Differences between KOBELCO LB-52 and LB-52U Welding Electrode

Perbedaan Kawat Las LB-52 dan LB-52U KOBELCO Intan Pertiwi Industri

Apa perbedaan kawat las LB-52 dan LB-52U KOBELCO dari sisi arc, slag, dan kemudahan pakai, serta mana yang paling tepat untuk kebutuhan proyek Anda? Di lapangan, banyak welder dan engineer menganggap LB-52 dan LB-52U sebagai produk yang sama karena klasifikasinya identik. Padahal, KOBELCO merancang kedua elektroda ini dengan fokus yang berbeda. Perbedaan tersebut berpengaruh langsung pada stabilitas arc, kemudahan pengelasan, hingga konsistensi hasil las. Memahami perbedaannya sejak awal akan membantu meningkatkan kualitas sambungan sekaligus efisiensi kerja. Apa Itu Kawat Las LB-52? Kawat las LB-52 adalah elektroda las low hydrogen tipe basic yang dirancang untuk menghasilkan sambungan dengan kekuatan dan ketangguhan tinggi. Produk ini banyak digunakan pada struktur baja yang menahan beban dan memerlukan kontrol kualitas ketat. Karakter LB-52 cenderung stabil namun menuntut teknik pengelasan yang baik dari operator agar hasil optimal bisa tercapai. Apa Itu Kawat Las LB-52U? Kawat las LB-52U merupakan pengembangan dari LB-52 dengan penekanan pada kemudahan penggunaan. KOBELCO menyesuaikan karakter flux agar arc lebih halus dan mudah dikendalikan. Tujuan utama LB-52U adalah meningkatkan produktivitas dan konsistensi hasil terutama pada pekerjaan lapangan yang melibatkan banyak welder dengan tingkat pengalaman berbeda. Perbedaan Kawat Las LB-52 dan LB-52U Perbedaan Klasifikasi dan Standar AWS A5.1 Secara klasifikasi, baik LB-52 maupun LB-52U sama sama berada pada standar AWS A5.1 E7016. Artinya, keduanya memiliki kekuatan tarik minimum yang setara dan termasuk elektroda low hydrogen. Tidak ada perbedaan dari sisi standar kekuatan mekanik yang dipersyaratkan. Perbedaan Tujuan Pengembangan Produk LB-52 dikembangkan dengan fokus utama pada performa mekanik dan ketangguhan sambungan. Sebaliknya, LB-52U dikembangkan untuk meningkatkan kenyamanan operator dan efisiensi kerja tanpa mengorbankan standar kekuatan yang sama. Perbedaan Karakter Arc dan Stabilitas Busur Arc pada LB-52 terasa lebih kaku dan membutuhkan kontrol tangan yang konsisten. Pada LB-52U, arc cenderung lebih lembut dan stabil sehingga lebih mudah dipertahankan, terutama saat pengelasan panjang atau posisi sulit. Perbedaan Kemudahan Starting dan Re Strike LB-52 memiliki kemampuan starting yang baik namun memerlukan teknik yang tepat. LB-52U unggul dalam hal penyalaan awal dan penyalaan ulang, sehingga mengurangi waktu terbuang saat pengelasan terputus. Perbedaan Kontrol Kolam Las dan Penetrasi Kolam las LB-52 lebih padat dan cocok untuk sambungan yang menuntut kontrol presisi. LB-52U memberikan kolam las yang lebih mudah dikendalikan sehingga membantu welder menjaga konsistensi bead pada berbagai kondisi kerja. Perbedaan Slag Terak dan Kemudahan Pembersihan Terak pada LB-52 relatif mudah dilepas namun masih memerlukan pembersihan manual yang teliti. Pada LB-52U, terak lebih mudah terkelupas sehingga mempercepat proses finishing dan inspeksi visual. Perbedaan Spatter dan Kerapian Hasil Las LB-52 menghasilkan spatter yang rendah jika parameter tepat. LB-52U cenderung menghasilkan spatter yang lebih minim sehingga hasil las terlihat lebih rapi dan bersih. Perbedaan Toleransi Terhadap Variasi Teknik Operator LB-52 lebih sensitif terhadap variasi teknik pengelasan. LB-52U lebih toleran terhadap perbedaan gaya dan pengalaman operator sehingga cocok digunakan pada tim dengan latar belakang kemampuan yang beragam. Perbedaan Kesesuaian untuk Posisi Pengelasan di Lapangan LB-52 cocok