Selamat Hari Paskah 2026

selamat hari paskah 2026

Selamat Hari Paskah 2026 menjadi momen yang penuh makna untuk mengenang kasih, pengorbanan, dan harapan baru yang memberi kekuatan dalam menjalani kehidupan maupun tanggung jawab sehari-hari. Paskah merupakan perayaan suci yang memiliki arti mendalam bagi umat Kristiani. Kebangkitan Yesus Kristus tidak hanya dimaknai sebagai kemenangan atas maut, tetapi juga sebagai lambang kasih, harapan, pembaruan, dan kekuatan iman yang memberi arah dalam menjalani kehidupan. Di tengah ritme pekerjaan, tanggung jawab, dan berbagai tantangan yang hadir setiap hari, Paskah mengajak kita untuk berhenti sejenak, menenangkan hati, dan merenungkan kembali makna keteguhan, kesabaran, serta keyakinan dalam melangkah. Peristiwa kebangkitan Yesus Kristus membawa pesan bahwa di balik pengorbanan selalu ada harapan, di balik kesulitan selalu ada kekuatan, dan setelah masa yang berat selalu terbuka jalan untuk bangkit menjadi lebih baik. Nilai inilah yang tetap relevan, tidak hanya dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dalam dunia kerja dan lingkungan industri. Dalam dunia industri, termasuk bidang pengelasan, distribusi, dan penyediaan kebutuhan pendukung operasional, kepercayaan adalah hal yang sangat berharga. Relasi yang baik tidak tumbuh hanya karena aktivitas bisnis semata, melainkan karena adanya komitmen, pelayanan yang konsisten, tanggung jawab, dan sikap profesional yang terus dijaga. Makna Paskah juga mengingatkan pentingnya menjalankan setiap proses dengan ketulusan, integritas, dan semangat untuk terus berkembang. Sebab, keberhasilan yang kuat bukan hanya ditopang oleh pencapaian, tetapi juga oleh nilai-nilai baik yang menjadi dasar dalam membangun hubungan jangka panjang. Bagi PT Intan Pertiwi Industri, Paskah 2026 menjadi pengingat untuk terus melangkah dengan komitmen yang lebih kuat dalam memberikan pelayanan terbaik, menjaga kepercayaan pelanggan dan mitra, serta menjalankan setiap pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. Semangat pembaruan yang hadir dalam Paskah menjadi dorongan untuk terus memperbaiki diri, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi semua pihak yang bertumbuh bersama perusahaan. Semoga Hari Paskah tahun ini membawa damai, sukacita, dan pengharapan baru bagi seluruh pelanggan, mitra usaha, rekan kerja, dan semua yang merayakannya. Semoga semangat kebangkitan senantiasa memberi kekuatan untuk menjalani setiap langkah dengan hati yang teguh, pikiran yang jernih, dan semangat yang terus menyala. Segenap keluarga besar PT Intan Pertiwi Industri mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah 2026. Semoga damai, berkat, dan harapan baru senantiasa menyertai setiap hati yang merayakan.

Selamat Memperingati Jumat Agung 2026

selamat memperingati jumat agung 2026

Selamat Memperingati Jumat Agung 2026. Jumat Agung merupakan salah satu momen suci yang penuh makna bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Hari ini bukan sekadar peringatan keagamaan, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk sejenak berhenti dari kesibukan, masuk ke dalam keheningan, dan merenungkan makna pengorbanan, kasih, serta pengharapan yang begitu besar dalam kehidupan manusia. Di tengah rutinitas yang berjalan cepat, Jumat Agung mengajak kita untuk kembali menata hati dan pikiran. Keheningan yang hadir pada hari ini membawa pesan mendalam bahwa dalam setiap pengorbanan terdapat kasih, dan dalam setiap kasih terdapat kekuatan yang mampu menuntun langkah kehidupan ke arah yang lebih baik. Makna pengorbanan dalam Jumat Agung mengajarkan bahwa ketulusan tidak selalu hadir dalam bentuk kata-kata, tetapi juga melalui tindakan yang lahir dari kasih yang sejati. Nilai ini menjadi pengingat penting bagi setiap pribadi untuk menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana, lebih peduli, dan lebih menghargai sesama. Selain itu, Jumat Agung juga membawa pesan tentang pengharapan. Dalam suasana yang penuh perenungan, kita diajak untuk memahami bahwa bahkan di tengah tantangan, kesedihan, atau pergumulan hidup, selalu ada harapan yang dapat menjadi sumber kekuatan. Harapan inilah yang menolong banyak orang untuk tetap teguh, sabar, dan percaya bahwa setiap proses kehidupan memiliki makna. Momen suci ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. Kasih, empati, kerendahan hati, dan pengampunan adalah bagian penting dari refleksi Jumat Agung yang tetap relevan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam keluarga, lingkungan sosial, maupun dunia kerja. Bagi banyak orang, Jumat Agung adalah waktu untuk menenangkan diri, memperdalam refleksi batin, dan memperbarui semangat hidup. Dari keheningan, lahir kekuatan. Dari perenungan, tumbuh kebijaksanaan. Dan dari kasih, hadir damai yang mampu menguatkan langkah untuk menjalani hari-hari ke depan dengan hati yang lebih teduh. PT. Intan Pertiwi Industri mengucapkan Selamat Memperingati Jumat Agung 2026 kepada seluruh umat Kristiani yang merayakan. Semoga momen suci ini membawa damai, keteduhan, serta semangat baru bagi kita semua, dan nilai-nilai pengorbanan, kasih, serta pengharapan senantiasa menjadi inspirasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pengelasan 1F: Pengertian, Posisi, Teknik, dan Tips Hasil Rapi

