LB-52-18: Kawat Las Low Hydrogen Andal untuk Infrastruktur Modern

Las, menurut Deutsche Industrie Normen (DIN), adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam paduan yang dilakukan dalam keadaan cair. Proses ini menggabungkan bahan dengan jenis yang sama menjadi satu sambungan melalui ikatan kimia yang dihasilkan dari pemakaian panas dan tekanan. Dalam konteks ini, pemilihan elektroda atau kawat las yang tepat bukan hanya pertimbangan teknis operasional, tetapi juga aspek fundamental dalam desain rekayasa. Permintaan terhadap material konstruksi dengan kekuatan tinggi dan ketangguhan yang unggul, khususnya baja tarik tinggi (High Strength Low Alloy/HSLA), terus meningkat seiring dengan kompleksitas desain teknik sipil dan mesin. Namun, peningkatan kekuatan material dasar seringkali diiringi oleh tantangan tersendiri dalam proses penyambungannya, terutama kerentanan terhadap pembentukan cacat seperti retak hidrogen (Hydrogen-Induced Cracking/HIC) dan penurunan ketangguhan di Zona Terpengaruh Panas (Heat-Affected Zone/HAZ). Oleh karena itu, pemilihan consumable pengelasan yang kompatibel dan superior tidak dapat dianggap remeh; ia merupakan keputusan rekayasa yang fundamental. Kawat las berpelapis jenis low hydrogen, khususnya yang diklasifikasikan dalam spesifikasi AWS A5.1 sebagai E7018, telah lama diakui sebagai solusi utama untuk tantangan ini. Produk seperti LB-52-18, yang merupakan representasi dari klasifikasi tersebut, dirancang secara spesifik untuk mengelas baja dengan kekuatan tarik minimal 50 kgf/mm2 (sekitar 490 MPa), dengan janji karakteristik deposit las yang ulet dan tahan retak. Esai ini bermaksud untuk mengkaji secara mendalam pengaplikasian kawat las LB-52-18 (E7018) dengan mendasarkan analisis pada prinsip-prinsip metalurgi pengelasan dan mengintegrasikan temuan-temuan empiris dari berbagai penelitian yang dipublikasikan melalui literature review. Tujuannya adalah untuk membangun pemahaman yang komprehensif mengenai mengapa dan bagaimana properti low hydrogen, ketangguhan, serta kemudahan operasional dari elektroda ini menjadikannya pilihan yang indispensable dalam membangun infrastruktur kritis, mulai dari kapal laut, jembatan, gedung pencakar langit, hingga bejana tekan yang dituntut untuk bertahan di bawah kondisi pembebanan statis dan dinamis yang ekstrem sepanjang siklus hidupnya. Isi Akar dari kinerja superior LB-52-18 terletak pada komposisi kimiawi pelapisnya yang bersifat basic atau rendah hidrogen. Konsep low hydrogen electrode dikembangkan secara spesifik untuk memitigasi risiko HIC, yang merupakan salah satu kegagalan paling berbahaya dan sering tersembunyi dalam pengelasan baja kekuatan tinggi. Hidrogen dapat memasuki logam cair dari berbagai sumber selama pengelasan, termasuk kelembaban pada fluks elektroda, hidrokarbon di permukaan material, atau uap air di atmosfer (Park et al., 2021). Atom hidrogen yang terlarut ini kemudian bermigrasi dan terkumpul di daerah dengan tegangan triaksial tinggi, seperti di ujung cacat mikroskopis atau di HAZ, hingga tekanan internal yang dihasilkannya melebihi kekuatan material, menyebabkan retakan yang tiba-tiba dan getas. Elektroda E7018 seperti LB-52-18 dirancang dengan fluks yang menggunakan senyawa kalsium karbonat (CaCO3) dan fluorspar (CaF2) sebagai komponen utama, yang menghasilkan atmosira pelindung yang minim hidrogen selama proses. Retak dingin pada sambungan las baja berkekuatan tinggi disebabkan oleh kombinasi hidrogen terdifusi, struktur mikro las yang getas akibat pendinginan cepat, dan tegangan sisa, serta dapat dicegah melalui pemanasan awal logam dasar dan penggunaan bahan las berkadar hidrogen rendah untuk menghasilkan struktur yang lebih lentur dan memungkinkan hidrogen keluar dari daerah las (Tawengi, 2022). Ini menjadikan LB-52-18 bukan hanya sebuah produk, melainkan sebuah bentuk asuransi teknis terhadap kegagalan katastropik yang tertunda. Gambar 1. Diagram skematik yang menunjukkan dimensi sampel las untuk uji HIC sesuai dengan metode standar NACE TM0284; HIC yang terdeteksi