untuk pekerjaan yang terkontrol dengan posisi pengelasan yang direncanakan. LB-52U lebih fleksibel untuk pekerjaan lapangan dengan kondisi posisi yang bervariasi. Perbedaan Aplikasi Umum di Proyek Konstruksi dan Fabrikasi LB-52 sering digunakan pada struktur baja berat, pressure part, dan sambungan kritikal. LB-52U banyak dipilih untuk proyek konstruksi umum dan fabrikasi lapangan yang menuntut kecepatan dan konsistensi. Perbedaan Rekomendasi Pemakaian untuk Welder Pemula dan Berpengalaman LB-52 lebih ideal untuk welder berpengalaman yang mampu menjaga parameter secara konsisten. LB-52U lebih ramah untuk welder pemula maupun operator lapangan yang membutuhkan kontrol lebih mudah. Perbedaan Fokus Utama Quality Maksimal dan Usability Produktivitas LB-52 berorientasi pada kualitas teknik dan ketangguhan sambungan. LB-52U berorientasi pada kemudahan penggunaan dan peningkatan produktivitas tanpa mengurangi standar mutu. Rekomendasi Pemilihan Berdasarkan Kebutuhan Proyek Pemilihan elektroda sebaiknya disesuaikan dengan karakter proyek. Gunakan LB-52 untuk sambungan struktural kritis dan pekerjaan dengan kontrol ketat. Gunakan LB-52U untuk pekerjaan lapangan, volume pengelasan tinggi, dan kebutuhan hasil yang konsisten di berbagai kondisi. Tips Penyimpanan dan Penanganan Elektroda Low Hydrogen Elektroda low hydrogen harus disimpan dalam kondisi kering dan tertutup. Paparan kelembapan dapat meningkatkan risiko porositas dan retak hidrogen. Pastikan elektroda dipanaskan sesuai rekomendasi dan tidak dibiarkan terbuka terlalu lama di area kerja. Kesimpulan LB-52 dan LB-52U memiliki kekuatan yang setara namun karakter penggunaan yang berbeda. LB-52 unggul pada ketangguhan dan kontrol teknis, sedangkan LB-52U unggul pada kemudahan dan produktivitas. Memahami perbedaan kawat las LB-52 dan LB-52U ini membantu memastikan hasil las yang kuat, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan proyek. Jika Anda membutuhkan kawat las LB-52 atau LB-52U KOBELCO untuk proyek konstruksi, fabrikasi, atau pekerjaan lapangan, PT Intan Pertiwi Industri siap membantu menyediakan produk original dengan dukungan teknis yang tepat. Anda dapat menghubungi tim kami untuk mendapatkan rekomendasi produk, ketersediaan stok, serta penawaran sesuai kebutuhan proyek Anda. FAQs Apakah LB-52 dan LB-52U punya kekuatan sambungan yang sama? Ya. LB-52 dan LB-52U sama sama berklasifikasi AWS A5.1 E7016, sehingga standar kekuatan tarik minimumnya setara. Perbedaannya lebih terasa pada karakter pemakaian seperti stabilitas arc, kemudahan re strike, dan perilaku slag. LB-52U lebih bagus dari LB-52 atau hanya lebih mudah dipakai? LB-52U bukan sekadar versi yang lebih mudah dipakai, tetapi memang dirancang untuk meningkatkan usability dan konsistensi hasil di lapangan. LB-52 tetap sangat kuat dan cocok untuk kebutuhan yang menuntut kontrol teknis tinggi, sementara LB-52U unggul untuk produktivitas dan operator yang beragam. Mana yang lebih cocok untuk pekerjaan lapangan dan target cepat selesai? LB-52U umumnya lebih cocok untuk pekerjaan lapangan karena arc lebih stabil, mudah starting dan re strike, serta slag lebih mudah dibersihkan. Ini membantu mempercepat ritme kerja tanpa mengorbankan standar mutu E7016. Apa perbedaan slag dan spatter antara LB-52 dan LB-52U? LB-52 menghasilkan slag yang relatif mudah dilepas jika parameter tepat, sedangkan LB-52U cenderung lebih mudah terkelupas dan rapi sehingga pembersihan lebih cepat. Dari sisi spatter, LB-52U biasanya lebih minim sehingga tampilan bead lebih bersih. Bagaimana cara menyimpan LB-52 dan LB-52U agar tidak lembap? Simpan elektroda low hydrogen di tempat kering dan tertutup, hindari paparan udara lembap terlalu lama setelah kemasan dibuka. Jika elektroda terpapar kelembapan, risiko cacat seperti porositas dan potensi retak hidrogen bisa meningkat, jadi disiplin penyimpanan adalah kunci. Ya. LB-52 dan LB-52U sama sama berklasifikasi AWS A5.1 E7016, sehingga standar kekuatan tarik