posisi pengelasan 1f

Pengelasan 1F adalah salah satu posisi las yang paling sering dipelajari pada tahap awal praktik pengelasan. Posisi ini termasuk dasar, tetapi tetap penting karena menjadi pondasi untuk memahami kontrol sudut elektroda, kestabilan busur, pembentukan manik las, dan pengaturan kecepatan gerak tangan. Bagi pemula, belajar pengelasan 1F membantu membangun kebiasaan kerja yang rapi sejak awal. Bagi welder yang sudah bekerja di bengkel fabrikasi, posisi ini juga tetap relevan karena banyak dipakai pada sambungan sudut dalam pekerjaan sehari hari. Dalam praktiknya, pengelasan 1F umumnya mengacu pada fillet weld position pada posisi datar. Artinya, sambungan yang dikerjakan adalah sambungan sudut, lalu jalur las dilakukan pada posisi yang relatif paling mudah dikendalikan dibanding posisi vertikal atau overhead. Karena kontrol kolam las lebih stabil, posisi 1F sering dijadikan titik awal untuk latihan kualitas bead, penetrasi, dan konsistensi hasil las. Artikel ini membahas pengertian pengelasan 1F, bentuk posisinya, perbedaannya dengan 1G, teknik dasar yang perlu diperhatikan, kesalahan yang sering terjadi, hingga tips memilih elektroda yang sesuai untuk latihan maupun aplikasi kerja. Apa Itu Pengelasan 1F? Pengelasan 1F adalah posisi pengelasan fillet pada keadaan datar. Angka 1 menunjukkan posisi datar, sedangkan huruf F menunjukkan jenis sambungan fillet weld atau las sudut. Jadi, saat orang membahas pengelasan 1F, yang dimaksud bukan sekadar mengelas di posisi bawah, tetapi lebih spesifik pada pengelasan sambungan sudut dengan orientasi datar. Posisi ini banyak dipakai dalam pelatihan dasar SMAW karena relatif mudah diamati dan dikendalikan. Welder bisa lebih fokus pada pembentukan bead, panjang busur, sudut elektroda, serta kestabilan tangan tanpa terlalu terbebani oleh gravitasi seperti pada posisi vertikal atau di atas kepala. Posisi Pengelasan 1F Seperti Apa? Pada posisi pengelasan 1F, benda kerja biasanya membentuk sambungan sudut. Salah satu pelat berada dalam posisi mendatar, sedangkan pelat lain membentuk sudut terhadapnya. Jalur las kemudian diisi pada area pertemuan kedua material tersebut. Karena posisi sambungan berada dalam keadaan datar, kolam las cenderung lebih mudah dijaga tetap stabil. Ini membuat pengelasan 1F sering dianggap sebagai posisi paling ramah untuk pemula. Meski demikian, hasil yang baik tetap tidak datang otomatis. Jika sudut elektroda salah, ampere terlalu tinggi, atau gerakan tangan tidak stabil, hasil las tetap bisa cacat, misalnya undercut, kurang menyatu, atau bead terlalu menumpuk. Perbedaan Pengelasan 1F dan 1G Salah satu kebingungan yang cukup sering muncul adalah menyamakan pengelasan 1F dengan 1G. Keduanya memang sama sama berada pada posisi datar, tetapi jenis sambungannya berbeda. Pengelasan 1F adalah pengelasan fillet atau las sudut. Pengelasan 1G adalah pengelasan groove atau kampuh. Pada 1F, fokusnya ada pada pengisian sudut pertemuan dua material. Pada 1G, fokusnya ada pada penyatuan dua tepi material yang telah disiapkan dengan bentuk kampuh tertentu. Perbedaan ini penting karena teknik, kontrol penetrasi, dan cara membaca bentuk hasil las tidak sepenuhnya sama. Jadi, saat Anda mencari referensi tentang posisi pengelasan 1F, pastikan pembahasannya memang tentang fillet weld, bukan groove weld. Kapan Pengelasan 1F Digunakan? Pengelasan 1F banyak digunakan dalam latihan dasar welder, praktik sekolah kejuruan, pelatihan sertifikasi, hingga pekerjaan fabrikasi ringan. Posisi ini juga sering muncul pada pekerjaan sambungan sudut untuk rangka, dudukan, penyangga, serta berbagai kebutuhan konstruksi baja ringan sampai menengah. Untuk dunia pembelajaran, posisi 1F sangat penting karena membantu peserta memahami dasar dasar pengelasan sebelum naik ke posisi yang lebih menantang. Untuk dunia kerja, pengelasan 1F tetap berguna karena tidak semua pekerjaan berada pada posisi sulit. Banyak sambungan yang masih dapat dikerjakan dalam posisi yang menguntungkan, termasuk 1F. Teknik Dasar Pengelasan 1F untuk Pemula Teknik dasar pengelasan 1F dimulai dari persiapan. Permukaan material harus bersih dari karat, minyak, cat, dan kotoran lain yang dapat mengganggu kestabilan busur maupun kualitas peleburan. Setelah itu, lakukan tack weld secukupnya agar sambungan tidak bergeser selama proses pengelasan. Saat mulai mengelas, fokus utama ada pada tiga hal, yaitu sudut elektroda, panjang busur, dan kecepatan gerak. Sudut elektroda yang terlalu condong ke salah satu sisi bisa membuat hasil las tidak seimbang. Panjang busur yang terlalu jauh akan membuat percikan lebih banyak dan bead sulit rapi. Sebaliknya, jika terlalu pendek, elektroda bisa mudah menempel. Kecepatan gerak yang terlalu cepat dapat menyebabkan pengisian kurang, sementara gerakan terlalu lambat bisa membuat manik las terlalu tinggi dan panas berlebih. Pada tahap awal, pengelasan 1F lebih aman dilatih dengan gerakan sederhana dan stabil. Tidak semua sambungan membutuhkan ayunan lebar. Untuk banyak latihan dasar, stringer bead yang rapi justru lebih baik karena membantu pemula belajar mengendalikan jalur dan bentuk las dengan lebih konsisten. Setting Ampere Pengelasan 1F Dalam praktik SMAW, setting ampere untuk pengelasan 1F tidak ditentukan oleh posisinya saja. Arus las juga dipengaruhi oleh diameter elektroda, jenis elektroda las, ketebalan material, dan karakter sambungan. Karena itu, tidak ada satu angka tunggal yang selalu benar untuk semua kondisi. Di panduan ampere LB-52U menunjukkan bahwa arus kerja dapat berbeda menurut diameter dan posisi pengelasan. Untuk diameter 2,6 mm, kisaran posisi datar umumnya lebih tinggi dibanding vertikal atau overhead. Ini memperlihatkan prinsip dasar yang penting, yaitu posisi datar seperti 1F biasanya memberi ruang lebih besar untuk arus yang stabil, selama tetap sesuai rekomendasi elektroda dan kondisi material. Jika ampere terlalu rendah, busur terasa lemah, elektroda cenderung lengket, dan penyatuan logam bisa kurang baik. Jika ampere terlalu tinggi, kolam las menjadi terlalu cair, percikan bertambah, dan hasil las bisa melebar tidak terkontrol. Karena itu, untuk pengelasan 1F, pendekatan terbaik adalah memulai dari kisaran aman sesuai diameter elektroda, lalu menyesuaikan sedikit demi sedikit sampai busur terasa stabil dan bead terlihat seimbang. Elektroda yang Cocok untuk Pengelasan 1F Pemilihan elektroda untuk pengelasan 1F sebaiknya disesuaikan dengan jenis material, kebutuhan kekuatan sambungan, dan tujuan pekerjaan. Untuk latihan dasar, elektroda las yang stabil dan mudah dikendalikan akan membantu pemula mendapatkan hasil las yang lebih rapi dan konsisten. Pilih elektroda pengelasan 1F sesuai material yang akan dilas. Untuk baja karbon ringan, gunakan elektroda dengan busur lembut dan stabil agar lebih mudah dikendalikan. RB-26 cocok untuk latihan dasar karena dikenal memiliki busur halus, stabil, dan minim percikan. Jika membutuhkan kekuatan sambungan yang lebih tinggi, elektroda low hydrogen bisa menjadi pilihan. LB-52 dapat dipertimbangkan untuk pengelasan baja karbon dan baja tarik menengah. LB-52-18 cocok untuk aplikasi yang membutuhkan hasil las halus, penetrasi baik, dan slag yang

