8 Cara Memilih Ukuran Kawat Las yang Tepat

cara memilih ukuran kawat las yang tepat

Pelajari cara memilih ukuran kawat las yang tepat berdasarkan jenis material, proses pengelasan, dan kebutuhan arus. Panduan lengkap dan praktis dari intanpertiwi.co.id! Pendahuluan Dalam dunia pengelasan, memilih ukuran kawat las yang tepat adalah langkah fundamental untuk memastikan hasil las yang kuat, presisi, dan aman. Banyak teknisi, pekerja bengkel, hingga pelajar teknik kerap mengalami kendala saat menentukan kawat las yang sesuai dengan kebutuhan proyek mereka. Salah memilih ukuran bisa menyebabkan cacat las, pemborosan material, bahkan kegagalan struktural. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif tentang cara memilih ukuran kawat las sangat penting agar pekerjaan las berjalan optimal dan efisien. Ukuran kawat las tidak bisa dipilih secara sembarangan. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, mulai dari jenis logam yang akan disambung, proses pengelasan yang digunakan, hingga arus listrik yang tersedia. Sebelum menentukan ukuran, pahami dulu fungsi elektroda las agar Anda tahu peran tiap jenis elektroda terhadap kekuatan sambungan dan kualitas hasil las. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah demi langkah cara memilih ukuran kawat las yang paling sesuai dengan kebutuhan, lengkap dengan penjelasan teknis yang mudah dipahami. Apa Itu Kawat Las? Kawat las adalah bahan tambah (filler) yang dipakai untuk menyatukan dua atau lebih logam saat proses pengelasan. Ketika busur panas mengenai area sambungan, kawat akan meleleh lalu mengisi celah kampuh. Setelah membeku, logam las membentuk sambungan yang menyatu dan kokoh, selama pemilihan kawat dan parameter lasnya tepat. Yang paling sering membuat hasil las “bagus atau bermasalah” bukan cuma skill welder, tapi kombinasi jenis kawat, diameter, material yang dilas, dan kondisi permukaan. Kawat yang benar bisa membantu busur lebih stabil, mengurangi risiko porositas, dan membuat hasil akhir lebih rapi serta konsisten di lapangan. Berikut beberapa jenis kawat las yang umum dipakai di industri: 1. Kawat Las Baja Karbon Dipakai untuk baja karbon dan baja ringan (mild steel) yang banyak ditemukan di pekerjaan konstruksi, fabrikasi rangka, hingga perbaikan umum. Jenis ini populer karena aplikasinya luas dan relatif mudah disesuaikan dengan kebutuhan bengkel maupun proyek. 2. Kawat Las Stainless Steel Dirancang untuk material stainless agar sambungan tetap tahan korosi. Umumnya dipakai pada industri yang menuntut kebersihan dan ketahanan terhadap karat, seperti makanan dan minuman, farmasi, serta lingkungan kimia tertentu. 3. Kawat Las Aluminium Cocok untuk material aluminium yang butuh kontrol panas lebih rapi karena karakter aluminium yang cepat menghantarkan panas. Banyak digunakan pada komponen otomotif, manufaktur produk aluminium, dan aplikasi yang mengejar bobot lebih ringan. 4. Kawat Las Flux Cored Jenis kawat dengan inti flux yang mendukung produktivitas tinggi. Umumnya dipilih ketika target kerja mengejar efisiensi deposition rate dan kecepatan pengerjaan, misalnya pada konstruksi, fabrikasi berat, dan pembuatan kapal. Cara Memilih Ukuran Kawat Las yang Tepat Menentukan ukuran kawat las yang tepat memerlukan pendekatan yang sistematis dan berdasarkan pertimbangan teknis. Berikut ini adalah panduan lengkapnya. 