuk cast iron
    Cenderung paling aman untuk menekan retak dan memudahkan pengerjaan.

  • Nickel-iron (Ni-Fe)
    Sering dipakai untuk kebutuhan yang menuntut kekuatan lebih dan toleransi pemesinan lebih baik dibanding nickel murni di beberapa kasus.

  • Elektroda mild steel (sebagai alternatif darurat)
    Bisa dipakai bila tidak ada nickel, tetapi risikonya lebih tinggi dan butuh teknik tambahan (mis. buttering layer) agar tidak retak.

Prinsipnya: semakin tepat filler, semakin mudah sambungan stabil dan minim retak.

5. Atur parameter las listrik dengan benar (SMAW)

Untuk cara mengelas besi cor dengan las listrik, aturan praktisnya:

  • Gunakan arus serendah mungkin tetapi busur tetap stabil.

  • Hindari heat input berlebihan. Besi cor tidak cocok “dipaksa panas”.

  • Jika mesin Anda punya opsi polaritas, ikuti rekomendasi elektroda yang dipakai.

Kenapa arus rendah penting? Karena heat input tinggi membuat HAZ semakin luas dan peluang retak meningkat.

Jika Anda sering mengalami elektroda lengket, solusi pertama bukan langsung menaikkan arus besar, melainkan pastikan:

  • permukaan benar-benar bersih,

  • panjang busur tidak terlalu pendek,

  • teknik ayunan tidak melebar.

kawat las elektroda untuk mengelas besi cor agar tidak retak

Untuk cara mengelas besi cor dengan las listrik (SMAW), gunakan elektroda yang memang dirancang untuk cast iron, misalnya Kawat Las CI-A1 atau Kawat Las CI-A2, lalu jaga arus tetap rendah dan stabil.

6. Lakukan preheat dan kontrol suhu interpass

Preheat membantu menurunkan kejutan termal dan mengurangi retak.

Pedoman lapangan yang umum dipakai:

  • Preheat lebih rendah untuk perbaikan ringan,

  • Preheat lebih tinggi untuk komponen tebal atau perbaikan struktural.

Yang terpenting bukan angka pastinya, tetapi:

  • pemanasan harus merata di sekitar area las,

  • suhu antar lintasan (interpass) dijaga agar tidak turun mendadak,

  • jangan biarkan satu sisi panas sementara sisi lain dingin karena itu menciptakan tegangan.

Jika Anda tidak punya alat ukur suhu, minimal jaga logika praktis: jangan melanjutkan pengelasan ketika benda sudah “terlalu dingin” atau ketika Anda mendapati perubahan suara busur yang menandakan kondisi termal berubah drastis.

7. Gunakan teknik bead pendek, skip welding, dan peening untuk melepas tegangan

Ini bagian inti dari cara mengelas besi cor yang benar dan sering diabaikan.

Teknik yang disarankan:

  • Bead pendek (stringer bead)
    Las pendek-pendek, jangan tarik manik panjang dalam satu tarikan.

  • Skip welding / lompat titik
    Pindah-pindah lokasi agar panas tidak menumpuk di satu area.

  • Peening ringan setelah setiap bead
    Ketok ringan manik las saat masih hangat untuk membantu mengurangi tegangan sisa. Lakukan dengan terkontrol, jangan menghantam berlebihan.

Hindari:

  • weave terlalu lebar,

  • menahan panas terlalu lama di satu titik,

  • mengejar “cepat selesai” dengan manik panjang.

Pada besi cor, “cepat” sering berakhir retak.

8. Pendinginan wajib lambat

Banyak retak muncul bukan saat pengelasan, tetapi saat pendinginan. Karena itu pendinginan adalah tahap penentu.

Yang harus dilakukan:

  • Biarkan komponen turun suhu perlahan.

  • Untuk komponen tebal atau repair penting, bungkus dengan bahan isolasi panas atau media yang menahan laju pendinginan (mis. pasir kering atau material isolator yang aman).