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

selamat hari raya idul fitri 1447 h intiwi

Keluarga besar PT Intan Pertiwi Industri mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh pelanggan, mitra usaha, rekan kerja, dan masyarakat yang merayakan. Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang penuh makna, yang mengajarkan nilai ketulusan, kebersamaan, kesabaran, dan saling memaafkan. Setelah menjalani bulan Ramadan dengan segala hikmah dan pembelajarannya, Idul Fitri hadir sebagai waktu yang tepat untuk kembali menata hati, mempererat hubungan, serta melangkah dengan niat yang lebih baik. Bagi PT Intan Pertiwi Industri, momen suci ini juga menjadi pengingat bahwa hubungan yang kuat tidak hanya dibangun melalui kerja sama, tetapi juga melalui kepercayaan, komitmen, dan sikap saling menghargai. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kami untuk terus tumbuh dan memberikan yang terbaik bagi pelanggan maupun mitra. Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan kebersamaan yang telah terjalin hingga saat ini. Dukungan yang diberikan oleh pelanggan, mitra, dan seluruh pihak yang bekerja bersama kami menjadi bagian penting dalam langkah dan perkembangan perusahaan. Melalui Hari Raya Idul Fitri 1447 H ini, kami berharap semangat kebersamaan dan silaturahmi dapat terus terjaga dengan baik. Semoga hari yang fitri ini membawa kedamaian, keberkahan, kesehatan, serta kebahagiaan bagi Anda dan keluarga. Atas nama seluruh keluarga besar PT Intan Pertiwi Industri, kami juga menyampaikan mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan, baik dalam perkataan, pelayanan, maupun interaksi yang mungkin kurang berkenan. Semoga Idul Fitri tahun 2026 ini menjadi awal yang baik untuk melangkah dengan semangat baru, hati yang lebih jernih, dan harapan yang lebih besar di masa yang akan datang. Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Selamat Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948

intiwi mengucapkan selamat hari suci nyepi tahun baru saka 1948

Keluarga besar PT Intan Pertiwi Industri mengucapkan Selamat Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu yang merayakan. Dalam hening, selalu ada ruang untuk menata kembali langkah, pikiran, dan niat menjadi lebih baik. Semoga momen suci ini menjadi waktu yang penuh makna untuk melakukan refleksi diri, menjaga ketenangan batin, serta memperkuat harmoni dalam kehidupan. Nyepi bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Saka, tetapi juga pengingat akan pentingnya kesunyian, pengendalian diri, dan kejernihan hati. Dalam suasana yang tenang, kita diajak untuk merenungkan perjalanan yang telah dilalui, memperbaiki yang kurang, dan menyambut lembaran baru dengan sikap yang lebih bijaksana. Semoga Hari Suci Nyepi membawa kedamaian, kebijaksanaan, kesehatan, dan semangat baru bagi setiap pribadi, keluarga, serta masyarakat. Kiranya nilai-nilai ketenangan, toleransi, dan keseimbangan yang hadir dalam perayaan ini dapat menjadi inspirasi untuk mempererat kebersamaan di tengah keberagaman. Semoga Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 menjadi momentum untuk menumbuhkan ketenangan batin, memperkuat harmoni, dan menyambut masa depan dengan hati yang lebih jernih.