1. Identifikasi Material yang Dikerjakan Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui jenis material yang akan dilas. Apakah itu baja karbon, stainless steel, aluminium, atau logam lain. Setiap jenis logam memiliki karakteristik fisik dan kimia yang berbeda, sehingga memengaruhi kebutuhan ukuran kawat las. Sebagai contoh, untuk baja ringan atau pelat tipis, biasanya digunakan kawat las berdiameter kecil seperti 0.6 mm hingga 0.8 mm agar tidak menyebabkan pelat menjadi bolong atau deformasi. Sementara untuk baja tebal atau struktur berat, dibutuhkan kawat las yang lebih besar seperti 1.2 mm hingga 2.4 mm agar penetrasi las cukup dalam dan kuat. Sebagai referensi elektroda serbaguna untuk pekerjaan harian, baca juga panduan elektroda E6013 agar Anda lebih mudah menyesuaikan pilihan ukuran dengan aplikasi pengelasan. 2. Tentukan Proses Pengelasan Ukuran kawat las juga harus disesuaikan dengan jenis proses pengelasan yang digunakan. Beberapa proses umum seperti SMAW (Shielded Metal Arc Welding), GMAW (Gas Metal Arc Welding atau MIG), dan FCAW (Flux Cored Arc Welding) memiliki karakteristik berbeda dalam penggunaan kawat. Contohnya, pada proses MIG welding, kawat las berbentuk gulungan digunakan secara otomatis, sehingga pemilihan ukuran diameter lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan pengaturan mesin. Sedangkan pada proses SMAW, pemilihan elektroda harus lebih cermat karena berkaitan langsung dengan teknik manual dan pengaruh pada hasil las. 3. Pilih Diameter Kawat Las Ukuran diameter kawat las biasanya dinyatakan dalam milimeter. Diameter ini menentukan jumlah logam yang dilelehkan dalam satu waktu, dan berpengaruh besar terhadap kecepatan serta hasil pengelasan. Berikut panduan umumnya: 0.6 mm hingga 0.8 mm: cocok untuk pekerjaan ringan atau pelat tipis 1.0 mm hingga 1.2 mm: ideal untuk logam dengan ketebalan sedang 1.6 mm hingga 2.4 mm: digunakan untuk logam berat atau struktur baja besar Pemilihan diameter harus disesuaikan dengan ketebalan material. Semakin tebal materialnya, semakin besar pula diameter kawat yang dibutuhkan untuk mencapai penetrasi sempurna. 4. Sesuaikan dengan Arus Pengelasan Setiap ukuran kawat las membutuhkan arus listrik tertentu agar bisa bekerja secara optimal. Jika arus terlalu besar untuk kawat kecil, kawat akan meleleh terlalu cepat dan menyebabkan cacat las. Sebaliknya, jika arus terlalu kecil untuk kawat besar, lelehan tidak akan cukup untuk menempel dengan baik. Misalnya, kawat 0.8 mm biasanya cocok digunakan dengan arus 50 hingga 90 ampere, sedangkan kawat 1.2 mm membutuhkan arus 100 hingga 200 ampere tergantung pada jenis prosesnya. Pastikan mesin las kamu memiliki pengaturan arus yang bisa menyesuaikan dengan kawat yang digunakan. 5. Pertimbangkan Posisi Pengelasan Posisi pengelasan juga memengaruhi pemilihan ukuran kawat las. Untuk pengelasan di posisi vertikal atau overhead, kawat dengan diameter lebih kecil seringkali lebih mudah dikendalikan dan menghasilkan lelehan yang tidak mudah jatuh. Sebaliknya, pada posisi pengelasan datar, kamu bisa menggunakan kawat dengan diameter lebih besar karena gravitasi membantu menjaga bentuk lelehan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui posisi kerja sebelum menentukan ukuran kawat. 6. Perhatikan Jenis Pelapisan Elektroda (Untuk SMAW) Bagi kamu yang menggunakan metode SMAW atau las busur manual, perhatikan jenis pelapisan pada elektroda. Pelapis ini tidak hanya berfungsi melindungi logam dari oksidasi, tapi juga memengaruhi stabilitas busur, bentuk lelehan, dan pengaruh terhadap ukuran arus. Beberapa jenis pelapis elektroda seperti selulosa, rutil, atau dasar memiliki kebutuhan arus dan teknik pengelasan yang berbeda. Misalnya, elektroda rutil lebih ramah pemula dan menghasilkan percikan yang sedikit, sedangkan elektroda dengan pelapis dasar lebih cocok untuk pekerjaan berat dan posisi sulit. 7. Konsultasikan dengan Spesifikasi Teknis Setiap proyek pengelasan biasanya memiliki