Welding Electrode for Hydrant Pipes

jenis kawat las untuk pipa hydrant pt intan pertiwi industri

Memilih kawat las untuk pipa hydrant tidak bisa sekadar ikut kebiasaan bengkel, karena jalur hydrant bekerja pada sistem pemadam kebakaran yang menuntut sambungan stabil, rapi, dan minim risiko rembes atau porositas. Umumnya pipa hydrant menggunakan baja karbon, dan pada beberapa proyek bisa juga memakai pipa galvanis, sehingga pemilihan elektroda harus menyesuaikan ketebalan pipa, posisi pengelasan, tipe sambungan, serta kebutuhan root pass yang benar sebelum lanjut ke fill dan cap. Pilihan Kawat Las untuk Pipa Hydrant Di bawah ini adalah rekomendasi elektroda KOBELCO yang relevan untuk kebutuhan pipa, termasuk root pass, pengisian, dan penutup, dengan karakter yang berbeda sesuai metode kerja. 1. Kobe Steel LB-52 Elektroda LB-52 adalah elektroda low hydrogen yang diklasifikasikan AWS A5.1 E7016, digunakan luas untuk pengelasan baja karbon dan baja kekuatan menengah pada struktur, pipa, dan fabrikasi umum dengan kemampuan all position. Untuk pekerjaan pipa hydrant, LB-52 cocok sebagai elektroda serbaguna pada tahap pengisian dan penutup ketika root pass sudah terbentuk baik, karena karakter busurnya stabil dan penetrasinya tergolong sedang sehingga mudah dikontrol. Panduan arus yang umum dipakai berdasarkan diameter (sesuaikan dengan mesin, posisi, dan fit up): 2.6 mm sekitar 55 sampai 85 A untuk posisi datar, dan sekitar 50 sampai 80 A untuk posisi vertikal atau overhead 3.2 mm sekitar 90 sampai 130 A untuk posisi datar, dan sekitar 80 sampai 120 A untuk posisi vertikal atau overhead 4.0 mm sekitar 130 sampai 180 A untuk posisi datar, dan sekitar 110 sampai 170 A untuk posisi vertikal atau overhead Catatan penting untuk hasil konsisten: LB-52 mendukung polaritas AC dan DCEP, dan dianjurkan menjaga arc tetap pendek serta pengeringan ulang elektroda pada kisaran 300 sampai 350 derajat celsius sebelum dipakai, terutama untuk pekerjaan kritikal 2. Kobe Steel LB-52U Elektroda LB-52U adalah low hydrogen yang dirancang spesifik untuk pekerjaan pipa, terutama root pass, dan diklasifikasikan AWS A5.1 E7016. Keunggulan LB-52U untuk pipa hydrant adalah kemampuannya membentuk root bead yang rapi dan penetrasi yang dalam, termasuk pada sambungan dengan akses terbatas, sehingga cocok untuk joint pipa yang menuntut akar las rapat sebelum pengisian. Panduan arus LB-52U yang umum dipakai: 2.6 mm sekitar 60 sampai 90 A untuk posisi datar, sekitar 50 sampai 80 A untuk vertikal atau overhead, dan untuk mode root pass sekitar 30 sampai 80 A 3.2 mm sekitar 90 sampai 130 A untuk posisi datar, sekitar 80 sampai 120 A untuk vertikal atau overhead, dan untuk mode root pass sekitar 60 sampai 110 A LB-52U mendukung polaritas AC dan DCEP, serta ada catatan pengeringan ulang pada 300 sampai 350 derajat celsius selama 30 sampai 60 menit sebelum penggunaan, yang relevan untuk menjaga performa low hydrogen pada sambungan pipa. 3. Kobe Steel LB-52-18 Kawat las LB-52-18 adalah elektroda low hydrogen dengan klasifikasi AWS A5.1 E7018, umum dipilih untuk aplikasi struktur, pipa, dan pressure tank karena performa mekanis dan ketahanan retaknya. Untuk kebutuhan kawat las untuk pipa hydrant, LB-52-18 cocok ketika Anda membutuhkan karakter E7018 yang kuat untuk pengisian dan