Beranda / Panduan / Cara Las Listrik yang Benar Agar Hasil Las Rapi dan Kuat

Cara Las Listrik yang Benar Agar Hasil Las Rapi dan Kuat

Apakah Anda masih bingung cara las listrik yang benar supaya elektroda tidak nempel, spatter tidak berlebihan, dan hasil las terlihat rapi serta kuat?

Banyak pemula merasa sudah menyalakan busur dengan benar, tetapi hasilnya tetap tidak konsisten karena ada beberapa detail kecil yang sering terlewat, seperti pemilihan diameter elektroda, setting ampere yang kurang pas, permukaan material yang masih kotor, atau jarak busur yang terlalu jauh

Mencari cara las listrik yang benar itu wajar, karena las SMAW sering terlihat “gampang” tetapi hasilnya bisa sangat berbeda tergantung teknik dan setting. Salah sedikit, elektroda jadi nempel, spatter berlebihan, bead menggumpal, atau sambungan terlihat rapi tetapi ternyata penetrasinya dangkal. 

Di sisi keselamatan, kerja pengelasan juga termasuk pekerjaan berisiko. Data global dari organisasi ketenagakerjaan menyebut sekitar 2.93 juta pekerja meninggal setiap tahun akibat faktor terkait pekerjaan, dan sekitar 395 juta pekerja mengalami cedera kerja non fatal setiap tahun. 

Angka lain dari lembaga keselamatan kerja juga menyebut sekitar 2,000 kasus cedera mata terkait kerja yang membutuhkan perawatan medis setiap hari di Amerika Serikat. Statistik ini jadi pengingat bahwa target kita bukan hanya rapi, tetapi juga aman.

Di panduan ini, Anda akan belajar cara las listrik yg benar dengan urutan yang mudah diikuti: mulai dari memahami “kawat las” pada SMAW, memilih elektroda dan diameternya, menyetel arus dan polaritas, menyalakan busur, menjaga jarak dan sudut, mengontrol gerakan, sampai membersihkan slag dengan benar. 

Jika Anda butuh cara mengelas yang benar menggunakan las listrik untuk pekerjaan bengkel, konstruksi ringan, atau latihan, artikel ini bisa jadi pegangan praktik.

Pengertian Kawat Las

Di lapangan, istilah “kawat las” untuk las listrik biasanya merujuk pada elektroda SMAW. Elektroda adalah batang logam inti yang dilapisi flux. 

Saat Anda mengelas, inti elektroda ikut meleleh menjadi logam pengisi, sedangkan flux membantu membentuk pelindung pada kolam las dan menghasilkan slag yang menutup permukaan las saat pendinginan.

Poin pentingnya:

  1. Elektroda bukan sekadar “bahan habis pakai”, tetapi penentu karakter busur, penetrasi, dan kemudahan slag lepas.

  2. Setiap jenis elektroda punya rekomendasi arus dan kadang rekomendasi polaritas tertentu.

  3. Karena itu, memahami elektroda adalah langkah awal cara menggunakan las listrik yang benar agar hasil tidak bergantung pada coba coba.

Cara Las Listrik yang Benar

Berikut adalah cara las listrik yang benar, yaitu:

1. Pilih Elektroda yang Sesuai Material

Langkah paling dasar tetapi sering disepelekan. Untuk baja karbon ringan dan latihan umum, banyak welder memilih E6013 karena busurnya cenderung mudah dinyalakan dan lebih mudah dikontrol. 

Untuk kebutuhan lain, pemilihan bisa berbeda tergantung kondisi kerja, posisi, dan tuntutan kekuatan sambungan.

Panduan praktis memilih elektroda:

  1. Baja karbon ringan dan fabrikasi harian: E6013 sering jadi pilihan yang ramah pemula.

  2. Konstruksi umum: E6011 atau E6013 sering dipakai tergantung kebutuhan penetrasi dan kondisi permukaan.

  3. Struktur atau beban lebih berat: E7016 atau E7018 tipe rendah hidrogen sering dipilih, dengan catatan penyimpanan harus kering agar tidak memicu masalah hidrogen.

