Pelajari Fungsi Elektroda Las beserta peran inti dan salutan, pengaruh pada posisi las, rentang arus yang disarankan, dan cara mencegah cacat umum.
Elektroda adalah pusat kendali dalam proses pengelasan busur listrik manual. Kualitas sambungan sangat dipengaruhi oleh apa yang terjadi di ujung elektroda saat busur menyala.
Artikel ini membahas fungsi inti elektroda serta fungsi salutan, dampaknya pada posisi las, cara memilih elektroda sesuai proyek, hingga panduan arus praktik dan troubleshooting.
Tujuannya agar welder, supervisor, dan engineer memahami sebab akibat di balik permukaan manik las yang rapi, kuat, dan bebas cacat.
Table of Contents
ToggleApa Itu Elektroda Las untuk SMAW?
Pada proses SMAW, elektroda terdiri dari inti kawat logam dan salutan yang menyelimuti bagian luar. Inti memasok logam pengisi.
Salutan bertugas menjaga kestabilan busur, melindungi kolam las dari gangguan atmosfer, dan membantu reaksi metalurgi yang sehat.
Kombinasi komposisi inti dan salutan menentukan karakter busur, kemudahan operasi, penembusan, kecepatan, serta penampilan terak dan manik.
Peran Inti dan Salutan
Inti menyuplai logam ke sambungan, memengaruhi kekuatan, ketangguhan, dan kecocokan komposisi dengan logam dasar.
Salutan menghasilkan gas pelindung, membentuk terak, menstabilkan busur, mengikat oksida, menambahkan unsur paduan, dan mengelola kadar hidrogen yang berdifusi.
Fungsi Elektroda Las
Fungsi elektroda las menentukan kualitas sambungan sejak busur pertama menyala. Di dalamnya ada peran inti yang memasok logam pengisi dan ada peran salutan yang menstabilkan busur, melindungi kolam, serta membantu reaksi metalurgi.
Bagian ini menjelaskan peran elektroda dalam membentuk kualitas sambungan sejak busur pertama menyala.
Di dalam satu batang, inti memasok logam pengisi sementara salutan mengatur stabilitas busur, melindungi kolam, dan membantu reaksi metalurgi agar manik rapi serta kuat.
Untuk memudahkan pemahaman, pembahasan dibagi menjadi dua kelompok utama yaitu fungsi inti elektroda dan fungsi salutan elektroda yang bersama sama menentukan penembusan, kontrol kolam, produktivitas, dan ketahanan terhadap cacat.
4 Fungsi Inti Elektroda
Transfer logam pengisi yang konsisten sehingga celah terisi terkendali.
Menentukan komposisi hasil las agar sifat mekanik sesuai kebutuhan pekerjaan.
Menjadi konduktor arus yang andal sehingga busur menyala stabil.
Mengatur laju peleburan yang berpengaruh pada kecepatan kerja dan kontrol kolam.
7 Fungsi Salutan Elektroda
Membentuk gas pelindung yang mengusir oksigen dan nitrogen dari kolam las.
Membentuk terak yang menutup kolam, memperlambat pendinginan, dan memudahkan pembersihan.
Menstabilkan busur sehingga penyalaan dan keberlanjutan busur halus serta mudah diawasi.
Mengikat oksida dan pengotor melalui reaksi deoksidasi sehingga manik lebih bersih.
Menambah unsur paduan untuk menyesuaikan sifat mekanik serta ketahanan aus atau korosi.
Mengatur ionisasi agar aliran arus dan stabilitas busur terjaga.
Mengendalikan kelembapan untuk menekan kandungan hidrogen yang dapat memicu retak.
Jenis Salutan Elektroda dan Dampaknya pada Hasil Las
Rutile untuk kemudahan operasi sehari hari
Contoh yang populer adalah kawat las RB 26. Rutile dikenal mudah dinyalakan kembali, memiliki tampilan manik halus, slag relatif mudah terkelupas, dan cocok untuk banyak aplikasi fabrikasi umum.
Cocok untuk pengelasan posisi datar dan horizontal serta dapat dipakai pada vertikal dengan teknik yang tepat.
Low hydrogen untuk ketahanan retak pada material menantang
Seri LB seperti kawat las LB 52, kawat las LB 52 18, dan kawat las LB 52U dirancang untuk menekan hidrogen yang berdifusi. Keunggulannya terasa pada material tebal dan kekuatan tinggi yang rentan retak daerah pengaruh panas.
Pengeringan dan penyimpanan yang benar sangat penting agar manfaat rendah hidrogen tetap terjaga.
Selulosa untuk penetrasi tinggi dan kecepatan
Elektroda selulosa seperti 6010 terkenal dengan penetrasi tajam dan cocok untuk pipa terutama gerak vertikal turun. Karakter busurnya lincah dan cepat, namun memerlukan keterampilan pengendalian kolam yang baik.