penutup, khususnya pada area yang menuntut kekuatan sambungan dan kualitas bead yang rapi. Panduan arus LB-52-18: 2.6 mm sekitar 65 sampai 95 A untuk posisi datar, dan sekitar 60 sampai 90 A untuk vertikal atau overhead 3.2 mm sekitar 90 sampai 130 A untuk posisi datar, dan sekitar 80 sampai 120 A untuk vertikal atau overhead 4.0 mm sekitar 130 sampai 190 A untuk posisi datar, dan sekitar 110 sampai 170 A untuk vertikal atau overhead LB-52-18 memakai AC atau DCEP, dan tetap disarankan pengeringan ulang elektroda pada 300 sampai 350 derajat celsius sebelum dipakai, terutama bila kemasan sudah terbuka dan kondisi lapangan lembap. 4. KOBE-6010 Kawat las KOBE-6010 adalah elektroda selulosa tinggi dengan klasifikasi AWS A5.1 E6010 dan direkomendasikan untuk pekerjaan root pass pipa, termasuk teknik vertical down pada baja karbon. Karena penetrasinya dalam, KOBE-6010 sering dipilih saat targetnya adalah membentuk akar las yang menembus baik pada sambungan butt joint pipa sebelum dilanjutkan pengisian dengan elektroda low hydrogen. Panduan arus KOBE-6010: 3.2 mm sekitar 70 sampai 130 A 4.0 mm sekitar 90 sampai 180 A KOBE-6010 direkomendasikan dengan polaritas DCEP. 5. KOBE-7010S Kawat las KOBE-7010S adalah elektroda selulosa dengan klasifikasi AWS A5.5 E7010-P1, dirancang untuk pengelasan pipa dengan kemampuan sangat baik pada vertical down. Jika pekerjaan pipa hydrant Anda mengutamakan produktivitas di lapangan pada sambungan pipa baja karbon dan teknik downhill memang digunakan, KOBE-7010S bisa menjadi opsi karena penetrasi dan pembentukan akar yang solid. Panduan arus KOBE-7010S: 3.2 mm sekitar 60 sampai 120 A untuk beberapa posisi umum, dan sekitar 70 sampai 120 A untuk downhill 4.0 mm sekitar 90 sampai 170 A untuk beberapa posisi umum, dan sekitar 100 sampai 170 A untuk downhill KOBE-7010S direkomendasikan dengan polaritas DCEP. Tips Memilih Kawat Las untuk Pipa Hydrant Agar pemilihan kawat las untuk pipa hydrant benar benar nyambung dengan kebutuhan lapangan, gunakan logika berikut. 1. Tentukan material pipa Mayoritas instalasi hydrant memakai pipa baja karbon. Jika pipa galvanis dipakai, siapkan prosedur kerja yang aman karena pengelasan pada material berlapis seng dapat menghasilkan asap seng, dan paparan seng dikenal sebagai penyebab umum metal fume fever. 2. Putuskan strategi root pass terlebih dahulu Jika joint pipa adalah butt joint dan root pass menjadi titik kritis, pertimbangkan elektroda yang memang ditujukan untuk akar las pipa. LB-52U disebut spesifik untuk root pass pada pipa baja karbon. Alternatif lain adalah selulosa seperti KOBE-6010 atau KOBE-7010S, yang sama sama ditujukan untuk pekerjaan pipa dengan teknik vertical down. 3. Sesuaikan diameter elektroda dengan ketebalan pipa dan posisi las Untuk pipa schedule menengah, diameter 3.2 mm sering dipakai karena seimbang antara deposit dan kontrol. Untuk area sulit seperti overhead, diameter 2.6 mm sering lebih mudah dikendalikan. Prinsipnya, semakin tebal material dan semakin nyaman posisinya, Anda bisa naik diameter dan arus, tetapi tetap jaga agar tidak burn through di root. Panduan arus per diameter tersedia pada data masing masing produk dan sebaiknya dijadikan acuan awal sebelum trial singkat. 4. Jaga disiplin low hydrogen bila memilih seri LB Elektroda low hydrogen sangat terbantu bila pengeringan ulang dilakukan sesuai catatan pemakaian, misalnya pada kisaran 300 sampai 350 derajat celsius sebelum digunakan. Ini relevan untuk mengurangi risiko cacat terkait

Welding Electrode for Steel Construction

jenis kawat las untuk konstruksi baja