secara ultrasonik pada sampel tidak las dan sampel las setelah uji HIC. (Sumber : Park et al., 2021) Lebih lanjut, karakteristik “keuletan istimewa” yang diklaim oleh produk ini dapat dijelaskan melalui metalurgi dari deposit las itu sendiri. Deposit las dari elektroda E7018 umumnya menghasilkan mikrostruktur yang halus dan liat, sering didominasi oleh fase ferit dengan butiran yang halus. Kehalusan butir ini adalah faktor penentu utama dalam meningkatkan ketangguhan (toughness), yang didefinisikan sebagai kemampuan material untuk menyerap energi dan mengalami deformasi plastis sebelum patah. Beberapa studi yang menguji ketangguhan impact (Charpy V-Notch) pada sambungan yang menggunakan elektroda E7018 menunjukkan nilai yang konsisten tinggi bahkan pada suhu rendah, mengindikasikan kemampuan yang baik dalam menahan beban kejut (Sadiq et al., 2015). Inilah alasan mendasar mengapa LB-52-18 sangat direkomendasikan untuk aplikasi yang mengalami “beban dinamis”. Beban dinamis, seperti getaran mesin, beban lalu lintas pada jembatan, gaya gelombang pada struktur lepas pantai, atau tekanan siklis pada bejana, memicu fenomena kelelahan (fatigue). Retak kelelahan berawal dari ketidaksempurnaan mikroskopis dan dapat menyebar secara progresif di bawah tegangan berulang. Deposit las yang ulet dan tangguh berperan sebagai penghalang efektif terhadap inisiasi dan propagasi retak semacam ini. Ia membutuhkan lebih banyak siklus beban untuk memulai sebuah retak dan memperlambat laju pertumbuhannya, sehingga secara eksponensial memperpanjang umur fatique struktur. Dalam konteks ini, penggunaan LB-52-18 merupakan strategi proaktif dalam manajemen integritas asset jangka panjang. Aditif iron powder dalam pelapis LB-52-18, seperti yang disebutkan dalam spesifikasi, membawa manfaat operasional dan metalurgi tambahan. Dari segi produktivitas, bubuk besi meningkatkan efisiensi pengendapan (deposition rate) karena sebagian dari inti elektroda yang meleleh berasal dari pelapisnya sendiri, sehingga kecepatan pengelasan dapat ditingkatkan. Dari perspektif kualitas, seperti yang dibahas dalam beberapa kajian tentang pengaruh penambahan bubuk besi, komponen ini membantu menstabilkan busur listrik, menghasilkan penetrasi yang lebih konsisten, dan yang terpenting, menghasilkan terak (slag) yang memiliki koefisien ekspansi termal yang berbeda dengan logam las. Perbedaan inilah yang membuat terak “mudah dibuang”, sebagaimana klaim produk. Terak yang mudah terlepas sangat mengurangi kemungkinan inklusi slag (slag inclusion) tertinggal di dalam weld metal, yang merupakan cacat lain yang dapat bertindak sebagai titik awal retak. Kemudahan ini juga meningkatkan efisiensi dalam inspeksi visual dan persiapan untuk pengujian non-destruktif seperti Ultrasonic Testing (UT) atau Radiographic Testing (RT). Menerjemahkan properti unggul ini ke dalam aplikasi nyata, kita dapat melihat peran LB- 52-18 di berbagai sektor kritis. Dalam industri perkapalan, lambung kapal yang terbuat dari pelat baja kekuatan tinggi HSLA memerlukan sambungan yang tahan terhadap kombinasi beban statis (muatan), dinamis (ombak, gerakan kapal), dan lingkungan korosif air laut. Risiko retak dingin menjadi sangat tinggi di lingkungan lembab ini. Penelitian mengenai pengelasan baja kapal sering menyoroti pentingnya prosedur pengelasan yang ketat dan penggunaan consumable low hydrogen untuk mencegah HIC (Shibahara, 2018). LB-52-18, dengan ketahanan retaknya, menjadi pilihan vital untuk sambungan di bagian lambung, sekat kedap air, dan struktur utama lainnya. Pada konstruksi jembatan, khususnya jembatan rangka baja atau gelagar komposit, sambungan las pada komponen tarik dan titik hubung yang
Analisis Performa KOBE-7010S untuk Pengelasan Pipa Baja Karbon

