Pelajari cara mengelas besi tipis agar tidak tembus dan tidak melintir. Panduan persiapan, jenis kawat las, teknik tack dan stitch, kontrol panas, backing, setting dasar SMAW MIG TIG, serta troubleshooting untuk pekerjaan bengkel dan proyek.
Mengelas besi tipis adalah pekerjaan yang terlihat sederhana, tetapi sering menjadi sumber rework di bengkel. Sedikit saja panas berlebih, material bisa tembus.
Jika urutan pengelasan tidak tepat, rangka bisa melintir dan dimensinya berubah. Karena itu, cara mengelas besi tipis membutuhkan pendekatan yang berbeda dari material tebal.
Fokusnya bukan mengejar panjang tarikan, tetapi menjaga kontrol panas, menjaga sambungan tetap rapat, dan membagi panas secara merata.
Artikel ini disusun untuk kebutuhan pembaca pemula sampai menengah seperti teknisi bengkel, tim maintenance, siswa vokasi, dan pelaku fabrikasi ringan yang ingin hasil rapi dan konsisten.
Table of Contents
ToggleKenapa Besi Tipis Mudah Bolong Saat di Las?
Masalah bolong atau tembus umumnya terjadi karena panas yang terkumpul lebih cepat daripada kemampuan material untuk menahan kolam las. Ada 4 penyebab utama yang paling sering ditemui.
- Heat input terlalu besar
Heat input dipengaruhi oleh arus, tegangan, dan lama Anda menahan busur di satu titik. Pada besi tipis, toleransinya sempit. - Gap sambungan terlalu besar
Celah yang lebar membuat logam cair mudah jatuh dan membentuk lubang. Celah yang tidak seragam juga membuat hasil tidak konsisten. - Kecepatan gerak terlalu lambat
Saat Anda bergerak lambat, panas menumpuk. Ini memperbesar risiko burn through dan memperparah distorsi. - Kontrol busur dan sudut kurang tepat
Arc length terlalu panjang dan sudut yang kurang tepat bisa membuat penetrasi tidak terkendali atau area panas melebar.
Persiapan Sebelum Mengelas Besi Tipis
Persiapan menentukan produktivitas dan stabilitas kualitas. Di material tipis, persiapan sering lebih penting daripada menaikkan setting mesin.
Pastikan jenis material dan ketebalan
Kenali apakah yang Anda las adalah plat tipis, hollow tipis, atau pipa tipis. Material dengan ketebalan lebih tipis membutuhkan pembagian panas yang lebih ketat dan jarak tack yang lebih rapat.
Jika material memiliki lapisan cat, karat, atau galvanis, bersihkan area sambungan untuk mengurangi porositas dan ketidakstabilan busur.
Bersihkan permukaan sampai logam bersih
Bersihkan karat, cat, oli, dan debu minimal di area yang akan dilas. Permukaan kotor sering menjadi penyebab porositas dan percikan berlebih.
Untuk produksi, kebersihan juga membuat arc lebih stabil dan hasil lebih seragam antar operator.
Atur fit up rapat dan celah seragam
Target terbaik untuk besi tipis adalah sambungan rapat. Jika celah tidak bisa dihindari, buat sekecil mungkin dan seragam. Celah yang berubah ubah membuat Anda sulit menjaga bentuk kolam las.
Gunakan clamp dan jig
Besi tipis mudah berubah bentuk saat panas masuk. Clamp dan jig membantu menjaga alignment dan mengurangi distorsi. Pastikan penjepitan dekat area sambungan, terutama pada rangka hollow.
Siapkan backing dan heat sink bila perlu
Backing membantu menahan kolam las dan menyerap panas. Tembaga dan aluminium sering digunakan karena konduktivitas panas tinggi.
Dalam praktik bengkel, backing menjadi solusi efektif saat ketebalan sangat tipis atau sambungan butt memiliki celah yang sulit ditutup rapat.
Pilih Proses Las yang Paling Sesuai untuk Besi Tipis
Pemilihan proses akan memengaruhi kemudahan kontrol panas, kecepatan kerja, dan kualitas tampilan.
