Kawat las untuk konstruksi baja menentukan apakah sambungan rangka WF, H beam, dan bracing benar benar kuat, rapi, dan lolos inspeksi tanpa rework.
Sebelum memilih produk, pastikan Anda memahami kebutuhan proyek dari kelas AWS, tuntutan WPS, posisi pengelasan, hingga risiko retak pada struktur.
Table of Contents
TogglePendahuluan
Di proyek struktur seperti gudang, pabrik, jembatan, tower, sampai rangka baja WF dan H beam, hasil pengelasan bukan sekadar “menempel” dua material. Ia harus lolos pemeriksaan, konsisten kualitasnya, dan sesuai prosedur proyek.
Karena itu, pemilihan Kawat Las untuk Konstruksi Baja perlu mempertimbangkan jenis baja, posisi pengelasan, ketebalan material, kebutuhan kekuatan tarik, serta risiko retak.
Artikel ini merangkum cara memilih elektroda yang relevan untuk kebutuhan konstruksi, sekaligus membantu tim lapangan, QC, dan procurement menyamakan bahasa saat membandingkan tipe, standar AWS, serta kecocokannya dengan WPS yang berlaku.
Lihat Juga : Katalog Kawat Las KOBE
Apa itu Kawat Las?
Kawat las adalah bahan tambah yang meleleh saat proses pengelasan untuk membentuk logam las dan menyatukan dua bagian material.
Di pekerjaan konstruksi baja, istilah “kawat las” sering merujuk pada elektroda SMAW yang dibungkus flux. Flux berfungsi membantu stabilitas busur, membentuk terak pelindung, mengurangi oksidasi, dan memengaruhi karakter hasil las seperti kemudahan pengelasan, tampilan bead, serta ketahanan terhadap cacat.
Karena pengelasan struktur biasanya menuntut konsistensi, pemilihan kawat las harus selaras dengan spesifikasi proyek, standar AWS, dan parameter yang ditetapkan di WPS seperti arus, polaritas, posisi, hingga persiapan sambungan.
Jenis Kawat Las untuk Konstruksi Baja
Pada praktiknya, pemilihan Kawat Las untuk Konstruksi Baja bisa dikelompokkan menjadi 3 kebutuhan besar. Yaitu:
- Pertama, pekerjaan umum baja karbon untuk fabrikasi dan pemasangan yang menuntut proses cepat dan rapi.
- Kedua, kebutuhan struktural yang memprioritaskan ketahanan retak, biasanya memakai tipe low hydrogen.
- Ketiga, kebutuhan root pass atau pekerjaan lapangan tertentu yang mengandalkan selulosa untuk penetrasi dan kontrol pada sambungan terbuka.
Di bawah ini adalah opsi elektroda yang umum dipakai untuk konstruksi, lengkap dengan konteks kapan dipilih agar keputusan teknis dan keputusan pembelian sama sama tepat.
1. Kawat Las RB-26 AWS A5.1 E6013
Kawat las RB-26 adalah pilihan serbaguna untuk pekerjaan baja karbon umum di workshop maupun lapangan.
Karakternya dikenal mudah dinyalakan, stabil, dan membantu menghasilkan bead yang rapi sehingga cocok untuk fabrikasi ringan sampai menengah, pengelasan fillet, dan pekerjaan perakitan yang membutuhkan produktivitas.
Untuk konstruksi baja, RB-26 sering dipakai saat prioritasnya adalah kemudahan pengerjaan, finishing yang baik, dan ritme kerja yang cepat, terutama pada pekerjaan non kritis yang tetap mengikuti prosedur.
Baca Juga : Kawat Las Baja Karbon untuk Struktur
Agar tepat sasaran, gunakan RB-26 ketika material tergolong mild steel, sambungan tidak menuntut ketahanan retak setinggi low hydrogen, dan posisi kerja membutuhkan elektroda yang ramah operator.
Untuk pekerjaan yang sangat sensitif terhadap retak hidrogen atau struktur berat, biasanya tim engineering akan mengarahkan ke seri low hydrogen.
2. Kawat Las MS-77 AWS A5.1 E6013
MS-77 berada di kelas E6013 yang banyak dipilih untuk kebutuhan konstruksi baja karbon umum karena karakter pengelasannya stabil dan mudah dikendalikan.
Pada fabrikasi rangka, bracing, dudukan, dan pekerjaan workshop yang repetitif, MS-77 membantu menjaga konsistensi tampilan jalur las dan mengurangi rework karena prosesnya relatif nyaman untuk operator.
MS-77 tepat dipilih saat proyek membutuhkan volume pengelasan besar pada baja karbon umum dan tim mengejar kecepatan kerja yang terukur.