INTIWI Gelar Seminar dan Workshop Pengelasan di UPN Veteran Jakarta, Angkat Ship Repair dan Ship Building

intiwi-gelar-seminar-dan-workshop-pengelasan-di-upn-veteran-jakarta

DEPOK, 26 Februari 2026 — PT Intan Pertiwi Industri (INTIWI) berkolaborasi dengan Teknik Perkapalan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta menyelenggarakan seminar dan workshop pengelasan pada Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta (UPNVJ), Jl. Limo Raya, Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat 16514. Melalui agenda tersebut, INTIWI menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan pemaparan materi dan sesi praktik, untuk memperkaya wawasan mahasiswa Teknik Perkapalan terhadap kebutuhan industri maritim. Tema yang diangkat berfokus pada konteks pengelasan di lingkungan galangan, khususnya terkait ship repair dan ship building, serta penguatan pemahaman mengenai kawat las dan penerapannya di lapangan. Hadirkan Praktisi Ship Repair dan Ship Building Dalam sesi seminar, panitia menghadirkan Pak Andi dari PT Samudra Marine Indonesia sebagai pembicara. Pak Andi dikenal memiliki keahlian di bidang ship repair dan ship building, sekaligus merupakan alumni UPN Veteran Jakarta. Kehadiran Pak Andi menjadi salah satu sorotan acara karena memberikan perspektif industri yang relevan bagi mahasiswa Teknik Perkapalan, terutama terkait gambaran umum pekerjaan perbaikan kapal dan pembangunan kapal baru di lingkungan galangan. Bahas Peran Kawat Las dalam Kualitas Sambungan Selain pembahasan seputar perkapalan, seminar ini juga menghadirkan pembicara yang ahli di bidang kawat las. Melalui sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemilihan dan penggunaan kawat las yang sesuai untuk mendukung kualitas sambungan, terutama dalam konteks kebutuhan industri dan praktik pengelasan. Sesi ini menekankan bahwa kualitas hasil pengelasan tidak hanya dipengaruhi oleh proses, tetapi juga oleh pemilihan consumable yang tepat dan penerapannya secara benar. Demo Pengelasan Disambut Antusias Mahasiswa Setelah sesi pemaparan materi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan demo/workshop pengelasan. Workshop ini diikuti secara antusias oleh mahasiswa Teknik Perkapalan UPN Veteran Jakarta (UPNVJ). Melalui format demonstrasi, peserta dapat menyaksikan praktik pengelasan secara langsung sebagai pelengkap dari materi seminar. Penyelenggara menilai, kombinasi seminar dan workshop menjadi pendekatan pembelajaran yang lebih aplikatif, karena peserta tidak hanya memperoleh wawasan melalui pemaparan, tetapi juga melihat penerapannya dalam sesi praktik. Penutup Melalui seminar dan workshop pengelasan ini, PT Intan Pertiwi Industri (INTIWI) dan Teknik Perkapalan UPN Veteran Jakarta memperkuat sinergi kampus dan industri dalam meningkatkan wawasan serta pengalaman mahasiswa. Kehadiran pembicara bidang ship repair dan ship building, pembicara ahli kawat las, serta sesi demo/workshop pengelasan menjadi rangkaian kegiatan yang mendukung pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan industri perkapalan.