Kawat las untuk konstruksi baja menentukan apakah sambungan rangka WF, H beam, dan bracing benar benar kuat, rapi, dan lolos inspeksi tanpa rework.  Sebelum memilih produk, pastikan Anda memahami kebutuhan proyek dari kelas AWS, tuntutan WPS, posisi pengelasan, hingga risiko retak pada struktur. Pendahuluan Di proyek struktur seperti gudang, pabrik, jembatan, tower, sampai rangka baja WF dan H beam, hasil pengelasan bukan sekadar “menempel” dua material. Ia harus lolos pemeriksaan, konsisten kualitasnya, dan sesuai prosedur proyek.  Karena itu, pemilihan Kawat Las untuk Konstruksi Baja perlu mempertimbangkan jenis baja, posisi pengelasan, ketebalan material, kebutuhan kekuatan tarik, serta risiko retak.  Artikel ini merangkum cara memilih elektroda yang relevan untuk kebutuhan konstruksi, sekaligus membantu tim lapangan, QC, dan procurement menyamakan bahasa saat membandingkan tipe, standar AWS, serta kecocokannya dengan WPS yang berlaku. Lihat Juga : Katalog Kawat Las KOBE Apa itu Kawat Las? Kawat las adalah bahan tambah yang meleleh saat proses pengelasan untuk membentuk logam las dan menyatukan dua bagian material.  Di pekerjaan konstruksi baja, istilah “kawat las” sering merujuk pada elektroda SMAW yang dibungkus flux. Flux berfungsi membantu stabilitas busur, membentuk terak pelindung, mengurangi oksidasi, dan memengaruhi karakter hasil las seperti kemudahan pengelasan, tampilan bead, serta ketahanan terhadap cacat.  Karena pengelasan struktur biasanya menuntut konsistensi, pemilihan kawat las harus selaras dengan spesifikasi proyek, standar AWS, dan parameter yang ditetapkan di WPS seperti arus, polaritas, posisi, hingga persiapan sambungan. Jenis Kawat Las untuk Konstruksi Baja Pada praktiknya, pemilihan Kawat Las untuk Konstruksi Baja bisa dikelompokkan menjadi 3 kebutuhan besar. Yaitu: Pertama, pekerjaan umum baja karbon untuk fabrikasi dan pemasangan yang menuntut proses cepat dan rapi.  Kedua, kebutuhan struktural yang memprioritaskan ketahanan retak, biasanya memakai tipe low hydrogen.  Ketiga, kebutuhan root pass atau pekerjaan lapangan tertentu yang mengandalkan selulosa untuk penetrasi dan kontrol pada sambungan terbuka.  Di bawah ini adalah opsi elektroda yang umum dipakai untuk konstruksi, lengkap dengan konteks kapan dipilih agar keputusan teknis dan keputusan pembelian sama sama tepat. 1. Kawat Las RB-26 AWS A5.1 E6013 Kawat las RB-26 adalah pilihan serbaguna untuk pekerjaan baja karbon umum di workshop maupun lapangan.  Karakternya dikenal mudah dinyalakan, stabil, dan membantu menghasilkan bead yang rapi sehingga cocok untuk fabrikasi ringan sampai menengah, pengelasan fillet, dan pekerjaan perakitan yang membutuhkan produktivitas.  Untuk konstruksi baja, RB-26 sering dipakai saat prioritasnya adalah kemudahan pengerjaan, finishing yang baik, dan ritme kerja yang cepat, terutama pada pekerjaan non kritis yang tetap mengikuti prosedur. Baca Juga : Kawat Las Baja Karbon untuk Struktur Agar tepat sasaran, gunakan RB-26 ketika material tergolong mild steel, sambungan tidak menuntut ketahanan retak setinggi low hydrogen, dan posisi kerja membutuhkan elektroda yang ramah operator. Untuk pekerjaan yang sangat sensitif terhadap retak hidrogen atau struktur berat, biasanya tim engineering akan mengarahkan ke seri low hydrogen. 2. Kawat Las MS-77 AWS A5.1 E6013 MS-77 berada di kelas E6013 yang banyak dipilih untuk kebutuhan konstruksi baja karbon umum karena karakter pengelasannya stabil dan mudah dikendalikan.  Pada fabrikasi rangka, bracing, dudukan, dan pekerjaan workshop yang repetitif, MS-77 membantu menjaga konsistensi tampilan jalur las dan mengurangi rework karena prosesnya relatif nyaman untuk operator. MS-77 tepat dipilih saat proyek membutuhkan volume pengelasan besar pada baja karbon umum dan tim mengejar kecepatan kerja yang terukur.  