Setelah jenis, sesuaikan diameter dengan ketebalan material:

  1. Plat tipis: diameter 2.0 mm sampai 2.6 mm

  2. Plat sedang: diameter 3.2 mm

Jika diameter terlalu besar untuk material tipis, panas masuk meningkat, risiko tembus naik, spatter makin banyak, dan kontrol kolam las jadi lebih sulit. Di tahap ini, tujuan Anda membangun dasar cara las listrik yang baik dan benar dari pemilihan yang tepat.

2. Setel Arus (ampere) dengan Benar

Arus yang keliru adalah penyebab utama hasil las terlihat berantakan. Gunakan angka berikut sebagai titik awal, lalu sesuaikan sedikit demi sedikit sampai busur stabil.

Panduan umum untuk elektroda yang sering dipakai:

  1. Elektroda 2.6 mm: sekitar 60 A sampai 90 A

  2. Elektroda 3.2 mm: sekitar 90 A sampai 130 A

Ciri arus terlalu besar:

  1. Logam cepat meleleh dan kolam las sulit dikendalikan

  2. Spatter meningkat

  3. Material tipis bisa bolong

  4. Bead melebar berlebihan dan terlihat “tumpah”

Ciri arus terlalu kecil:

  1. Elektroda sering nempel

  2. Penetrasi dangkal

  3. Bead menggumpal dan tampak menumpuk

  4. Busur sering putus

Catatan penting tentang polaritas:

  1. Jangan menyamakan polaritas untuk semua elektroda.

  2. Lihat rekomendasi pada kemasan elektroda atau lembar data produk, karena ada elektroda yang mendukung AC, ada yang lebih cocok DC, dan ada yang punya performa berbeda di DC positif atau DC negatif.

  3. Jika ragu, mulai dari rekomendasi pabrikan, lalu evaluasi dari stabilitas busur dan bentuk bead.

Jika Anda ingin cepat naik level dalam cara menggunakan las listrik yang baik dan benar, biasakan mengubah setting kecil saja, misalnya naik turun 5 A sampai 10 A, lalu ulangi satu jalur las yang sama untuk membandingkan hasil.

3. Bersihkan Material Sebelum di Las

Permukaan kotor adalah jalan pintas menuju cacat las. Sebelum mengelas, pastikan area sambungan:

  1. Bebas karat tebal

  2. Bebas minyak, gemuk, atau sisa cat

  3. Kering dan tidak lembap

Material kotor bisa menyebabkan:

  1. Porositas

  2. Slag terjebak

  3. Sulit menyatu dengan baik sehingga kekuatan sambungan turun

Langkah sederhana yang sering menyelamatkan hasil:

  1. Gerinda ringan pada area kampuh

  2. Lap minyak dengan cairan pembersih yang sesuai

  3. Pastikan clamp massa menempel pada permukaan logam bersih agar arus stabil

Tahap ini sering jadi pembeda antara “bisa nempel” dan cara mengelas listrik yang benar yang menghasilkan sambungan konsisten.

4. Nyalakan Busur dengan Teknik yang Benar

Banyak pemula menusuk elektroda terlalu keras, akibatnya elektroda menempel dan ujung flux rusak. Gunakan teknik gesek ringan seperti menyalakan korek api.

Tujuan penyalaan yang benar:

  1. Busur cepat stabil

  2. Elektroda tidak menempel

  3. Awal bead lebih rapi dan tidak menggumpal

Jika elektroda tetap sering menempel:

  1. Naikkan arus sedikit

  2. Pastikan ujung elektroda tidak terlalu panjang terkena slag dari percobaan sebelumnya

  3. Pastikan permukaan material bersih dan clamp massa bagus

5. Jaga Jarak Busur (Arc Length)

Jarak ujung elektroda ke logam idealnya kurang lebih setara dengan diameter elektroda. Ini salah satu inti teknik las listrik yang baik dan benar.