Kenapa Elektroda Low Hydrogen Sering Lengket? Ini Penyebabnya

kenapa elektroda low hydrogen sering lengket apa penyebabnya

Kenapa elektroda low hydrogen sering lengket sering menjadi pertanyaan yang muncul saat proses pengelasan tidak berjalan mulus, terutama ketika elektroda menempel di benda kerja saat awal penyalaan. Kondisi ini cukup umum terjadi karena elektroda low hydrogen memang digunakan untuk pekerjaan yang menuntut kualitas sambungan las tinggi, terutama pada baja karbon, baja tarik menengah, hingga aplikasi struktur. Elektroda low hydrogen dikenal sebagai salah satu jenis kawat las elektroda yang banyak dipakai untuk pekerjaan yang menuntut kualitas sambungan las tinggi, terutama pada baja karbon, baja tarik menengah, hingga aplikasi struktur. Dibanding beberapa elektroda lain, jenis ini memang punya keunggulan dari sisi kekuatan hasil las, kestabilan mekanis, dan kontrol kandungan hidrogen yang lebih baik. Produk seperti elektroda las LB-52 misalnya, termasuk elektroda low hydrogen kelas AWS A5.1 E7016 yang digunakan untuk baja karbon dan baja tarik menengah, serta dapat dipakai pada arus AC maupun DC+. Namun di lapangan, banyak welder masih mengeluhkan hal yang sama, yaitu elektroda low hydrogen terasa lebih mudah lengket, terutama saat awal penyalaan busur. Masalah ini sebenarnya cukup umum dan bukan berarti produknya buruk. Dalam banyak kasus, penyebabnya justru berasal dari kombinasi setting ampere, teknik strike, kondisi elektroda, polaritas, sampai kebersihan permukaan benda kerja. Hal yang sama juga relevan saat menggunakan elektroda LB-52-18, yaitu elektroda low hydrogen tipe E7018 untuk baja karbon dan baja tarik tinggi dengan karakter hasil las yang halus dan stabil. Alasan Kenapa Elektroda Low Hydrogen Sering Lengket 1. Ampere Terlalu Rendah Salah satu penyebab paling umum kenapa elektroda low hydrogen sering lengket adalah karena ampere yang digunakan terlalu rendah. Saat arus tidak cukup, ujung elektroda akan kesulitan membentuk busur listrik yang stabil sejak awal. Akibatnya, elektroda tidak langsung menghasilkan panas yang cukup pada titik las, tetapi justru menempel pada permukaan benda kerja. Kondisi ini sering terjadi saat operator belum menyesuaikan ampere dengan diameter elektroda atau mencoba memakai setelan arus terlalu rendah agar terasa lebih aman. Pada elektroda low hydrogen seperti LB-52 E7016, kebutuhan arus umumnya memang harus lebih diperhatikan dibanding elektroda rutile. Jika arus terlalu kecil, bukan hanya elektroda lebih mudah sticking, tetapi start awal juga terasa berat, busur kurang stabil, dan hasil las dapat terlihat kurang menyatu. Karena itu, penyesuaian ampere menjadi langkah awal yang sangat penting sebelum menyimpulkan bahwa elektroda sulit digunakan. 2. Teknik Menyalakan Busur Kurang Tepat Teknik menyalakan busur atau strike juga sangat menentukan apakah elektroda low hydrogen akan nyaman dipakai atau justru sering lengket. Banyak operator yang sudah terbiasa memakai elektroda rutile merasa low hydrogen lebih susah dinyalakan, padahal persoalannya sering terletak pada cara start yang kurang tepat. Saat elektroda terlalu ditekan, digesek terlalu lambat, atau dibiarkan terlalu lama menempel di satu titik, busur tidak sempat terbentuk dengan baik dan ujung elektroda langsung menempel pada material. Karena itu, elektroda low hydrogen menuntut gerakan awal yang lebih yakin, ringan, dan cepat. Setelah menyentuh benda kerja, elektroda perlu segera diangkat ke jarak busur yang sesuai agar panas bisa terbentuk dengan stabil. Jika teknik strike belum konsisten, sticking akan lebih sering terjadi, terutama pada awal pengelasan. Dalam praktiknya, teknik start yang baik tidak hanya membantu mencegah elektroda lengket, tetapi juga membuat proses pengelasan terasa lebih ringan dan lebih terkontrol. 3. Panjang Busur Terlalu Pendek Saat Start Panjang busur yang terlalu pendek saat start juga menjadi penyebab yang sangat sering terjadi. Ketika ujung elektroda terlalu menekan permukaan material tanpa memberi ruang cukup untuk terbentuknya busur, panas tidak berkembang dengan stabil. Yang terjadi justru kontak langsung berkepanjangan antara elektroda dan benda kerja, sehingga elektroda menempel sebelum pengelasan berjalan normal. Pada pengelasan low hydrogen, kontrol arc length memang harus dijaga dengan lebih rapi. Busur yang terlalu pendek dapat memicu sticking, sedangkan busur yang terlalu panjang dapat membuat hasil las tidak stabil. Karena itu, welder perlu menjaga jarak busur tetap pendek namun tetap terkontrol. Kebiasaan ini sangat penting karena berpengaruh langsung pada stabilitas busur, bentuk manik las, dan kenyamanan selama proses pengelasan berlangsung. 4. Elektroda Sudah Lembap Kondisi elektroda yang sudah lembap juga sangat berpengaruh terhadap performa low hydrogen saat digunakan. Jenis elektroda ini dirancang untuk menjaga kadar hidrogen tetap rendah, sehingga penyimpanan menjadi faktor yang sangat penting. Jika flux menyerap kelembapan dari udara karena kemasan terbuka terlalu lama atau penyimpanannya kurang baik, performa penyalaan dapat menurun. Busur menjadi lebih susah stabil, start terasa berat, dan elektroda lebih mudah menempel di awal pengelasan. Selain menyebabkan elektroda lebih mudah lengket, kelembapan juga dapat memengaruhi kualitas hasil las secara keseluruhan. Deposit las bisa menjadi kurang bersih, risiko cacat seperti porositas dapat meningkat, dan sifat mekanis sambungan juga bisa terganggu. Itulah sebabnya elektroda low hydrogen sebaiknya disimpan di tempat kering, tertutup, atau mengikuti prosedur penyimpanan yang sesuai. Untuk lini produk Intan Pertiwi, LB-52U bahkan mencantumkan catatan pengeringan ulang sebelum penggunaan, yang menunjukkan pentingnya kontrol kelembapan pada elektroda low hydrogen. 5. Polaritas atau Setting Mesin Kurang Sesuai Penyebab berikutnya adalah polaritas atau setting mesin las yang kurang sesuai dengan karakter elektroda low hydrogen. Tidak semua masalah sticking berasal dari teknik tangan operator. Dalam banyak kasus, mesin las yang tidak diatur dengan tepat juga membuat elektroda terasa berat saat start. Jika polaritas tidak sesuai dengan rekomendasi elektroda, atau karakter output mesin kurang mendukung penyalaan awal, busur akan lebih sulit terbentuk dan elektroda menjadi lebih mudah lengket. Selain polaritas, setelan lain seperti ampere, kestabilan output arus, hingga karakter mesin juga dapat memengaruhi kenyamanan mengelas. Karena itu, operator tidak cukup hanya fokus pada teknik, tetapi juga perlu memastikan setting mesin sudah selaras dengan jenis elektroda, diameter, posisi pengelasan, dan material yang dikerjakan. Pada halaman produknya, LB-52 dijelaskan dapat digunakan dengan AC maupun DC+, sehingga informasi seperti ini penting untuk membantu operator menyesuaikan mesin dengan produk yang dipakai. 6. Permukaan Benda Kerja Kotor Permukaan benda kerja yang kotor sering menjadi penyebab yang diremehkan, padahal sangat memengaruhi kestabilan busur saat awal pengelasan. Karat, cat, minyak, kerak, debu, atau sisa kontaminasi lain dapat mengganggu kontak awal antara elektroda dan material. Akibatnya, busur tidak langsung terbentuk secara bersih dan stabil, sehingga elektroda lebih mudah menempel saat disentuhkan ke area las. Kondisi ini makin terasa pada elektroda low hydrogen yang memang lebih sensitif terhadap kebersihan permukaan. Membersihkan area