Yang harus dihindari:

  • disiram air,

  • ditiup kipas,

  • diletakkan di tempat berangin.

Pendinginan lambat memberi waktu struktur dan tegangan menyesuaikan, sehingga risiko retak turun drastis.

Contoh Urutan Kerja Cepat (SOP Lapangan)

Berikut urutan ringkas yang bisa Anda tempel di bengkel:

  1. Bersihkan total, keluarkan oli, bersihkan ulang

  2. Stop-drill ujung retak, buat kampuh V/U

  3. Tentukan strategi cold atau hot, pilih elektroda khusus besi cor bila ada

  4. Set arus rendah, busur stabil

  5. Las bead pendek, lompat titik, peening ringan per bead

  6. Jaga suhu antar lintasan (interpass), jangan biarkan dingin mendadak

  7. Finishing seperlunya, jangan overgrinding saat benda masih panas

  8. Pendinginan lambat sampai benar-benar turun suhu secara natural

Kesalahan Umum yang Membuat Las Besi Cor Retak

Jika Anda ingin hasil konsisten, hindari tujuh kesalahan ini:

  1. Permukaan masih mengandung oli/grease di pori besi cor

  2. Tidak stop-drill pada retak panjang

  3. Memilih elektroda sembarang tanpa mempertimbangkan cast iron

  4. Arus terlalu besar dan manik terlalu panjang

  5. Tidak melakukan peening atau teknik pelepas tegangan

  6. Tidak kontrol suhu interpass

  7. Pendinginan dipercepat dengan air/kipas/angin

Penutup

Cara mengelas besi cor yang benar bukan soal “menempelkan logam”, tetapi soal mengendalikan panas dan tegangan. Jika Anda mengikuti 8 langkah di atas, peluang retak turun signifikan dan hasil repair lebih rapi serta tahan lama.

Jika Anda sedang menangani kasus spesifik (komponen tebal, retak panjang, atau posisi sulit), Anda bisa jadikan artikel ini sebagai dasar SOP. 

Untuk kebutuhan industri, Intan Pertiwi Industri juga dapat membantu konsultasi pemilihan consumable dan prosedur kerja agar hasil pengelasan lebih aman dan efisien sesuai aplikasi.

Butuh rekomendasi elektroda besi cor yang sesuai material dan posisi las? Untuk pemesanan CI-A1/CI-A2 dan konsultasi teknis, hubungi tim Intan Pertiwi Industri.

hubungi kami sekarang untuk pemesanan kawat las

FAQs Mengelas Besi Cor

Apakah besi cor bisa dilas dengan las listrik?

Bisa. Cara mengelas besi cor dengan las listrik (SMAW) adalah metode yang paling umum di bengkel, tetapi harus disiplin pada kontrol panas, bead pendek, dan pendinginan lambat.

Kenapa hasil las besi cor sering retak?

Penyebab paling sering adalah kombinasi karbon tinggi, heat input berlebihan, dan pendinginan cepat. Retak biasanya terjadi di area dekat las (HAZ) saat suhu turun.

Apakah harus preheat saat mengelas besi tuang?

Tidak selalu. Untuk perbaikan kecil dan strategi cold welding, preheat tinggi kadang tidak digunakan. Namun untuk komponen tebal, retak panjang, atau perbaikan struktural, preheat merata sangat membantu menurunkan risiko retak.

Apakah bisa memakai elektroda biasa untuk besi cor?

Bisa sebagai alternatif darurat, tetapi risikonya lebih tinggi. Hasil yang aman dan konsisten lebih mudah dicapai dengan elektroda yang memang dirancang untuk cast iron, ditambah teknik bead pendek dan pendinginan lambat.

Artikel Lainnya

Sertifikat ISO

ISO 9001:2015

ISO 14001:2015

© 2026, PT. Intan Pertiwi Industri | Semua Hak Cipta Dilindungi.

Social Sticky