Tipe Kawat Las Berdasarkan Kodenya

Tipe Kawat Las Berdasarkan Kodenya

Yuk cari tahu tipe kawat las berdasarkan kodenya, mulai dari E6010 sampai E7018. Pahami fungsi tiap tipe dan temukan kawat las berkualitas di intanpertiwi.co.id lewat kontak yang tersedia! Dalam dunia pengelasan, pemilihan kawat las bukan perkara sepele. Salah pilih jenis kawat bisa berakibat pada hasil las yang kurang kuat, tidak rapi, bahkan bisa membahayakan struktur. Salah satu cara paling mudah untuk mengenali karakteristik kawat las adalah dengan memahami kode angka yang tertera di badan kawat atau pada kemasannya. Nah, dari sinilah muncul topik yang cukup penting, yaitu tipe kawat las berdasarkan kodenya. Kode seperti E6010, E7018, dan sejenisnya bukan sekadar angka acak. Setiap digit punya arti yang menjelaskan kekuatan tarik, posisi pengelasan, jenis arus, dan karakteristik lainnya. Artikel ini bakal mengupas tuntas macam-macam tipe kawat las yang umum digunakan di industri, disertai dengan penjelasan yang sederhana dan mudah dicerna. Jadi, cocok buat teknisi, mahasiswa teknik, hingga pelaku industri yang pengen memahami lebih dalam tentang dunia pengelasan. Tipe Kawat Las Berdasarkan Kodenya Di bawah ini adalah beberapa tipe kawat las yang sering digunakan, lengkap dengan penjelasan fungsi dan ciri khasnya masing-masing. Dengan memahami kode dan peruntukannya, kamu bisa menentukan kawat yang paling cocok untuk jenis pengelasan yang sedang kamu kerjakan. 1. Kawat Las E6010 Kawat las ini terkenal karena kemampuannya menembus karat, cat, dan kotoran ringan pada permukaan logam. Angka 60 menunjukkan kekuatan tarik sebesar 60.000 psi, sedangkan angka 1 berarti bisa digunakan di semua posisi pengelasan. Angka terakhir 0 menunjukkan jenis arus yang digunakan, yaitu arus searah (DC) saja. Kelebihan E6010 terletak pada penetrasi yang dalam, cocok digunakan untuk pengelasan root pass, terutama di pipa atau sambungan struktural. Kekurangannya, kawat ini cukup menantang untuk digunakan karena percikan lasnya cukup banyak dan sulit dikendalikan jika belum terbiasa. 2. Kawat Las E6011 Sekilas mirip dengan E6010, tapi bedanya E6011 bisa digunakan pada arus bolak-balik (AC) maupun searah (DC). Kode 1 di tengah tetap menunjukkan fleksibilitas posisi, sedangkan 1 di akhir menunjukkan arus AC-DC. E6011 sangat cocok digunakan pada pekerjaan lapangan yang butuh fleksibilitas tinggi, seperti pengelasan rangka baja atau struktur luar ruangan yang tidak ideal kondisinya. Kawat ini juga punya penetrasi yang dalam dan menghasilkan sambungan yang kuat, walaupun tetap menghasilkan percikan yang cukup banyak. 3. Kawat Las E6012 Tipe ini punya karakteristik seimbang antara penetrasi dan kontrol. Masih dengan kekuatan tarik 60.000 psi, angka 2 menunjukkan kawat ini cocok digunakan untuk posisi datar atau fillet welding secara horizontal. E6012 menghasilkan slag yang mudah dibersihkan dan busur yang stabil. Cocok untuk pekerjaan fabrikasi umum yang tidak terlalu menuntut kekuatan ekstrim, seperti sambungan ringan atau pengelasan baja tipis. 