Jenis Jenis Las Listrik dan Rekomendasi Elektroda

jenis jenis las listrik dan rekomendasi elektroda las

Bingung pilih metode las? Pelajari jenis jenis las listrik dan cara memilih kawat las elektroda sesuai material, posisi, dan ketebalan kerja. Di dunia fabrikasi, “las listrik” sering disebut seolah hanya satu metode. Padahal kenyataannya ada banyak proses berbeda yang sama-sama memakai energi listrik sebagai sumber panas. Perbedaannya bukan sekadar nama, tetapi berpengaruh langsung ke hasil sambungan, biaya produksi, kecepatan kerja, sampai risiko cacat las. Sebagai gambaran teknis yang sering jadi pembuka diskusi di workshop: temperatur inti busur listrik bisa berada di kisaran 6.000°C, sementara baja umumnya mulai meleleh pada rentang sekitar 1.370–1.540°C. Itulah alasan mengapa proses las berbasis listrik sangat efektif untuk menyambung logam, tetapi juga “sensitif”: beda metode, beda karakter busur, beda perlindungan logam cair, dan beda kebutuhan kawat las atau consumable. Artikel ini membahas jenis jenis las listrik secara praktis untuk kebutuhan lapangan dan industri: definisi singkat tiap proses, kapan dipakai, apa plus-minusnya, dan bagaimana cara memilih kawat las sesuai pekerjaan agar hasilnya kuat, rapi, dan minim rework. Jenis Jenis Las Listrik Saat orang mencari jenis jenis las listrik, biasanya yang dicari bukan teori panjang, tetapi peta yang jelas: proses apa saja yang termasuk las listrik dan apa bedanya. Secara umum, kelompok besarnya dapat dibagi menjadi: las busur listrik (arc welding), las tahanan listrik (resistance welding), las plasma, dan las stud. 1. Las Busur Listrik (Arc Welding) Las busur listrik adalah kelompok proses yang memanfaatkan busur listrik (arc) antara elektroda dan benda kerja untuk mencairkan logam dasar dan (jika digunakan) logam pengisi. Ini yang paling umum dijumpai di bengkel, proyek konstruksi, hingga pabrik. SMAW / Las Elektroda (Stick Welding) SMAW (Shielded Metal Arc Welding) adalah proses las dengan elektroda terbungkus flux. Bungkus flux akan menghasilkan gas pelindung dan slag saat meleleh, sehingga kolam las terlindungi dari udara. Kapan SMAW paling masuk akal: Pekerjaan lapangan, perbaikan, maintenance, dan proyek konstruksi. Area kerja yang tidak ideal untuk gas shielding (angin, outdoor). Material umum seperti baja karbon, baja paduan tertentu, dan beberapa elektroda khusus untuk besi tuang atau hardfacing. Kelebihan SMAW: Mesin relatif sederhana, mobilitas tinggi. Fleksibel untuk banyak posisi dan kondisi lapangan. Variasi elektroda sangat luas (untuk mild steel, low hydrogen, stainless, cast iron, hardfacing). Keterbatasan SMAW: Ada slag yang harus dibersihkan, waktu kerja lebih panjang. Produktivitas per jam biasanya di bawah MIG/FCAW. Kualitas sangat tergantung skill operator, pemilihan elektroda, dan kontrol panas. Catatan praktis: SMAW sering dipilih karena “paling bisa diandalkan” di lapangan, tapi supaya efisien, pemilihan diameter elektroda dan setting arus harus tepat agar tidak sering lengket atau spatter berlebihan. GMAW / MIG-MAG GMAW (Gas Metal Arc Welding) menggunakan kawat las gulungan yang keluar otomatis melalui torch. Perlindungan kolam las berasal dari gas pelindung. Di lapangan, orang sering menyebutnya MIG, padahal istilah yang lebih tepat adalah: MIG: memakai gas inert (misalnya argon) untuk material tertentu. MAG: memakai gas aktif (misalnya CO₂ atau campuran) yang umum untuk baja karbon. Kapan MIG-MAG paling cocok: Produksi fabrikasi yang mengejar kecepatan dan konsistensi. Pekerjaan rangka, bracket, frame, dan komponen repetitif. Ketika ingin hasil rapi dengan pembersihan minimal (tanpa slag seperti SMAW). Kelebihan MIG-MAG: Kecepatan deposisi tinggi, cocok produksi. Mudah distandarkan (setting wire speed, voltage, gas flow). Hasil rapi dan relatif mudah untuk operator yang sudah dilatih. Keterbatasan MIG-MAG: Lebih sensitif angin (gas shielding bisa terganggu). Butuh pengaturan yang tepat agar tidak porositas, spatter, atau lack of fusion. Perlu suplai gas dan perawatan liner/drive roll. Di industri, MIG-MAG sering jadi tulang punggung karena stabil untuk produksi, terutama bila SOP dan parameter dijaga konsisten. GTAW / TIG (Las Argon) GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) atau TIG menggunakan elektroda tungsten (tidak habis) dan gas pelindung (umumnya argon). Logam pengisi bisa ditambahkan terpisah jika dibutuhkan. Kapan TIG dipilih: Sambungan yang menuntut kebersihan dan kontrol tinggi. Stainless steel, aluminium, atau material yang sensitif terhadap kontaminasi. Root pass tertentu yang butuh penetrasi dan kontrol kolam las. Kelebihan TIG: Hasil sangat rapi dan presisi. Kontrol panas baik, cocok untuk material tipis dan pekerjaan detail. Spatter minimal. Keterbatasan TIG: Lebih lambat dibanding MIG/FCAW. Butuh skill dan disiplin kebersihan yang tinggi. Biaya kerja bisa lebih mahal bila targetnya produksi cepat. TIG bukan berarti “lebih kuat dari semua proses”, tetapi unggul saat kebutuhan utama adalah kualitas visual, kontrol, dan kebersihan sambungan. FCAW (Flux-Cored Arc Welding) FCAW (Flux-Cored Arc Welding) memakai kawat inti flux. Ada dua varian utama: FCAW-G: memakai gas pelindung tambahan. FCAW-S: self-shielded (tanpa gas), perlindungan berasal dari flux. Kapan FCAW banyak dipakai: Struktur baja, shipyard, heavy fabrication, dan pekerjaan tebal. Kebutuhan deposisi tinggi dan produktivitas. Kondisi lapangan tertentu (FCAW-S bisa membantu saat gas sulit). Kelebihan FCAW: Deposisi tinggi, produktivitas bagus. Penetrasi dan performa pada material tebal umumnya baik. Lebih “tahan kondisi” dibanding MIG pada beberapa situasi. Keterbatasan FCAW: Ada slag (mirip SMAW) pada banyak jenis kawat flux-cored. Asap las dan spatter bisa lebih tinggi tergantung tipe kawat dan setting. Perlu disiplin parameter agar hasil konsisten. Jika targetnya output tinggi namun tetap ingin stabil, FCAW sering jadi pilihan logis di industri berat. SAW (Submerged Arc Welding) SAW (Submerged Arc Welding) adalah las busur yang “tenggelam” di bawah serbuk flux. Busur tidak terlihat langsung karena tertutup flux, menghasilkan deposisi yang sangat tinggi dan kualitas yang konsisten untuk aplikasi tertentu. Kapan SAW dipakai: Produksi industri skala besar: pipa, bejana tekan, girder, H-beam. Sambungan panjang (long seam) dan pekerjaan repetitif. Saat targetnya produktivitas tinggi dan konsistensi. Kelebihan SAW: Deposisi sangat tinggi, cocok untuk jalur las panjang. Perlindungan flux sangat baik, hasil stabil. Efisiensi tinggi untuk produksi. Keterbatasan SAW: Umumnya terbatas pada posisi tertentu (sering datar atau pada sistem rotator). Setup peralatan lebih besar dan kurang fleksibel untuk lapangan. Tidak praktis untuk pekerjaan kecil atau banyak posisi. SAW adalah “senjata produksi” di lingkungan pabrik, bukan untuk pekerjaan serba bisa seperti SMAW. 2. Las Tahanan Listrik (Resistance Welding) Resistance welding memanfaatkan panas dari tahanan listrik pada titik kontak, ditambah tekanan dari elektroda. Berbeda dari arc welding, proses ini tidak mengandalkan busur yang terbuka. Banyak dipakai di industri manufaktur, terutama untuk pelat tipis dan produksi massal. Spot Welding Spot welding menyambung material dengan “titik” las menggunakan dua elektroda yang menekan lembaran logam, lalu arus besar dialirkan