Pengaruh Fungsi Elektroda terhadap Posisi Las
- Datar dan horizontal
Rutile memberi permukaan manik rapi dan slag mudah lepas. Low hydrogen memberikan sifat mekanik yang unggul pada struktur kritis.
- Vertikal naik dan vertikal turun
Vertikal naik memerlukan kontrol kolam yang baik serta salutan yang membantu penyanggaan kolam. Low hydrogen sering dipilih untuk sambungan kritis. Vertikal turun mengutamakan kecepatan, selulosa unggul di sini.
- Di atas kepala
Dibutuhkan kolam yang terkendali dan slag yang tidak mengganggu pandangan. Low hydrogen dan rutile bisa bekerja dengan baik jika arus dan teknik diatur tepat.
Cara Memilih Elektroda Sesuai Material dan Tujuan Proyek

Baja karbon dan kekuatan menengah
Rutile seperti RB 26 ideal untuk fabrikasi umum dan pekerjaan harian yang menuntut kecepatan dan kerapian.Material tebal atau kekuatan tinggi
Pilih low hydrogen seperti LB 52, LB 52 18, atau LB 52U untuk mereduksi risiko retak akibat hidrogen. Sertakan prosedur pemanasan awal saat dibutuhkan.Pipa dan aplikasi lapangan yang menuntut kecepatan
Selulosa seperti 6010 menyajikan penetrasi tinggi dan progres cepat, khususnya pada vertikal turun.Pertimbangan produktivitas vs kualitas tertinggi
Jika target utama adalah produktivitas, fokus pada gerak yang cepat dan selulosa. Jika target utama adalah sifat mekanik dan ketahanan retak, utamakan low hydrogen.
Rekomendasi Arus Praktik per Tipe dan Diameter
Gunakan nilai awal yang masuk akal, lalu sesuaikan dari tampilan kolam, suara busur, dan ketebalan benda kerja. Nilai berikut adalah rentang umum untuk mesin dan kabel yang sehat. Satuan arus dalam ampere.
Kawat Las RB 26
Diameter 2,6 milimeter
Datar dan horizontal: 60 sampai 85
Vertikal naik: 60 sampai 85
Di atas kepala: 65 sampai 85
Diameter 3,2 milimeter
Datar dan horizontal: 80 sampai 110
Vertikal naik: 80 sampai 110
Di atas kepala: 85 sampai 110
Diameter 4 milimeter
Datar dan horizontal: 105 sampai 140
Vertikal naik: 100 sampai 130
Di atas kepala: 95 sampai 130
Kawat Las LB 52 18
Diameter 2,6 milimeter
Datar dan horizontal: 70 sampai 90
Vertikal naik: 65 sampai 85
Di atas kepala: 70 sampai 90
Diameter 3,2 milimeter
Datar dan horizontal: 90 sampai 115
Vertikal naik: 80 sampai 110
Di atas kepala: 90 sampai 115
Diameter 4 milimeter
Datar dan horizontal: 120 sampai 150
Vertikal naik: 105 sampai 140
Di atas kepala: 100 sampai 135
Kawat Las Kelas 6010
Diameter 3,2 milimeter
Datar dan horizontal: 80 sampai 105
Vertikal turun: 80 sampai 105
Vertikal naik: 85 sampai 105
Di atas kepala: 85 sampai 105
Catatan penting
Mulai dari tengah rentang lalu naik atau turun sedikit demi sedikit.
Jaga jarak busur pendek untuk rutile dan low hydrogen.
Untuk selulosa pada vertikal turun, pertahankan gerak halus dan konsisten.
Pastikan kabel massa bersih, penjepit kencang, dan sambungan listrik tidak longgar.
Butuh referensi produk resminya? Lihat koleksi kawat las kobe steel sebelum finalisasi parameter dan prosedur.
Troubleshooting Cepat: Gejala, Penyebab, Solusi
Porositas pada manik
Penyebab umum: kelembapan pada salutan, permukaan kotor, arus terlalu rendah.
Solusi: keringkan elektroda sesuai petunjuk, bersihkan permukaan dari karat dan minyak, naikkan arus secara bertahap.
Slag sulit terkelupas
Penyebab umum: sudut elektroda kurang tepat, kecepatan gerak tidak seragam, arus tidak sesuai.
Solusi: setel sudut dorong atau tarik sesuai posisi, stabilkan kecepatan tangan, sesuaikan arus hingga kolam terlihat stabil.
Undercut di tepi manik
Penyebab umum: arus berlebihan, gerak terlalu cepat, ayunan berlebihan.
Solusi: turunkan arus, perlambat sedikit, gunakan ayunan kecil dan terkontrol.