Dalam dunia konstruksi pipa dan struktur baja berat, pengelasan posisi vertikal ke bawah (vertical down welding) telah lama menjadi metode yang diandalkan untuk mencapai efisiensi waktu dan produktivitas tinggi. Metode ini memanfaatkan gaya gravitasi untuk mempercepat proses pengendapan logam las, namun sekaligus menuntut karakteristik elektroda yang sangat spesifik. Kawat las KOBE-7010S muncul sebagai solusi inovatif yang dirancang khusus untuk memenuhi tantangan ini. Sebagai elektroda las tipe selulosa dengan klasifikasi AWS E7010, produk ini tidak hanya mengoptimalkan proses pengelasan downhill, tetapi juga menjamin kualitas mekanis dan metalurgi yang unggul. Inovasi pada KOBE-7010S tercermin dalam komposisi kimia yang terkontrol ketat, rentang parameter operasional yang luas, serta kinerja mekanis yang konsisten melebihi standar industri. Elektroda selulosa seperti seri E7010 memiliki sejarah panjang dalam pengelasan pipa, terutama karena kemampuannya menghasilkan penetrasi dalam dan slag yang mudah dilepas. Selubung dengan kandungan selulosa tinggi (biasanya >30%) terdekomposisi dalam busur las, menghasilkan gas perisai yang terutama terdiri dari CO2 dan H2. Atmosfer yang agak mengoksidasi ini menghasilkan busur yang sangat energetik, cocok untuk pengelasan akar (root pass) dan pengelasan posisi vertikal. Namun, tantangan utama yang melekat pada elektroda selulosa tradisional adalah risiko retak yang diinduksi hidrogen / hydrogen-induced cracking (HIC) akibat kandungan hidrogen diffusible yang tinggi dari dekomposisi selubung. Selain itu, mencapai ketangguhan dampak yang memadai pada suhu rendah dengan syarat kritis untuk pipa di lingkungan Arktik atau lepas pantai dan sering kali sulit dicapai tanpa kompromi pada kekuatan atau keuletan. Unsur paduan mikro seperti Ce, Mg, Ti, V, N, dan B terbukti meningkatkan ketangguhan impak coarse-grained heat-affected zone (CGHAZ) pada baja HSLA di bawah kondisi pengelasan dengan heat input tinggi melalui mekanisme pembentukan acicular ferrite intragranular dan penghambatan pertumbuhan butir austenit, sementara Al dan Nb justru berdampak negatif terhadap ketangguhan CGHAZ (Chen et al., 2025). Mereka menekankan bahwa optimasi bukan hanya tentang menambah elemen tertentu, tetapi tentang menciptakan sinergi yang tepat untuk mengendalikan transformasi fasa dan pembentukan inklusi yang berfungsi sebagai tempat inti acicular ferrite. Komposisi Kimia KOBE-7010S Nilai Kimia Tipikal Jaminan (*) C 0.14 0.2 Si 0.1 0.6 Mn 1.01 1.2 P 0.01 0.03 S 0.01 0.035 Ni 0.01 1.0 Cr 0.02 0.3 Mo < 0.01 0.5 V < 0.01 0.1 Catatan : (*) nilai tunggal adalah maksimum Data komposisi kimia KOBE-7010S mengungkapkan pendekatan metalurgi yang canggih dan presisi. Kandungan karbon (C) yang rendah (tipikal 0.14%, maksimal 0.20%) merupakan keputusan desain kunci. Karbon rendah mengurangi kecenderungan pembentukan martensit yang keras dan getas di daerah pengaruh panas (HAZ), sehingga menurunkan sensitivitas terhadap cold cracking sekaligus meningkatkan keuletan. Variasi media pendinginan pada pengelasan SMAW baja karbon rendah secara signifikan memengaruhi kekuatan lentur sambungan las, di mana pendinginan oli menghasilkan kekuatan bending tertinggi dibandingkan coolant dan air, serta disertai perubahan struktur mikro pada daerah HAZ dan logam las berupa ferrit, perlit, austenit sisa, dan widmanstätten ferrite (Triawan et al., 2022). Unsur mangan (Mn) pada level tipikal 1.01% berperan ganda: sebagai deoksidator dan desulfurizer yang kuat, serta sebagai pemadu larut padat untuk meningkatkan kekuatan dan ketangguhan. Rasio Mn/S yang sangat tinggi (sekitar 100:1 pada nilai tipikal) efektif mengikat sulfur menjadi inklusi MnS yang relatif tidak berbahaya, sehingga meminimalkan risiko hot cracking. Inovasi lain terlihat pada fleksibilitas kandungan nikel (Ni). Meskipun nilai tipikal hanya 0.01%, batas jaminan maksimum mencapai 1.0%, menunjukkan bahwa produk ini dapat diformulasikan ulang untuk aplikasi khusus yang memerlukan ketangguhan ekstrem pada suhu sangat rendah. Nikel adalah pembentuk austenit yang sangat efektif dan dikenal mampu meningkatkan ketangguhan tanpa membentuk fase getas yang merugikan. Yang juga patut dicatat adalah kontrol ketat terhadap unsur-unsur yang berpotensi merugikan seperti fosfor (P ≤ 0.03%), sulfur (S ≤ 0.035%), serta unsur paduan rendah