Cara Mengelas Besi Cor Agar Tidak Retak dengan Benar

cara mengelas besi cor agar tidak retak menggunakan las listrik

Cara mengelas besi cor sering terasa jauh lebih sulit dibanding mengelas baja biasa. Saat ketemu besi cor (cast iron), hasilnya kerap mengecewakan: manik las terlihat menempel, namun keesokan harinya muncul retak halus di sekitar jalur las. Ini wajar, karena besi cor berbeda dari baja. Karbonnya tinggi, strukturnya cenderung getas, dan sangat sensitif terhadap perubahan suhu yang mendadak. Artikel ini membahas cara mengelas besi cor yang benar dari sudut pandang lapangan: langkah persiapan, pemilihan filler, pengendalian panas, teknik pengelasan, sampai cara pendinginan agar sambungan tidak retak. Anda juga akan menemukan panduan khusus cara mengelas besi tuang dengan las listrik (SMAW) karena metode ini paling umum digunakan di bengkel. Jika Anda sedang memperbaiki housing pompa, dudukan mesin, casing gearbox, blok, flange, atau komponen besi coran lainnya, panduan ini bisa dijadikan SOP singkat yang mudah diterapkan. Kenapa Besi Cor Mudah Retak Saat di Las? Untuk memahami cara mengelas besi coran, Anda perlu tahu penyebab retaknya: Karbon tinggi dan struktur getasBesi cor umumnya punya kandungan karbon lebih tinggi daripada baja. Saat dilas, area dekat las (HAZ) bisa berubah menjadi lebih keras dan rapuh. Kejutan termal (panas tinggi lalu dingin cepat)Retak sering terjadi bukan saat pengelasan, tetapi saat pendinginan, terutama jika komponen dibiarkan mendingin cepat terkena angin atau air. Tegangan sisa (residual stress)Besi cor tidak “memaafkan” tegangan. Jika manik las terlalu panjang, panas menumpuk, atau tidak ada teknik pelepas tegangan, retak lebih mudah muncul. Karena itu, cara mengelas besi cor yang benar bukan sekadar “nempelkan logam”, tetapi mengelola panas dan tegangan. Kapan Harus Dilas, Kapan Sebaiknya Brazing atau Repair Lain Tidak semua kasus harus dilas penuh. Las (welding) dipilih bila komponen harus kembali kuat secara struktural dan bentuknya memungkinkan kontrol panas. Brazing (mis. perunggu/bronze) sering dipilih untuk komponen tipis, area rumit, atau risiko retak sangat tinggi. Stitching/mechanical repair kadang lebih aman untuk komponen mahal yang tidak boleh distorsi. Namun jika Anda memang perlu mengelas, lanjutkan ke 8 langkah berikut. Cara Mengelas Besi Cor dengan Benar dan Aman 1. Evaluasi material dan tentukan strategi: cold weld atau hot weld Ada dua pendekatan utama dalam cara mengelas besi cor: Cold welding (tanpa pemanasan tinggi)Cocok untuk komponen kecil atau area yang tidak memungkinkan pemanasan merata. Kuncinya bead pendek dan pendinginan bertahap. Hot welding (dengan preheat)Cocok untuk komponen lebih tebal, perbaikan struktural, atau retak panjang. Kuncinya preheat merata dan pendinginan lambat. Jika Anda ragu, strategi paling aman biasanya: kontrol panas konservatif, bead pendek, dan pendinginan lambat. 2. Siapkan area kerja dan APD, lalu bersihkan permukaan sampai benar-benar bersih Kesalahan paling sering saat cara mengelas besi tuang adalah hanya membersihkan “permukaan”. Padahal besi cor sering menyerap oli di pori-porinya. Lakukan ini: Gunakan APD lengkap: helm las, sarung tangan tahan panas, jaket las, sepatu safety. Pastikan area bebas bahan mudah terbakar dan ventilasi baik. Bersihkan cat, karat, kerak, dan terutama oli/grease (degreaser + gerinda). Jika komponen bekas mesin, lakukan pemanasan ringan terlebih dulu agar residu minyak keluar, lalu bersihkan ulang. Permukaan yang masih mengandung oli akan memicu porositas dan retak mikro. 3. Hentikan retak agar tidak merambat: stop-drill dan buat kampuh yang tepat Kalau Anda mengelas besi coran yang retak, jangan langsung “tutup retaknya”. Langkah yang lebih aman: Stop-drill ujung retak: bor kecil di ujung retak untuk menghentikan rambatan retak saat dipanaskan. Buat kampuh V atau U: gerinda retak menjadi kampuh agar penetrasi terkendali dan logam las bisa mengisi dengan stabil. Sisakan root kecil yang cukup (jangan terlalu tipis) agar tidak mudah “jebol” ketika panas. Ini adalah bagian penting dalam cara mengelas besi cor yang benar, karena retak biasanya bermula dari ujung retakan yang masih aktif. 