Jika di lapangan ditemukan persyaratan prosedur yang lebih ketat, misalnya ketahanan retak dan kontrol hidrogen, seri low hydrogen seperti E7016 atau E7018 biasanya menjadi opsi yang lebih aman sesuai WPS. 3. Kawat Las B-17 AWS A5.1 E6019 B-17 berada pada kelas E6019 yang umumnya dipakai untuk pengelasan baja karbon dan pekerjaan fabrikasi yang membutuhkan deposit relatif baik dan operasional yang stabil.  Di lingkungan konstruksi, B-17 sering dipertimbangkan untuk pengelasan fillet pada struktur, bracket, dan sambungan yang menuntut pengisian yang mantap serta hasil yang terlihat rapi. Gunakan B-17 ketika kebutuhan utamanya adalah produktivitas dan konsistensi pada baja karbon, dengan tetap memastikan parameter mengikuti WPS.  Untuk struktur yang menuntut ketahanan retak lebih tinggi, terutama pada material lebih tebal atau restraint tinggi, seri low hydrogen tetap menjadi rujukan utama. 4. Kawat Las LB-26 AWS A5.1 E7016 Kawat las LB-26 adalah elektroda low hydrogen kelas E7016 yang banyak dipakai pada konstruksi struktural karena fokusnya pada ketangguhan dan ketahanan terhadap retak.  Pada rangka utama, sambungan dengan restraint tinggi, serta pekerjaan yang berpotensi mengalami pendinginan cepat, kontrol hidrogen menjadi poin penting.  Di sinilah LB-26 relevan sebagai Kawat Las untuk Konstruksi Baja yang menuntut keandalan sambungan. LB-26 cocok dipilih ketika proyek membutuhkan kualitas struktural yang lebih ketat, dan tim QC menekankan pencegahan cacat retak.  Dalam implementasinya, aspek penyimpanan elektroda, kondisi flux, serta pengendalian kelembapan perlu dijaga sesuai prosedur internal proyek agar manfaat low hydrogen benar benar tercapai. 5. Kawat Las LB-52 AWS A5.1 E7016 Kawat las LB-52 juga berada pada kelas E7016 low hydrogen dan sering menjadi rujukan di pekerjaan struktural karena performa yang stabil untuk sambungan yang menuntut kekuatan dan ketahanan.  Pada konstruksi baja berat, pekerjaan erection, serta sambungan kritis yang harus lulus inspeksi, elektroda low hydrogen membantu menekan risiko retak yang merugikan biaya dan waktu proyek. Pilih LB-52 ketika struktur bekerja pada beban tinggi, sambungan berada pada bagian utama, atau spesifikasi proyek meminta kelas E70 low hydrogen.  Secara proses, pastikan persiapan kampuh, kebersihan permukaan, dan kontrol panas pengelasan mengikuti WPS agar hasilnya konsisten dari root sampai cap. 6. Kawat Las LB-52-18 AWS A5.1 E7018 LB-52-18 adalah elektroda low hydrogen kelas E7018 yang sangat umum disebut dalam spesifikasi struktural karena menekankan ketahanan, kualitas deposit, dan karakter busur yang mendukung hasil rapi pada pengelasan struktural.  Dalam banyak proyek, E7018 dipilih untuk memenuhi standar kualitas yang ketat pada sambungan struktural baja karbon, termasuk saat diperlukan kontrol lebih baik terhadap cacat yang terkait hidrogen. LB-52-18 tepat digunakan ketika WPS mengarah ke kelas E7018 dan proyek menuntut mutu sambungan yang konsisten untuk inspeksi visual maupun uji lainnya.  Di lapangan, disiplin penyimpanan elektroda dan pengendalian kelembapan menjadi kunci agar karakter low hydrogen tetap terjaga sesuai tuntutan prosedur. 7. Kawat Las LB-52U AWS A5.1 E7016 Kawat las LB-52U adalah varian E7016 low hydrogen yang sering dipilih untuk kebutuhan yang menekankan kontrol pada tahap awal sambungan, khususnya ketika root pass membutuhkan stabilitas dan kualitas yang baik.  Pada konstruksi baja

What is the Difference Between LB and RB Welding Rods?