Penetrasi kurang
Penyebab umum: arus rendah, sudut salah, laju gerak terlalu lambat yang menumpuk logam di permukaan.
Solusi: naikkan arus secukupnya, perbaiki sudut, percepat sedikit agar panas masuk ke akar.
Retak daerah pengaruh panas
Penyebab umum: hidrogen berdifusi tinggi, pendinginan terlalu cepat, material tebal dan keras.
Solusi: pilih low hydrogen, lakukan pemanasan awal jika perlu, simpan elektroda dalam oven penyimpan.
Setelah memahami peran dan karakter elektroda, terapkan pada kasus nyata dengan membaca ukuran kawat las untuk besi tipis agar pemilihan diameter lebih tepat dan risiko tembus dapat diminimalkan.
Penyimpanan dan Pengeringan Elektroda
Simpan elektroda dalam kemasan rapat sebelum dibuka.
Untuk seri low hydrogen, gunakan oven penyimpan pada suhu yang direkomendasikan pabrikan.
Lakukan pengeringan ulang sesuai petunjuk ketika kemasan terbuka lama atau terpapar udara lembap.
Catat waktu masuk dan keluar oven agar konsisten.
Gunakan wadah bawa yang hangat saat kerja lapangan pada cuaca lembap.
Studi Kasus Singkat
Kasus satu
Sambungan pelat tebal menunjukkan retak halus di dekat akar setelah pendinginan. Penggantian ke seri low hydrogen, penerapan pemanasan awal ringan, dan penyesuaian arus di rentang menengah berhasil menghilangkan retak pada percobaan berikutnya.
Kasus dua
Terak menempel keras saat memakai rutile untuk vertikal naik. Setelah sudut elektroda diperbaiki, arus dinaikkan sedikit, dan ayunan dibuat kecil dan konsisten, slag lepas dengan ketukan ringan dan permukaan manik tampak lebih bersih.
Jika kamu ingin menerapkan konsep pada studi kasus nyata, lanjutkan ke cara menghitung kebutuhan kawat las untuk pipa untuk langkah perhitungan, rumus sederhana, contoh angka, dan tips efisiensi di lapangan.
Rekomendasi Produk Terkait
RB 26 untuk fabrikasi umum, manik rapi, dan kemudahan operasi.
LB 52, LB 52 18, LB 52U untuk struktur kritis dan material tebal yang membutuhkan kendali hidrogen.
Kelas 6010 untuk pipa dan pekerjaan vertikal turun yang mengejar kecepatan dan penetrasi.
Butuh rekomendasi yang pas untuk proyek Anda? Silakan hubungi tim melalui WhatsApp pada tautan yang tersedia di halaman.
Ringkasan Praktis
Fungsi inti dan salutan bekerja bersama untuk menjaga busur stabil, melindungi kolam, memperbaiki metalurgi, serta menghasilkan manik yang rapi dan kuat.
Pilih rutile untuk kemudahan, low hydrogen untuk struktur kritis, selulosa untuk pipa dan laju cepat.
Atur arus pada rentang yang wajar, jaga sudut serta jarak busur, dan latihan pola gerak yang konsisten.
Simpan elektroda dengan disiplin agar manfaat teknis tidak hilang karena kelembapan.
FAQ Fungsi Elektroda Las
Apa fungsi utama salutan elektroda?
Salutan menghasilkan gas pelindung dan terak, menstabilkan busur, mengikat oksida, menambah unsur paduan, serta membantu pengendalian kelembapan agar kadar hidrogen yang berdifusi tetap rendah.
Mengapa seri low hydrogen menekan potensi retak?
Karena kandungan hidrogen yang masuk ke logam las lebih rendah. Pada material tebal dan kekuatan tinggi, hal ini mengurangi peluang retak. Tetap pertimbangkan pemanasan awal serta pendinginan terkendali.
Kapan memilih vertikal naik dan kapan vertikal turun?
Vertikal naik memberi kendali kolam lebih baik dan penembusan yang memadai untuk ketebalan sedang hingga tebal. Vertikal turun lebih cepat untuk pelat tipis namun memerlukan keterampilan tinggi agar tidak kehilangan fusi.
Berapa arus awal yang aman untuk RB 26 diameter tiga koma dua milimeter pada vertikal?
Mulai dari delapan puluh sampai seratus sepuluh. Sesuaikan berdasarkan penampilan kolam, suara busur, dan percikan yang terlihat.
Mengapa slag sulit lepas meski arus terasa cukup?
Periksa sudut elektroda, kecepatan tangan, dan jarak busur. Jika masih sulit, naikkan arus sedikit atau perbaiki pola ayunan agar kolam dan terak membentuk lapisan yang tepat.