seperti kromium (Cr), molibdenum (Mo), dan vanadium (V) yang dibatasi sangat rendah. Pembatasan ini secara langsung mengurangi risiko berbagai mekanisme keretakan dan menjamin konsistensi sifat logam las. Spesifikasi mekanis KOBE-7010S tidak hanya memenuhi, tetapi secara signifikan melampaui persyaratan standar AWS A5.1 untuk klasifikasi E7010. Kekuatan tarik (UTS) tipikal 570 MPa (jaminan ≥483 MPa) dan kekuatan hasil (YS) tipikal 470 MPa (jaminan ≥414 MPa) memberikan faktor keamanan yang besar untuk struktur yang menahan tekanan tinggi. Namun, yang lebih mengesankan adalah kombinasinya dengan keuletan (elongasi tipikal 30%, jaminan ≥22%) dan ketangguhan dampak yang luar biasa pada suhu -29°C (nilai tipikal 61 J, jaminan ≥27 J). Pencapaian elongasi tinggi bersamaan dengan kekuatan tarik tinggi sering kali menjadi trade-off dalam metalurgi las. Tabel parameter operasi KOBE-7010S menunjukkan pemahaman mendalam tentang dinamika pengelasan posisi. Rentang arus yang diberikan untuk setiap diameter dan posisi cukup luas, misalnya 90–170 Ampere untuk elektroda diameter 4.0 mm pada posisi datar (1G). Fleksibilitas ini memberikan ruang bagi welder untuk menyesuaikan panas input (heat input) dengan kondisi spesifik sambungan, ketebalan material, dan preferensi teknik tanpa mengorbankan stabilitas busur atau kemampuan slag removal. Inovasi yang lebih spesifik terlihat pada rekomendasi untuk pengelasan 3G vertikal ke bawah (downhill). Untuk posisi ini, rentang arus minimum yang disarankan lebih tinggi (70A untuk Ø3.2mm dan 100A untuk Ø4.0mm) dibandingkan dengan posisi vertikal ke atas (uphill). Hal ini sangat masuk akal secara teknis. Dalam pengelasan downhill, logam cair cenderung mengalir ke depan akibat gravitasi. Menggunakan arus yang sedikit lebih tinggi membantu menjaga panjang busur tetap stabil, memastikan penetrasi yang memadai ke dinding sambungan, dan mencegah terjadinya cacat lack of fusion atau overlap karena logam cair yang terlalu cepat membeku. Meskipun KOBE-7010S merupakan produk yang sangat maju, bidang pengelasan pipa terus berkembang dengan tantangan baru, membuka peluang untuk penelitian dan inovasi lebih lanjut. Salah satu tantangan abadi dengan elektroda selulosa adalah kandungan hidrogen diffusible. Penelitian masa depan dapat berfokus pada eksplorasi bahan pengganti atau aditif dalam selubung selulosa yang dapat mengurangi generasi hidrogen atomik atau “menjebak” hidrogen dengan lebih efektif dalam mikroestruktur, tanpa mengorbankan karakteristik busur yang energetik. Tantangan lain adalah menyesuaikan teknologi elektroda selulosa dengan tren material pipa menuju kekuatan yang lebih tinggi (X80, X100, bahkan X120). Diperlukan penelitian untuk memodifikasi komposisi logam inti dan fluks agar kekuatan dan ketangguhan logam las dapat mencocoki atau melampaui sifat dasar pipa kekuatan sangat tinggi tersebut, sambil tetap mempertahankan weldability yang baik dan resistensi cracking. Selain itu, dengan meningkatnya otomasi dalam industri, terdapat ruang untuk meneliti kompatibilitas elektroda
Happy New Year 2026

Selamat Tahun Baru 2026. Pergantian tahun adalah momen yang tepat untuk menutup perjalanan yang telah dilalui dengan rasa syukur, sekaligus menyambut lembaran baru dengan semangat dan harapan yang segar. Setiap pengalaman di tahun sebelumnya menjadi pelajaran berharga yang menguatkan langkah kita ke depan. PT. Intan Pertiwi Industri menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin bersama pelanggan dan mitra sepanjang tahun ini. Memasuki tahun 2026, kami berharap kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan senantiasa menyertai setiap langkah serta kolaborasi yang kita bangun bersama. Dengan semangat baru, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, profesionalisme, dan inovasi sebagai bagian dari Trusted Welding Solution yang dapat diandalkan. Semoga tahun 2026 membawa peluang baru, pertumbuhan yang berkelanjutan, serta keberkahan dalam setiap rencana dan usaha. Hormat kami,PT. Intan Pertiwi IndustriTrusted Welding Solution.