Dampak jarak terlalu jauh:

  1. Spatter banyak

  2. Bead kasar dan lebar tidak terkontrol

  3. Busur terasa “berisik” dan tidak stabil

Dampak jarak terlalu dekat:

  1. Elektroda nempel

  2. Busur sering mati

  3. Bead menumpuk dan kurang menyatu

Indikator busur sehat:

  1. Suara stabil dan konsisten

  2. Kolam las mudah dikontrol

  3. Bead terbentuk rata

Latihan terbaik untuk pemula adalah membuat beberapa jalur las lurus di plat latihan sambil fokus menjaga jarak, tanpa memikirkan pola gerak dulu.

6. Atur Sudut Elektroda dengan Tepat

Sudut elektroda memengaruhi penetrasi dan arah aliran slag. Umumnya:

  1. Sudut sekitar 10 derajat sampai 15 derajat dari garis vertikal

  2. Condong ke arah gerakan las

Manfaat sudut yang benar:

  1. Penetrasi lebih merata

  2. Slag terdorong ke belakang sehingga kolam las lebih “bersih”

  3. Bead lebih simetris

Kesalahan umum:

  1. Terlalu tegak, kolam las kurang terkendali dan bead cenderung menumpuk

  2. Terlalu rebah, slag bisa mengganggu kolam las dan hasil jadi kotor

Sudut yang tepat membuat cara mengelas listrik yang baik dan benar terasa lebih mudah karena Anda tidak “melawan” karakter aliran slag.

7. Gerakan Tangan Stabil dan Konsisten

Setelah arus, jarak, dan sudut beres, kunci berikutnya adalah konsistensi gerakan. Ada 2 pendekatan gerakan yang umum dipakai:

  1. Stringer bead atau gerak lurus
    Cocok untuk plat tipis dan sambungan yang tidak terlalu lebar, karena panas lebih terkontrol dan risiko tembus lebih kecil.

  2. Gerak sedikit menyamping untuk sambungan lebih lebar
    Dipakai seperlunya, dengan lebar ayunan kecil agar kolam las tetap terlindungi dan tidak membuat panas berlebihan.

Hindari 2 kebiasaan ini:

  1. Terlalu cepat: hasil las dangkal, sambungan kurang menyatu, bead tampak tipis

  2. Terlalu lambat: material terlalu panas, bead melebar, risiko deformasi dan bolong meningkat

Latihan yang efektif untuk membangun teknik mengelas listrik yang baik dan benar:

  1. Tandai garis lurus di plat latihan

  2. Buat 5 jalur las dengan kecepatan yang sama

  3. Bandingkan lebar bead, tinggi bead, dan jumlah spatter

  4. Sesuaikan sedikit demi sedikit sampai hasil paling stabil

8. Biarkan Slag Dingin Sebelum Dibersihkan

Jangan memukul slag saat masih merah. Selain berbahaya, slag yang masih panas cenderung tidak lepas rapi.

Langkah yang benar:

  1. Tunggu sampai slag mengeras

  2. Ketok ringan dengan palu las

  3. Bersihkan sisa terak dengan sikat kawat

Tanda parameter las sudah mendekati tepat biasanya slag lebih mudah lepas, bead terlihat bersih, dan spatter tidak berlebihan. 

Kebiasaan ini membantu Anda menjaga kualitas jika ingin cara mengelas listrik yang benar diterapkan untuk pekerjaan sungguhan, bukan hanya latihan.