MIG untuk produktivitas dan kemudahan kontrol
MIG sering menjadi pilihan utama untuk fabrikasi besi tipis karena prosesnya stabil, cepat, dan lebih mudah dipelajari dibanding proses lain.
Pengendalian panas dilakukan melalui keseimbangan tegangan dan kecepatan umpan kawat, serta teknik stitch yang disiplin.
TIG untuk hasil paling rapi dan kontrol panas halus
TIG cocok untuk pekerjaan yang menuntut presisi dan tampilan rapi. Kontrol panas lebih halus karena filler ditambahkan terpisah. Kekurangannya ada pada kecepatan kerja dan kebutuhan skill operator.
SMAW bisa digunakan tetapi perlu teknik khusus
Pengelasan SMAW dapat dipakai untuk besi tipis, terutama jika fasilitas di lapangan hanya tersedia mesin las listrik.
Tantangannya adalah menjaga busur stabil pada panas rendah. Kuncinya adalah memilih diameter elektroda kecil dan menggunakan tack berulang, bukan tarikan panjang.
Prinsip Setting Aman untuk Mengelas Besi Tipis
Tidak ada satu angka yang selalu tepat untuk semua mesin dan semua kondisi. Namun, ada prinsip yang selalu relevan untuk menekan risiko bolong dan distorsi.
Mulai dari panas serendah mungkin yang masih stabil
Jika busur tidak stabil, naikkan sedikit demi sedikit sampai stabil.Jaga busur pendek
Busur pendek membantu mengarahkan panas lebih terkontrol dan mengurangi risiko pemanasan berlebihan di area luas.Gunakan jahitan pendek
Besi tipis lebih aman dilas dengan jahitan pendek dan jeda, bukan tarikan panjang.Seimbangkan urutan pengelasan
Jangan selesaikan satu sisi panjang terlebih dahulu. Bagi panas ke beberapa titik agar tarikan menyebar merata.
Cara Mengelas Besi Tipis Agar Tidak Bolong
Bagian ini adalah alur kerja yang bisa langsung dipraktikkan di bengkel.
1. Siapkan posisi kerja dan tumpuan tangan
Stabilitas tangan sangat menentukan. Jika posisi tidak stabil, operator cenderung menahan busur lebih lama untuk mengejar bentuk, dan ini meningkatkan risiko tembus. Pastikan Anda punya tumpuan dan sudut pandang yang jelas.
2. Lakukan tack weld sebagai pengunci utama
Pada besi tipis, tack bukan sekadar titik pengikat. Tack adalah strategi utama untuk mengontrol distorsi dan membagi panas.
Urutan tack yang efektif
Buat tack di ujung pertama
Buat tack di ujung kedua
Buat tack di bagian tengah
Tambahkan tack di titik lain sampai sambungan terkunci rapat
Semakin tipis material, semakin rapat jarak tack yang dibutuhkan agar bentuk tidak berubah saat proses pengisian.
3. Gunakan teknik stitch dan skip untuk membagi panas
Stitch adalah pengelasan dengan jahitan pendek. Skip adalah berpindah lokasi antar jahitan agar area yang baru dilas sempat turun temperatur.
Contoh pola kerja yang aman
Las pendek di titik A
Pindah ke titik B yang berjarak
Pindah ke titik C
Kembali ke titik A saat area sudah lebih dingin
Teknik ini efektif untuk hollow, plat tipis, dan sambungan panjang.
4. Kontrol heat input dengan kecepatan gerak dan jarak busur
Bila mulai terlihat tanda tanda panas berlebih, segera koreksi dengan 2 cara yang paling cepat dilakukan operator
Percepat gerak
Pendekkan busur
Untuk MIG, jaga jarak ujung nozzle dan kawat tetap konsisten. Untuk SMAW, jaga arc length pendek agar panas tidak liar. Untuk TIG, jaga kontrol arc dan tambah filler secukupnya tanpa menahan terlalu lama.
5. Gunakan backing bila material sangat tipis atau ada gap
Jika Anda melihat kolam mulai turun atau area mulai melemah, backing dapat menjadi penyelamat. Tempelkan backing rapat di belakang sambungan.
Backing membantu menyerap panas dan menahan logam cair sehingga risiko tembus turun signifikan.