Merry Christmas 2025

Selamat Hari Raya Natal 2025. PT. Intan Pertiwi Industri menyampaikan doa dan harapan akan damai, kasih, serta sukacita Natal untuk semua. Natal selalu menjadi momen yang penuh makna, saat kita diajak untuk sejenak berhenti, merenung, dan mensyukuri setiap perjalanan yang telah dilalui. Di tengah kesibukan dan tantangan yang ada, Natal hadir membawa pesan damai, kasih, dan sukacita yang menguatkan hati serta menyatukan banyak perbedaan. PT. Intan Pertiwi Industri mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan, mitra, dan rekan kerja atas kepercayaan serta kerja sama yang telah terjalin sepanjang tahun ini. Setiap langkah dan pencapaian yang kami raih tidak lepas dari dukungan Anda semua. Kami berharap semangat Natal 2025 dapat membawa ketenangan dalam setiap langkah, mempererat hubungan yang telah terbangun, serta menumbuhkan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. Kiranya damai dan kasih Natal senantiasa menyertai setiap rencana, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam perjalanan profesional kita bersama. Memasuki tahun yang baru, semoga kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan selalu menyertai. Kami berkomitmen untuk terus bertumbuh, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan solusi terbaik sebagai bagian dari Trusted Welding Solution yang dapat Anda andalkan. Selamat merayakan Natal bersama orang-orang terkasih.Kiranya sukacita Natal mengisi hati dan harapan baru menyertai setiap langkah ke depan. Salam hangat dari kami,PT. Intan Pertiwi IndustriTrusted Welding Solution.
PT Intan Pertiwi Industri (INTIWI) Showcases Quality Welding Electrode Solutions at Manufacturing Indonesia 2025

Jakarta – PT Intan Pertiwi Industri (INTIWI), produsen kawat las KOBELCO di Indonesia, kembali ambil bagian dalam pameran industri terbesar Manufacturing Indonesia 2025 yang digelar pada 3 Desember 2025 – 6 Desember 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Sebagai perusahaan yang hampir 5 dekade bergerak di bidang pengelasan, PT Intan Pertiwi Industri (INTIWI) memanfaatkan ajang ini untuk memperkuat posisi sebagai penyedia kawat las dan elektroda las berkualitas tinggi bagi berbagai sektor industri di Tanah Air, sekaligus menampilkan beragam solusi pengelasan elektroda SMAW. Booth PT Intan Pertiwi Industri (INTIWI) menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi di Manufacturing Indonesia 2025. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah VR Welding Experience—simulasi pengelasan berbasis Virtual Reality yang bisa dicoba siapa saja, mulai dari mahasiswa teknik, pemula yang baru belajar, hingga welder profesional. Melalui teknologi ini, pengunjung dapat merasakan sensasi mengelas secara aman dan presisi, tanpa risiko percikan api maupun cacat las.