Jika di lapangan ditemukan persyaratan prosedur yang lebih ketat, misalnya ketahanan retak dan kontrol hidrogen, seri low hydrogen seperti E7016 atau E7018 biasanya menjadi opsi yang lebih aman sesuai WPS.
3. Kawat Las B-17 AWS A5.1 E6019
B-17 berada pada kelas E6019 yang umumnya dipakai untuk pengelasan baja karbon dan pekerjaan fabrikasi yang membutuhkan deposit relatif baik dan operasional yang stabil.
Di lingkungan konstruksi, B-17 sering dipertimbangkan untuk pengelasan fillet pada struktur, bracket, dan sambungan yang menuntut pengisian yang mantap serta hasil yang terlihat rapi.
Gunakan B-17 ketika kebutuhan utamanya adalah produktivitas dan konsistensi pada baja karbon, dengan tetap memastikan parameter mengikuti WPS.
Untuk struktur yang menuntut ketahanan retak lebih tinggi, terutama pada material lebih tebal atau restraint tinggi, seri low hydrogen tetap menjadi rujukan utama.
4. Kawat Las LB-26 AWS A5.1 E7016
Kawat las LB-26 adalah elektroda low hydrogen kelas E7016 yang banyak dipakai pada konstruksi struktural karena fokusnya pada ketangguhan dan ketahanan terhadap retak.
Pada rangka utama, sambungan dengan restraint tinggi, serta pekerjaan yang berpotensi mengalami pendinginan cepat, kontrol hidrogen menjadi poin penting.
Di sinilah LB-26 relevan sebagai Kawat Las untuk Konstruksi Baja yang menuntut keandalan sambungan.
LB-26 cocok dipilih ketika proyek membutuhkan kualitas struktural yang lebih ketat, dan tim QC menekankan pencegahan cacat retak.
Dalam implementasinya, aspek penyimpanan elektroda, kondisi flux, serta pengendalian kelembapan perlu dijaga sesuai prosedur internal proyek agar manfaat low hydrogen benar benar tercapai.
5. Kawat Las LB-52 AWS A5.1 E7016
Kawat las LB-52 juga berada pada kelas E7016 low hydrogen dan sering menjadi rujukan di pekerjaan struktural karena performa yang stabil untuk sambungan yang menuntut kekuatan dan ketahanan.
Pada konstruksi baja berat, pekerjaan erection, serta sambungan kritis yang harus lulus inspeksi, elektroda low hydrogen membantu menekan risiko retak yang merugikan biaya dan waktu proyek.
Pilih LB-52 ketika struktur bekerja pada beban tinggi, sambungan berada pada bagian utama, atau spesifikasi proyek meminta kelas E70 low hydrogen.
Secara proses, pastikan persiapan kampuh, kebersihan permukaan, dan kontrol panas pengelasan mengikuti WPS agar hasilnya konsisten dari root sampai cap.
6. Kawat Las LB-52-18 AWS A5.1 E7018
LB-52-18 adalah elektroda low hydrogen kelas E7018 yang sangat umum disebut dalam spesifikasi struktural karena menekankan ketahanan, kualitas deposit, dan karakter busur yang mendukung hasil rapi pada pengelasan struktural.
Dalam banyak proyek, E7018 dipilih untuk memenuhi standar kualitas yang ketat pada sambungan struktural baja karbon, termasuk saat diperlukan kontrol lebih baik terhadap cacat yang terkait hidrogen.
LB-52-18 tepat digunakan ketika WPS mengarah ke kelas E7018 dan proyek menuntut mutu sambungan yang konsisten untuk inspeksi visual maupun uji lainnya.
Di lapangan, disiplin penyimpanan elektroda dan pengendalian kelembapan menjadi kunci agar karakter low hydrogen tetap terjaga sesuai tuntutan prosedur.
7. Kawat Las LB-52U AWS A5.1 E7016
Kawat las LB-52U adalah varian E7016 low hydrogen yang sering dipilih untuk kebutuhan yang menekankan kontrol pada tahap awal sambungan, khususnya ketika root pass membutuhkan stabilitas dan kualitas yang baik.
Pada konstruksi baja yang melibatkan sambungan berprosedur, elektroda ini membantu menjaga kualitas dari awal sehingga lapisan berikutnya dapat dikerjakan lebih aman dan konsisten.
LB-52U cocok saat tim welding engineer menginginkan karakter low hydrogen dengan kontrol yang baik untuk tahap tertentu dalam urutan pengelasan.
Tetap rujuk WPS proyek terkait polaritas, posisi, dan parameter, karena keputusan ini memengaruhi kualitas akhir dan produktivitas.
8. Kawat Las KOBE-6010 AWS A5.1 E6010
KOBE-6010 adalah elektroda selulosa kelas E6010 yang dikenal untuk penetrasi kuat dan performa root pass pada sambungan terbuka, terutama di pekerjaan lapangan.