6. Inspeksi visual dan koreksi dini
Jangan menunggu sampai selesai satu sisi panjang. Hentikan sejenak dan cek bentuk, cek kelurusan, dan cek apakah ada titik yang mulai tipis atau berubah warna berlebihan. Koreksi dini lebih cepat dan lebih murah daripada perbaikan akhir.
Teknik Praktis Berdasarkan Kasus yang Paling Sering Dicari
Cara mengelas hollow tipis untuk pagar dan kanopi
Hollow tipis mudah melintir karena dindingnya tipis dan bentuknya tertutup. Gunakan pendekatan berikut
Clamp pada 2 sisi untuk menjaga sudut
Tack di 4 titik pada sambungan sudut
Lakukan stitch pendek dan berpindah sisi secara bergantian
Hindari menyelesaikan satu sisi sebelum sisi lain
Tujuannya adalah menyeimbangkan tarikan panas agar rangka tetap lurus.
Cara mengelas plat tipis sambungan butt
Sambungan butt di plat tipis paling rawan tembus. Strategi aman
Pastikan fit up rapat
Gunakan backing jika memungkinkan
Tack rapat sepanjang sambungan
Isi sambungan dengan stitch pendek dan jeda
Cara mengelas pipa tipis agar tidak bocor
Untuk pipa tipis, kebersihan dan kontrol panas menjadi sangat penting. Pastikan pipa bersih dan kering.
Untuk aplikasi yang menuntut sambungan rapat dan risiko bocor minimal, TIG sering dipilih karena kontrol penetrasi lebih presisi. Apa pun prosesnya, hindari menahan busur pada satu titik.
Troubleshooting Masalah Umum dan Solusinya
Las tembus atau bolong
Penyebab umum
Panas terlalu tinggi
Gap terlalu lebar
Menahan busur terlalu lama
Solusi praktis
Turunkan panas dan lakukan uji pada scrap
Rapatkan sambungan dan perbanyak tack
Gunakan stitch lebih pendek dan jeda
Tambahkan backing atau heat sink
Jika sudah bolong, tutup dengan tack kecil bertahap mengelilingi lubang, lalu isi perlahan
Material melintir atau gelombang
Penyebab umum
Urutan pengelasan tidak seimbang
Tack terlalu jarang
Kurang clamp
Solusi praktis
Tambahkan clamp dan jig
Perbanyak tack
Gunakan skip agar panas tidak menumpuk di satu area
Las bergantian di sisi yang berlawanan
Porositas atau keropos
Penyebab umum
Permukaan kotor
Gas pelindung terganggu pada MIG atau TIG
Kontaminasi dari cat atau galvanis
Solusi praktis
Bersihkan material sampai logam bersih
Pastikan aliran gas stabil dan area tidak terkena hembusan angin
Cek kondisi nozzle dan jalur gas
Pastikan consumable dan material dalam kondisi baik
Tidak nyatu atau lack of fusion
Ini sering muncul saat operator menurunkan panas terlalu jauh karena takut bolong. Hasilnya bead menempel di permukaan tanpa fusi cukup.
Solusi praktis
Naikkan panas sedikit demi sedikit sampai busur stabil dan fusi terjadi
Perbaiki sudut agar panas masuk ke kedua sisi sambungan
Pastikan permukaan bersih dan fit up rapat
Rekomendasi Kawat Las untuk Mengelas Besi Tipis

Untuk besi tipis, prioritasnya adalah kawat las elektroda yang busurnya lembut, mudah dinyalakan, slag mudah lepas, dan membantu operator mengontrol panas supaya tidak mudah tembus.
Dari produk yang tersedia di intanpertiwi.co.id, rekomendasi paling relevan untuk pekerjaan besi tipis berbasis SMAW adalah RB 26 dan MS 77 karena keduanya merupakan elektroda rutile klasifikasi AWS A5.1 E6013 yang dikenal mudah dipakai untuk fabrikasi ringan, termasuk pelat tipis jika diameter dan arusnya disetel tepat.
1. Kawat Las RB-26 KOBELCO
RB 26 direkomendasikan saat target Anda adalah pekerjaan harian fabrikasi ringan pada baja karbon rendah, dengan kebutuhan penyalaan mudah, percikan lebih terkendali, dan slag yang mudah terkelupas.