PT Intan Pertiwi Industri Invites Civil Engineering Students to "Weld Indonesia's Big Infrastructure Dream" Through an Educational Podcast

Jakarta, 30 September 2025 – PT Intan Pertiwi Industri pada 8 Agustus 2025 telah menggelar Podcast bertajuk “Bersama Sipil, Mengelas Mimpi Besar Infrastruktur Indonesia”. Acara ini berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (FKMTSI) dan menghadirkan perwakilan narasumber Fairuz Ihsan, mahasiswa Teknik Sipil dari Politeknik Astra. Podcast tersebut resmi ditayangkan pada 25 Agustus 2025 melalui Channel YouTube Intan Pertiwi Industri dan dapat diakses secara gratis oleh publik. Infrastruktur dan Peran Vital Teknik Sipil Dalam podcast, Fairuz Ihsan menekankan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan juga simbol mimpi besar bangsa. Teknik sipil berperan strategis dalam memastikan infrastruktur nasional berdiri kokoh, aman, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Pentingnya Pengelasan dalam Infrastruktur Topik pengelasan menjadi sorotan khusus dalam diskusi. Sebagai salah satu proses penting dalam penyambungan struktur baja maupun material lain, kualitas pengelasan sangat menentukan keamanan jangka panjang infrastruktur. PT Intan Pertiwi Industri, sebagai manufaktur kawat las KOBELCO di Indonesia, menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan produk berkualitas tinggi yang mendukung standar keselamatan serta keberlanjutan proyek pembangunan nasional. Harapan dan Inspirasi Generasi Muda Podcast ini juga menghadirkan optimisme bahwa sinergi antara mahasiswa, akademisi, dan dunia industri dapat melahirkan gagasan besar untuk membangun negeri. Generasi muda, khususnya mahasiswa teknik sipil, diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya solusi kreatif dan inovatif di sektor infrastruktur. Perwakilan PT Intan Pertiwi Industri menambahkan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung perkembangan pengetahuan, sekaligus menginspirasi mahasiswa agar berkontribusi lebih besar bagi pembangunan Indonesia. Penutup Dengan ditayangkannya podcast “Bersama Sipil, Mengelas Mimpi Besar Infrastruktur Indonesia”, PT Intan Pertiwi Industri berharap dapat memperluas wawasan masyarakat mengenai pentingnya kolaborasi antara teknik sipil dan pengelasan dalam mewujudkan infrastruktur nasional yang tangguh. Penasaran gimana serunya? Yuk tonton PODLAS #1 hasil kolaborasi Intan Pertiwi Industri & FKMTSI di bawah ini.
Safe Welding, Comfortable Work: PT Intan Pertiwi Industri and the ITERA Environmental Engineering Student Association Promote Awareness of Environmentally Friendly Welding

Jakarta, 30 September 2025 – PT Intan Pertiwi Industri pada 13 September 2025 telah menggelar Online Sharing Session bersama Mahasiswa Teknik Lingkungan ITERA dengan mengusung tema “Las Aman, Kerja Nyaman”. Acara ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, praktisi industri, hingga masyarakat umum, yang antusias mempelajari pentingnya pengelasan aman sekaligus ramah lingkungan. Fokus pada Keselamatan dan Lingkungan Dalam sesi ini, para pemateri menekankan bahwa pengelasan modern bukan hanya tentang menghasilkan sambungan berkualitas, tetapi juga menjaga kesehatan pekerja dan lingkungan sekitar. Asap las (welding fume), jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan risiko jangka panjang. Oleh karena itu, langkah pencegahan seperti ventilasi yang tepat, penggunaan alat pelindung diri, serta pemilihan kawat las yang ramah lingkungan menjadi kunci utama. Inovasi Produk untuk Solusi Nyata PT Intan Pertiwi Industri juga memperkenalkan produk unggulan KOBELCO yang dapat menjadi solusi praktis bagi industri: KOBELCO LB-52 Series, elektroda dengan performa stabil dan minim percikan, membantu menciptakan hasil las yang bersih dan area kerja lebih nyaman. Dengan inovasi ini, PT Intan Pertiwi Industri menegaskan komitmennya untuk menghadirkan produk yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mendukung standar keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan. Sinergi Industri dan Akademisi Kolaborasi dengan mahasiswa Teknik Lingkungan memberikan perspektif tambahan mengenai bagaimana dunia industri dapat selaras dengan pendekatan akademis dalam menciptakan solusi ramah lingkungan. Diskusi interaktif yang berlangsung memperkaya pemahaman peserta tentang tantangan dan peluang dalam menciptakan praktik pengelasan yang lebih aman di masa depan. Harapan ke Depan Acara ini ditutup dengan pesan optimis bahwa pengelasan yang aman akan menghasilkan lingkungan kerja yang nyaman, kualitas produk yang tinggi, serta berkontribusi pada keberlanjutan industri di Indonesia. PT Intan Pertiwi Industri berkomitmen untuk terus berbagi pengetahuan, memperkenalkan teknologi terbaru, dan mendukung generasi muda dalam membangun masa depan pengelasan yang lebih sehat, aman, dan ramah lingkungan.

