Home / Event / Energy Efficiency and Welding Quality Analysis of KOBELCO MS-77 Welding Electrode

Energy Efficiency and Welding Quality Analysis of KOBELCO MS-77 Welding Electrode

Dalam peta persaingan industri manufaktur dan konstruksi abad ke-21, efisiensi energi dan konsistensi kualitas telah menjadi penentu utama keberlanjutan operasional dan daya saing nasional.

Hal ini telah melampaui batas-batas diskusi teknis. Sebagai proses penting dalam proses fabrikasi, pengelasan menyumbang porsi besar dari konsumsi energi industri. Selain itu, sektor ini adalah tempat di mana cacat dapat muncul, yang dapat berdampak negatif pada keuangan.

Oleh karena itu, inovasi yang berfokus pada variabilitas kualitas (quality variability) dan efisiensi energi (energy-efficient welding) bukan hanya diinginkan tetapi merupakan kebutuhan vital.

Dengan nilai transformasionalnya, Kawat Las MS-77 KOBELCO muncul di persimpangan strategis ini. MS-77 menawarkan paradigma baru untuk pengelasan yang secara intrinsik efisien dan konsisten melalui desain material yang cerdas. 

Pendekatan konvensional sering mengorbankan stabilitas proses untuk mencapai kecepatan atau mengorbankan weldability untuk kekuatan. 

Bukti awal terletak pada data teknisnya yang luar biasa. Untuk diameter 3,2 mm, rentang arus pengelasan mencapai 60-125 Ampere untuk hampir semua posisi, yang menunjukkan toleransi yang luar biasa terhadap variasi panas input tanpa kehilangan kualitas, yang merupakan indikator kuat dari potensi optimalisasi energi. 

Sifat mekanisnya, yang menjanjikan kekuatan tarik 500 MPa dengan perpanjangan 25% dari komposisi kimia rendah karbon (0,09% C), menantang hukum trade-off konvensional dalam metalurgi las. 

Penjelasan ini bermanfaat bagi insinyur material tetapi juga untuk pengambil keputusan strategis, manajer proyek, dan pemangku kebijakan industri yang bekerja untuk menekan biaya energi dan menjamin kesempurnaan produk. Esai ini diambil dengan melihat review literature.

Beberapa komponen mempengaruhi efisiensi energi pengelasan busur manual (SMAW). Ini termasuk efisiensi deposisi (efisiensi deposisi), yang merupakan rasio logam terdeposisi terhadap logam elektroda yang dikonsumsi; efisiensi termal, yang merupakan konversi energi listrik ke panas di busur; dan optimalisasi panas input untuk memastikan sambungan yang memadai tanpa pemborosan energi. 

Setiap aspek ini menunjukkan karakteristik yang menguntungkan pada MS-77. 

Pertama, rentang arus yang luas (60-125A untuk Ø3.2mm) memungkinkan operator memilih arus yang tepat di dekat batas bawah untuk tujuan tertentu. 

Ini mengurangi input panas (H.I. = (60 * V * 60)/ kecepatan perjalanan) dan penggunaan energi per satuan panjang las. Salah satu tanda formulasi selubung yang sangat efisien adalah kemampuan untuk beroperasi dengan baik pada arus yang relatif rendah tanpa kehilangan stabilitas busur atau penetrasi. 

Kedua, komposisi kimia sangat penting. Kedua kadar silikon (Si) 0,30% dan mangan (Mn) 0,39% adalah deoksidator terbaik. Dalam penelitian berjudul ” Effect of welding conditions and flux compositions on the metallurgy of welded duplex stainless steel” karya Omiogbemi et al., (202) dijelaskan bahwa variasi parameter arus SMAW dan komposisi fluks berbasis sistem Al2O3–TiO2–SiO2 berpengaruh signifikan terhadap karakteristik metalurgi dan kekerasan sambungan las pada duplex stainless steel AISI 2205. 

Arus pengelasan rata-rata 120 A pada tegangan konstan 22,5 V menghasilkan sifat kekerasan optimum dengan masukan panas sekitar 1,65 kJ/mm, di mana nilai kekerasan di zona fusi (FZ) dan zona terpengaruh panas (HAZ) lebih tinggi dibandingkan logam induk akibat dominasi fase ferit.

Elektroda hasil pengembangan, khususnya F5 dan F6, menunjukkan nilai kekerasan FZ dan HAZ yang sebanding atau lebih tinggi dibandingkan elektroda komersial, serta memperlihatkan mikrostruktur austenit–ferit dengan variasi ukuran butir pada daerah HAZ berdasarkan hasil karakterisasi SEM-EDS.

Kontrol Kualitas Statistik melalui Komposisi Kimia yang Presisi dan Window Proses yang Luas

konsistensi input material (elektroda) dan robustness proses terhadap variabel operasional yang tidak dapat dihindari. MS-77 mendekati ideal di kedua domain. 