4. Pilih elektroda atau filler yang sesuai untuk besi cor Inilah faktor pembeda terbesar antara cara mengelas besi cor vs baja. Umumnya pilihan filler untuk besi cor: Elektroda berbasis nickel (Ni) untuk cast ironCenderung paling aman untuk menekan retak dan memudahkan pengerjaan. Nickel-iron (Ni-Fe)Sering dipakai untuk kebutuhan yang menuntut kekuatan lebih dan toleransi pemesinan lebih baik dibanding nickel murni di beberapa kasus. Elektroda mild steel (sebagai alternatif darurat)Bisa dipakai bila tidak ada nickel, tetapi risikonya lebih tinggi dan butuh teknik tambahan (mis. buttering layer) agar tidak retak. Prinsipnya: semakin tepat filler, semakin mudah sambungan stabil dan minim retak. 5. Atur parameter las listrik dengan benar (SMAW) Untuk cara mengelas besi cor dengan las listrik, aturan praktisnya: Gunakan arus serendah mungkin tetapi busur tetap stabil. Hindari heat input berlebihan. Besi cor tidak cocok “dipaksa panas”. Jika mesin Anda punya opsi polaritas, ikuti rekomendasi elektroda yang dipakai. Kenapa arus rendah penting? Karena heat input tinggi membuat HAZ semakin luas dan peluang retak meningkat. Jika Anda sering mengalami elektroda lengket, solusi pertama bukan langsung menaikkan arus besar, melainkan pastikan: permukaan benar-benar bersih, panjang busur tidak terlalu pendek, teknik ayunan tidak melebar. Untuk cara mengelas besi cor dengan las listrik (SMAW), gunakan elektroda yang memang dirancang untuk cast iron, misalnya Kawat Las CI-A1 atau Kawat Las CI-A2, lalu jaga arus tetap rendah dan stabil. 6. Lakukan preheat dan kontrol suhu interpass Preheat membantu menurunkan kejutan termal dan mengurangi retak. Pedoman lapangan yang umum dipakai: Preheat lebih rendah untuk perbaikan ringan, Preheat lebih tinggi untuk komponen tebal atau perbaikan struktural. Yang terpenting bukan angka pastinya, tetapi: pemanasan harus merata di sekitar area las, suhu antar lintasan (interpass) dijaga agar tidak turun mendadak, jangan biarkan satu sisi panas sementara sisi lain dingin karena itu menciptakan tegangan. Jika Anda tidak punya alat ukur suhu, minimal jaga logika praktis: jangan melanjutkan pengelasan ketika benda sudah “terlalu dingin” atau ketika Anda mendapati perubahan suara busur yang menandakan kondisi termal berubah drastis. 7. Gunakan teknik bead pendek, skip welding, dan peening untuk melepas tegangan Ini bagian inti dari cara mengelas besi cor yang benar dan sering diabaikan. Teknik yang disarankan: Bead pendek (stringer bead)Las pendek-pendek, jangan tarik manik panjang dalam satu tarikan. Skip welding / lompat titikPindah-pindah lokasi agar panas tidak menumpuk di satu area. Peening ringan setelah setiap beadKetok ringan manik las saat masih hangat untuk membantu mengurangi tegangan sisa. Lakukan dengan terkontrol, jangan menghantam berlebihan. Hindari: weave terlalu lebar, menahan panas terlalu lama di satu titik, mengejar “cepat selesai” dengan manik panjang.

Selamat Tahun Baru Imlek 2026: Gong Xi Fa Cai

selamat hari raya imlek 2026 intiwi

Selamat Tahun Baru Imlek 2026, Gong Xi Fa Cai!. PT Intan Pertiwi Industri (INTIWI) mengucapkan selamat merayakan Imlek bagi seluruh pelanggan, mitra industri, welder, fabricator, engineer, dan keluarga besar manufaktur di Indonesia. Memasuki Tahun Kuda Api, semoga membawa energi baru untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kelancaran rezeki serta semangat kerja yang makin kuat dalam setiap proses produksi dan proyek. Sebagai Trusted Welding Solution, INTIWI berkomitmen menghadirkan produk kawat las elektroda yang konsisten kualitasnya untuk mendukung pengelasan yang aman, rapi, dan produktif di berbagai sektor: konstruksi, fabrikasi, manufaktur, hingga perawatan alat berat. Terima kasih atas kepercayaan dan kolaborasi yang terus terjalin. Mari kita sambut tahun baru ini dengan semangat baru, target baru, dan hasil las yang semakin prima.

Sertifikat ISO

ISO 9001:2015

ISO 14001:2015

© 2026, PT. Intan Pertiwi Industri | Semua Hak Cipta Dilindungi.

Social Sticky