4. Kawat Las E6013 Kalau kamu baru belajar ngelas, kemungkinan besar kamu akan dikenalkan dengan kawat ini. E6013 terkenal sebagai kawat serbaguna yang sangat ramah pengguna. Bisa digunakan di semua posisi, cocok untuk AC dan DC, dan busurnya halus serta minim percikan. Kawat ini biasanya digunakan untuk pengelasan baja karbon rendah, plat tipis, dan pekerjaan ringan lainnya. Kekuatannya tetap di angka 60.000 psi, dengan kontrol yang mudah dan hasil las yang rapi. Cocok buat bengkel kecil, pelatihan las, dan proyek skala kecil hingga menengah. 5. Kawat Las LB52U atau E7018 Kalau kamu butuh hasil las yang kuat dan tahan lama, E7018 atau LB52U adalah pilihan utama. Dengan kekuatan tarik sebesar 70.000 psi, kawat ini cocok buat struktur berat seperti jembatan, tangki, dan konstruksi berat lainnya. Kode 1 di tengah tetap menunjukkan kemampuan untuk dipakai di semua posisi, sementara angka 8 menunjukkan kawat ini punya lapisan flux berbahan dasar low hydrogen dan cocok untuk arus AC atau DC. Keunggulan E7018 ada pada kualitas las yang bersih, kuat, dan minim retakan. LB52U adalah versi branded dari E7018 yang biasa digunakan di proyek-proyek berskala besar. Hasil lasnya kuat, tahan korosi, dan minim cacat. Tapi, kawat ini butuh kondisi penyimpanan yang ketat, karena sensitif terhadap kelembaban. 6. Kawat Las E7024 Jenis kawat ini dirancang khusus untuk pekerjaan pengelasan datar atau fillet horizontal yang butuh kecepatan tinggi. Kode 7024 berarti kekuatan tarik 70.000 psi, posisi hanya datar dan horizontal, dan angka terakhir menunjukkan jenis flux yang memungkinkan kecepatan tinggi dan pengisian besar. E7024 sering digunakan pada pekerjaan fabrikasi besar yang memerlukan efisiensi waktu, seperti struktur baja berat, pengelasan rangka besar, atau tangki. Kekurangannya, kawat ini tidak cocok untuk posisi vertikal atau overhead karena beratnya. Setelah memahami tipe kawat las dari kodenya, pelajari juga cara menghitung kebutuhan kawat las untuk pipa agar estimasi material proyek Anda lebih akurat. Kesimpulan Memahami tipe kawat las berdasarkan kodenya bukan cuma soal hafalan angka, tapi juga tentang gimana kamu bisa kerja lebih efisien, aman, dan hasil lasnya makin kuat. Setiap kode punya arti penting—mulai dari kekuatan tarik, posisi pengelasan, sampai jenis arus listrik yang dipakai. Semakin kamu paham kodenya, semakin gampang juga menentukan kawat las yang paling cocok buat kebutuhan proyek kamu. Kalau kamu lagi cari kawat las yang berkualitas dan sesuai standar industri, langsung aja hubungi kami di intanpertiwi.co.id. Di sini tersedia berbagai pilihan kawat las lengkap yang bisa kamu pesan dengan mudah. Hubungi kontak yang tersedia  buat dapetin info lebih lanjut dan konsultasi langsung sebelum beli. Yuk, pastiin kebutuhan pengelasan kamu ditangani oleh penyedia terpercaya!