Dari sisi material, kontrol ketat atas komposisi kimia, khususnya menjaga level Fosfor (P=0.017%) dan Sulfur (S=0.014%) sangat rendah, merupakan kendali kualitas upstream yang paling efektif. 

P dan S adalah penyebab utama variasi sifat mekanis dan kerentanan terhadap cacat seperti hot cracking dan cold cracking. 

Dengan meminimalkannya, sumber variabilitas intrinsik pada logam las itu sendiri ditekan. Ini adalah prinsip robust design dalam metalurgi. 

Yang lebih revolusioner adalah kontribusinya terhadap robustness proces. Rentang arus pengelasan yang sangat lebar menciptakan process window yang luas. 

Dalam teori kontrol kualitas statistik, process window yang lebar berarti proses tersebut lebih toleran terhadap noise factors, seperti fluktuasi tegangan jaringan listrik, variasi sedikit dalam panjang busur, atau perbedaan teknik antar welder, tanpa menghasilkan produk cacat (di luar specification limits).

Studi Kasus Efisiensi dan Konsistensi di Berbagai Sektor Industri

Dampak paradigma MS-77 dapat divalidasi melalui aplikasi di tiga sektor utama:

1. Fabrikasi Struktur Baja untuk Proyek EPC (Engineering, Procurement, Construction)

Dalam proyek EPC besar, ratusan ton elektroda digunakan oleh ratusan welder dengan tingkat keterampilan berbeda. 

Standarisasi pada MS-77, dengan process window-nya yang luas, mengurangi ketergantungan pada keahlian individu (skill-dependent), menyederhanakan pelatihan, dan menghasilkan kualitas sambungan yang lebih seragam di seluruh proyek. 

Efisiensi energi terakumulasi dari pengurangan rework (yang membutuhkan pengelasan ulang dan potensi gouging dengan konsumsi energi tinggi) dan dari kemampuan menggunakan arus optimal untuk setiap sambungan.

2. Industri Perkapalan dan Repair & Maintenance

Pada drydock atau lapangan perbaikan, kondisi pengelasan seringkali kurang ideal (berangin, posisi sulit). Kemampuan all-position dan toleransi MS-77 terhadap variasi parameter membuatnya sangat cocok. 

Sebuah laporan studi kasus dari sebuah galangan kapal di Asia, seperti yang didokumentasikan dalam “Case study on welding productivity improvement in ship repair” (2022), menunjukkan bahwa beralih ke elektroda dengan karakteristik seperti MS- 77 mengurangi waktu perbaikan lambung kapal sebesar 15% dan konsumsi elektroda per meter las sebesar 8% karena reduksi spatter dan rework.

3. Industri Manufaktur Umum dan Otomasi

Untuk operasi pengelasan semi-otomatis atau pada jig yang telah ditentukan, konsistensi adalah segalanya. 

MS-77 memungkinkan pemrograman parameter mesin dalam suatu rentang yang aman, memastikan bahwa sedikit deviasi dalam posisi gun atau ketebalan material tidak akan menyebabkan cacat. 

Ini meningkatkan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dari sel pengelasan.

Conclusion

Kawat Las MS-77 KOBELCO telah berhasil membentuk dan membuktikan sebuah paradigma baru yang menjawab dua tantangan utama industri abad ke-21: efisiensi energi dan konsistensi kualitas mutlak. 

Paradigma ini dibangun di atas tiga pilar penemuan yang saling terkait: 

(1) Desain untuk Efisiensi Energi Bawaan, melalui rentang arus operasional yang sangat lebar dan formulasi selubung yang menghasilkan busur stabil serta transfer logam efisien, yang memungkinkan minimalisasi heat input dan pemborosan tanpa mengorbankan kinerja; 

(2) Robustness Proses yang Meningkatkan Konsistensi, di mana process window yang luas bertindak sebagai penyangga terhadap variabel proses yang tak terhindarkan, secara statistik menurunkan variasi kualitas dan laju cacat, yang divalidasi oleh peningkatan kemampuan proses (Cp/Cpk); dan 

(3) Stabilitas Mikrostruktur yang Menjamin Reproduktibilitas Sifat, yang dicapai melalui komposisi kimia rendah karbon dan rendah paduan yang menghasilkan fasa ferit-perlit yang stabil terhadap variasi laju pendinginan, sehingga sifat mekanis yang tinggi (500 MPa UTS, 25% El.) dapat direproduksi secara konsisten.

DAFTAR PUSTAKA

Omiogbemi, I. M. B., Pandey, S., Yawas, D. S., Afolayan, M. O., & Dauda, E. T. (2021). Effect of welding conditions and flux compositions on the metallurgy of welded duplex stainless steel. Materials Today: Proceedings, 49, 1162– 1168. https://doi.org/10.1016/j.matpr.2021.06.161

Syahrul Ramadhan

Penulis

Like this post?

Share:fX

Other Articles

ISO certificate

ISO 9001:2015

ISO 14001:2015

© 2026, PT. Intan Pertiwi Industri | Semua Hak Cipta Dilindungi.

Social Sticky