9. Gunakan APD lengkap (WAJIB)

Keselamatan bukan opsi. Minimal gunakan:

  1. Helm las dengan tingkat kegelapan lensa yang sesuai

  2. Sarung tangan las

  3. Apron atau baju lengan panjang berbahan aman untuk panas dan percikan

  4. Sepatu safety

Las listrik menghasilkan:

  1. Sinar kuat yang bisa membahayakan mata dan kulit

  2. Percikan logam panas

  3. Risiko sengatan listrik jika instalasi, kabel, atau lingkungan kerja tidak aman

Tambahan kebiasaan aman yang sering dilupakan:

  1. Pastikan area kerja berventilasi baik

  2. Jauhkan bahan mudah terbakar dari area percikan

  3. Periksa kabel dan konektor sebelum mulai

  4. Jangan mengelas di area basah atau lembap

Jika Anda menargetkan cara menggunakan las listrik dengan baik dan benar, APD adalah syarat utama, bukan pelengkap.

Kesimpulan

Cara las listrik yang benar bukan soal bakat, tetapi soal urutan kerja yang disiplin: pilih elektroda dan diameter sesuai material, setel arus sesuai ukuran elektroda, pastikan material bersih, nyalakan busur dengan teknik yang tepat, jaga jarak dan sudut, lalu gerakkan tangan stabil dengan kecepatan konsisten. Terakhir, bersihkan slag saat sudah dingin dan jangan pernah mengabaikan APD. 

Dengan pola ini, Anda akan lebih cepat menguasai cara las listrik yang baik dan benar, cara mengelas listrik yang baik dan benar, dan cara menggunakan las listrik yang benar tanpa buang banyak elektroda untuk coba coba.

Pemilihan elektroda yang tepat akan sangat membantu hasil las lebih stabil, rapi, dan minim cacat. 

Di Intan Pertiwi Industri, kami menghadirkan rangkaian elektroda dan kawat las KOBELCO untuk kebutuhan pengelasan di bengkel maupun proyek, lengkap dengan informasi produk serta dukungan teknis agar Anda bisa menentukan consumable yang paling sesuai untuk material dan aplikasinya.

FAQs

Kenapa elektroda las listrik sering nempel saat mengelas?

Elektroda sering nempel biasanya karena arus terlalu kecil, jarak busur terlalu dekat, atau teknik penyalaan busur masih salah. Pastikan ampere sesuai diameter elektroda, nyalakan busur dengan teknik gesek ringan, dan jaga arc length kira kira setara diameter elektroda agar busur stabil.

Sebagai panduan awal, elektroda 2.6 mm umumnya cocok di kisaran 60 A sampai 90 A, sedangkan elektroda 3.2 mm umumnya di kisaran 90 A sampai 130 A. Setelah itu, sesuaikan sedikit demi sedikit berdasarkan stabilitas busur, bentuk bead, dan kondisi material agar hasil lebih konsisten.

Ya, pembersihan wajib dilakukan karena karat, minyak, cat, dan kelembapan bisa memicu porositas, slag terjebak, dan sambungan kurang menyatu. Minimal lakukan gerinda ringan di area sambungan, bersihkan minyak, dan pastikan clamp massa menempel pada logam yang bersih supaya arus stabil.

Gunakan kombinasi parameter yang tepat: pilih diameter elektroda sesuai tebal plat, setel ampere sesuai rekomendasi, jaga jarak busur stabil, dan atur sudut elektroda sekitar 10 derajat sampai 15 derajat ke arah gerakan. Selain itu, jaga kecepatan gerak tangan agar tidak terlalu cepat atau terlalu lambat supaya kolam las tetap terkendali.

Slag sebaiknya dibersihkan setelah dingin dan mengeras, bukan saat masih merah. Tunggu beberapa saat, ketok ringan dengan palu las, lalu bersihkan sisa terak menggunakan sikat kawat. Slag yang mudah lepas biasanya menandakan arus, jarak busur, dan sudut elektroda sudah mendekati benar.

Artikel Lainnya

Sertifikat ISO

ISO 9001:2015

ISO 14001:2015

© 2026, PT. Intan Pertiwi Industri | Semua Hak Cipta Dilindungi.

Social Sticky