Langkah-Langkah Proses Welding yang Benar dan Aman

ilustrasi langkah - langkah proses welding

Intanpertiwi.co.id – Ingin tahu langkah-langkah proses welding yang benar dan aman? Simak panduan lengkap dan praktis ini untuk pemula hingga profesional agar hasil las lebih kuat dan berkualitas. Dalam dunia teknik dan industri manufaktur, welding atau pengelasan bukanlah sekadar aktivitas menyambung logam. Proses ini menuntut ketelitian, keterampilan, dan pemahaman mendalam terhadap prosedur yang tepat. Itulah kenapa memahami langkah-langkah proses welding menjadi hal yang sangat penting, baik untuk pemula maupun profesional di bidang teknik. Banyak orang mengira proses pengelasan hanya soal menyalakan mesin dan mulai menyambung material. Padahal kenyataannya, ada serangkaian tahap yang harus dilakukan secara sistematis dan aman agar hasilnya kuat, presisi, dan tahan lama. Mulai dari persiapan awal, pemilihan alat, hingga pemeriksaan hasil akhir dan semuanya memiliki peran krusial dalam menentukan kualitas sambungan las. Apa Itu Welding? Welding atau pengelasan adalah proses penyambungan dua atau lebih material, biasanya logam, dengan cara melelehkan bagian-bagian yang akan disambung menggunakan panas tinggi. Hasilnya membentuk satu kesatuan yang kuat dan permanen. Dalam dunia teknik dan manufaktur, pengelasan menjadi metode vital karena mampu menghasilkan sambungan yang kokoh dan presisi. Fungsi dan Manfaat Welding dalam Industri Welding memiliki peran penting dalam berbagai sektor industri, mulai dari konstruksi, otomotif, perkapalan, hingga manufaktur alat berat. Tanpa proses ini, pembangunan jembatan, rangka kendaraan, hingga peralatan mesin berat akan sangat sulit dilakukan. Manfaatnya tidak hanya soal kekuatan sambungan, tetapi juga efisiensi dan efektivitas produksi. Agar standar pengerjaan dan spesifikasi las lebih jelas, pelajari juga apa itu AWS dalam pengelasan sebelum Anda menerapkan langkah-langkah proses welding di lapangan. Persiapan Awal Sebelum Proses Welding Dimulai Menyiapkan Alat dan Bahan yang Dibutuhkan Sebelum masuk ke langkah-langkah proses welding, hal paling mendasar yang harus dilakukan adalah mempersiapkan semua peralatan dan material. Peralatan umum meliputi mesin las, kabel massa, elektroda atau kawat las, palu chip, kuas baja, dan tang las. Pastikan semua dalam kondisi baik dan siap digunakan. Pemeriksaan Keselamatan dan Alat Pelindung Diri (APD) Keselamatan dalam welding bukan hal yang bisa ditawar. Gunakan selalu APD seperti helm las, sarung tangan tahan panas, apron kulit, sepatu safety, dan kaca mata pelindung. Cek juga ventilasi ruangan jika kamu bekerja di area tertutup. Kecelakaan kerja bisa diminimalisir dengan persiapan dan perlengkapan keselamatan yang tepat. Menentukan Jenis Welding yang Sesuai Ada berbagai jenis metode welding seperti SMAW (Shielded Metal Arc Welding), GMAW (Gas Metal Arc Welding), GTAW (TIG), dan FCAW (Flux Cored Arc Welding). Pemilihan metode tergantung dari jenis material, ketebalan, lokasi kerja, hingga hasil akhir yang diinginkan. Pilih yang paling cocok dengan proyek yang sedang kamu kerjakan. Untuk memahami prosesnya lebih menyeluruh, kenali juga kawat las SMAW sebagai consumable utama yang paling sering digunakan pada berbagai langkah proses welding. Langkah-Langkah Proses Welding Langkah-langkah proses welding wajib dipahami secara urut dan tepat agar hasil sambungan tidak hanya kuat tetapi juga memenuhi standar keamanan dan mutu. Berikut tahapan detail yang bisa kamu ikuti: 1. Pembersihan Permukaan Material Langkah pertama adalah membersihkan area yang akan dilas dari kotoran, karat, minyak, atau cat. Gunakan sikat baja atau alat pembersih lain untuk memastikan permukaan bersih. Ini penting untuk menghasilkan penetrasi las yang optimal dan menghindari cacat sambungan. 