Dalam konteks konstruksi baja, E6010 relevan saat metode kerja membutuhkan penetrasi dan kontrol yang baik pada sambungan tertentu, misalnya pada sambungan pipa atau sambungan yang menuntut karakter khas selulosa.
Pilih KOBE-6010 ketika prosedur proyek memang mengarahkan ke E6010 dan tim lapangan membutuhkan karakter penetrasi serta kemampuan bekerja pada kondisi lapangan yang dinamis.
Karena selulosa punya karakter proses tersendiri, pastikan operator berpengalaman dan parameter dipatuhi agar tidak memicu cacat seperti undercut atau burn through.
9. Kawat Las KOBE-7010S AWS A5.5 E7010-P1
KOBE-7010S berada pada kelas E7010 yang umum dipakai untuk aplikasi pipa dan pekerjaan lapangan tertentu dengan tuntutan penetrasi dan produktivitas pada posisi tertentu.
Untuk proyek konstruksi baja yang memiliki bagian pekerjaan lapangan spesifik, elektroda ini dapat menjadi opsi saat WPS mensyaratkan E7010 dan tim membutuhkan karakter proses yang sesuai.
KOBE-7010S tepat dipertimbangkan bila kebutuhan proyek mengarah ke kelas E7010, misalnya pada pekerjaan yang menekankan root pass, kontrol sambungan terbuka, atau karakter kerja lapangan sesuai prosedur.
Seperti elektroda selulosa lainnya, disiplin parameter dan keterampilan operator sangat menentukan hasil.
Kesimpulan
Memilih Kawat Las untuk Konstruksi Baja yang tepat bukan soal mencari yang “paling kuat”, melainkan yang paling sesuai dengan material, posisi kerja, ketebalan, urutan pengelasan, dan standar WPS proyek.
Untuk pekerjaan umum baja karbon, kelas E6013 seperti RB-26 dan MS-77 sering dipilih karena mudah dan produktif. Untuk struktur yang menuntut ketahanan retak, seri low hydrogen seperti LB-26, LB-52, LB-52-18, dan LB-52U menjadi opsi utama.
Untuk kebutuhan lapangan tertentu yang mensyaratkan selulosa, KOBE-6010 dan KOBE-7010S bisa relevan sesuai prosedur.
Jika Anda ingin rekomendasi yang paling sesuai untuk proyek Anda, kirimkan detail material, ketebalan, posisi pengelasan, dan standar WPS yang digunakan, lalu tim intanpertiwi.co.id akan bantu menentukan produk KOBELCO yang tepat sekaligus cek ketersediaan stok dan penawaran terbaik.
FAQs
1. Kawat Las untuk Konstruksi Baja apa yang paling aman untuk sambungan struktural dan minim risiko retak?
Untuk sambungan struktural yang menuntut ketahanan retak dan kontrol hidrogen, elektroda low hydrogen seperti LB-26, LB-52, LB-52-18, dan LB-52U umumnya menjadi pilihan utama, tentu tetap mengikuti WPS proyek.
2. Apa perbedaan utama elektroda E6013 dengan E7016 atau E7018 untuk konstruksi baja?
E6013 seperti RB-26 dan MS-77 fokus pada kemudahan pengelasan dan produktivitas untuk baja karbon umum. Sementara E7016 dan E7018 seperti LB-26, LB-52, LB-52-18, dan LB-52U termasuk low hydrogen yang lebih ditujukan untuk kebutuhan struktural dengan tuntutan kualitas lebih ketat.
3. Kapan sebaiknya memilih KOBE-6010 atau KOBE-7010S untuk pekerjaan konstruksi baja?
Keduanya biasanya dipilih saat WPS mensyaratkan elektroda selulosa untuk kebutuhan tertentu seperti root pass pada sambungan terbuka atau pekerjaan lapangan dengan tuntutan penetrasi dan teknik tertentu, terutama pada pekerjaan yang terkait pipa atau sambungan khusus.
4. Bagaimana cara memastikan pilihan kawat las sesuai standar AWS dan WPS proyek?
Cek klasifikasi AWS pada elektroda yang dipilih, lalu samakan dengan kebutuhan WPS, termasuk posisi pengelasan, polaritas, arus, jenis sambungan, dan persiapan material. Jika WPS meminta low hydrogen, gunakan seri low hydrogen dan terapkan prosedur penyimpanan yang benar.
5. Mengapa penyimpanan dan kondisi elektroda penting untuk hasil las konstruksi baja?
Karena kondisi flux dan kelembapan elektroda memengaruhi stabilitas busur dan risiko cacat, terutama pada elektroda low hydrogen. Penyimpanan yang benar membantu menjaga kualitas hasil las agar konsisten dan mengurangi potensi retak atau porositas.