Karakter busur yang lembut dan stabil membantu mengurangi risiko panas menumpuk di satu titik, sehingga lebih aman untuk material tipis selama Anda memakai teknik tack dan stitch serta memilih diameter yang sesuai.
Lihat Produk : Kawat Las RB-26 KOBELCO
2. Kawat Las MS-77 KOBELCO
MS 77 cocok untuk pengelasan mild steel dan sering dipilih ketika Anda butuh rasa busur yang stabil dan proses pembersihan slag yang mudah.
Di halaman produk, MS 77 juga disebut sesuai untuk proyek yang membutuhkan ketepatan dan efisiensi, terutama pada plat tipis, sehingga relevan untuk rangka ringan, bracket, dan pekerjaan bengkel yang mengutamakan tampilan bead rapi
Lihat Produk : Kawat Las MS-77 KOBELCO
Panduan Memilih Consumable untuk Besi Tipis
Pemilihan consumable yang tepat membantu konsistensi kualitas dan mengurangi variasi hasil antar operator. Untuk besi tipis, prioritasnya adalah stabilitas busur dan kemudahan kontrol panas sesuai proses.
Untuk SMAW pada besi tipis
Gunakan diameter elektroda yang lebih kecil agar panas lebih mudah dikendalikan. Ikuti rekomendasi arus dari pabrikan elektroda dan lakukan uji pada material sejenis sebelum produksi.Untuk MIG pada besi tipis
Pilih kawat dengan stabilitas umpan baik dan arc yang konsisten. Pastikan kombinasi parameter memberi transfer yang stabil, spatter terkendali, dan bead rapi.Untuk TIG pada besi tipis
Gunakan filler mild steel yang konsisten dan teknik penambahan filler yang tidak menahan busur terlalu lama di satu titik.
Sebagai produsen dan manufaktur consumable pengelasan serta penyedia produk KOBELCO, Intan Pertiwi Industri dapat membantu pemilihan elektroda atau kawat las sesuai ketebalan, posisi, dan target kualitas.
Untuk kebutuhan proyek, pendekatan terbaik adalah menyelaraskan pemilihan consumable dengan prosedur internal dan rekomendasi teknis produk agar hasil stabil dari awal sampai akhir pekerjaan.
Checklist Cepat Sebelum Mulai Mengelas Besi Tipis
Permukaan bersih dari karat, cat, dan oli
Fit up rapat dan celah seragam
Clamp terpasang dekat sambungan
Tack rapat untuk mengunci bentuk
Gunakan stitch dan skip
Busur pendek dan gerak stabil
Backing disiapkan untuk material sangat tipis
Cek kelurusan secara berkala
Penutup
Cara mengelas besi tipis yang efektif selalu berangkat dari 3 hal. Persiapan sambungan yang rapat, pembagian panas lewat tack dan stitch, serta kontrol busur yang disiplin.
Jika Anda menerapkan urutan kerja yang benar dan melakukan uji singkat pada scrap sebelum mulai produksi, risiko bolong dan distorsi bisa turun drastis, sekaligus meningkatkan konsistensi hasil untuk kebutuhan bengkel maupun proyek.
FAQs Cara Las Besi Tipis
Apakah besi tipis bisa dilas listrik?
Bisa. Kuncinya memilih diameter elektroda kecil, menjaga busur pendek, dan memakai teknik tack serta stitch agar panas tidak menumpuk.
Lebih mudah MIG atau TIG untuk besi tipis?
MIG biasanya lebih cepat dan produktif untuk fabrikasi. TIG memberi kontrol panas lebih halus dan hasil rapi, tetapi membutuhkan skill lebih tinggi dan tempo kerja lebih lambat.
Kenapa sudah panas rendah tetap bolong?
Biasanya karena celah sambungan terlalu besar, kecepatan gerak terlalu lambat, atau Anda menahan busur di satu titik. Rapatkan fit up, perbanyak tack, gunakan stitch, dan tambahkan backing bila perlu.
Bagaimana mencegah distorsi pada hollow tipis?
Gunakan clamp dan jig, tack rapat, urutan pengelasan seimbang, dan lakukan skip agar panas menyebar.