2. Pengaturan Posisi Kerja dan Jig Posisi kerja sangat mempengaruhi kenyamanan dan hasil pengelasan. Pastikan posisi material stabil dan sesuai dengan jenis sambungan (misalnya horizontal, vertikal, overhead). Gunakan jig atau penjepit untuk menahan material agar tidak bergeser saat proses pengelasan berlangsung. 3. Setting Parameter Mesin Welding Atur parameter mesin las seperti arus listrik, tegangan, dan kecepatan kawat sesuai spesifikasi material dan metode las yang digunakan. Kesalahan dalam pengaturan bisa menyebabkan lasan retak, porositas, atau tidak melekat sempurna. Pastikan juga elektroda atau kawat dalam kondisi kering dan bebas dari kelembapan. 4. Proses Penyambungan Material (Melakukan Pengelasan) Saat proses dimulai, fokus dan konsentrasi sangat dibutuhkan. Arahkan busur las dengan stabil dan konsisten. Perhatikan suara dan percikan api sebagai indikator apakah las berjalan dengan baik. Teknik gerakan tangan juga memengaruhi hasil, jadi pelajari teknik seperti weaving atau stringer sesuai kebutuhan. 5. Pemeriksaan Hasil Las dan Finishing Setelah selesai, periksa hasil sambungan secara visual. Lakukan finishing dengan membersihkan slag atau kerak las menggunakan palu chip dan kuas baja. Jika perlu, lakukan pengujian NDT (Non Destructive Test) untuk memastikan kualitas hasil las tidak ada retakan atau cacat dalam. Tips dan Trik Agar Proses Welding Lebih Maksimal Kesalahan Umum Saat Welding yang Harus Dihindari Beberapa kesalahan umum yang sering terjadi antara lain: terlalu cepat atau lambat dalam menggerakkan elektroda, salah memilih jenis las, permukaan material tidak dibersihkan, dan kurangnya latihan teknik. Semua kesalahan ini bisa menyebabkan sambungan lemah atau cacat. Cara Merawat Peralatan Welding agar Awet Peralatan welding juga perlu perawatan berkala. Bersihkan mesin dan kabel setelah digunakan, simpan elektroda di tempat yang kering, dan periksa kondisi kabel secara rutin. Investasi alat mahal bisa rusak dalam waktu singkat jika tidak dirawat dengan benar. Teknik Kontrol Suhu dan Kecepatan Las Kontrol suhu sangat penting untuk mencegah overheat pada material. Gunakan arus sesuai standar dan sesuaikan kecepatan las agar penetrasi tepat. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat memengaruhi kekuatan hasil las. Sudah Siap Praktik Welding dengan Benar? Proses welding bukan sekadar menyambung logam. Dibutuhkan persiapan matang, pemilihan metode yang sesuai, serta penguasaan teknik dan alat. Mulai dari membersihkan material hingga pemeriksaan akhir, semua harus dilakukan dengan hati-hati. Kemampuan welding tidak hanya datang dari teori, tapi juga jam terbang. Semakin sering berlatih, semakin mahir dan percaya diri saat mengerjakan proyek sesungguhnya. Jangan ragu untuk mencoba berbagai teknik dan terus belajar dari pengalaman. Butuh Kawat Las Berkualitas? Kalau kamu butuh kawat las berkualitas atau ingin konsultasi tentang proyek las, kamu bisa langsung hubungi tim kami di intanpertiwi.co.id. Kami siap bantu kamu dari pengadaan alat sampai dukungan teknis. Jangan ragu, klik sekarang dan ngobrol bareng tim Intan Pertiwi untuk solusi pengelasan yang profesional dan terpercaya.

Sertifikat ISO

ISO 9001:2015

ISO 14001:2015

© 2026, PT. Intan Pertiwi Industri | Semua Hak Cipta Dilindungi.

Social Sticky