apa perbedaan antara batang las LB dan RB

Sebelum membahas perbedaan batang las seri LB dan RB, penting untuk memahami dasar pemilihan elektroda berdasarkan material, ketebalan, posisi pengelasan, serta standar proyek. Gunakan referensi pemilihan kawat las sebagai acuan awal, lalu kita bandingkan karakter, keunggulan, dan aplikasi LB vs RB agar Anda dapat menentukan pilihan yang paling tepat di lapangan. Perbedaan antara batang las LB dan RB sering jadi penentu kualitas sambungan di bengkel dan proyek. RB E6013 unggul pada kemudahan start dan finishing rapi untuk pelat tipis sampai sedang, sementara LB E7016 dipilih saat dibutuhkan ketangguhan dan kontrol hidrogen rendah pada sambungan yang memikul beban. Di bengkel maupun proyek, pilihan sering mengerucut pada dua seri populer yaitu RB untuk kelas E6013 dan LB untuk kelas E7016. RB dikenal ramah pemula dan serbaguna, sedangkan LB dipilih saat pekerjaan menuntut kekuatan dan ketangguhan hasil las yang lebih tinggi. Artikel ini memandu Anda memilih dengan cepat sesuai kebutuhan kerja. Perbedaan antara Batang Las LB dan RB LB adalah elektroda low hydrogen kelas E7016 untuk sambungan yang butuh ketangguhan dan risiko retak lebih rendah. RB adalah elektroda rutile kelas E6013 yang mudah dinyalakan, slag mudah lepas, dan cocok untuk fabrikasi umum serta pelat tipis hingga sedang. Kapan Memilih RB E6013? Fabrikasi umum di bengkel dengan target rapi dan cepat Pelat tipis sampai sedang yang butuh kontrol panas Perbaikan harian, tack weld, dan stitch welding Situasi yang butuh start ulang busur yang mudah Mesin AC maupun DC dengan tegangan tanpa beban terbatas Kapan Memilih LB E7016? Struktur baja yang memikul beban dan butuh ketangguhan Pipa, rangka, komponen tekan, serta sambungan kritis Proyek yang mengharuskan kontrol hidrogen rendah Penerapan WPS dan inspeksi kualitas yang ketat Mesin DC polaritas positif atau AC dengan tegangan tanpa beban memadai Tabel Perbandingan Teknis Aspek RB E6013 LB E7016 Jenis selaput Rutile Low hydrogen Karakter busur Mudah nyala, halus, ramah pemula Mantap dan fokus kualitas sambungan Spatter dan terak Spatter rendah, terak cepat lepas Spatter terkontrol, terak butuh disiplin pembersihan Posisi pengelasan Semua posisi, vertikal turun memungkinkan pada kondisi tepat Semua posisi, lazim vertikal naik untuk kontrol hasil Kekuatan sambungan Memadai untuk fabrikasi umum Lebih tinggi dengan ketangguhan lebih baik Aplikasi utama Bengkel umum, pelat tipis sampai sedang Struktur, pipa, komponen tekan Polaritas AC dan DC DC polaritas positif dan AC jika OCV memadai Penyimpanan Simpan kering dalam wadah tertutup Perlu kontrol kelembapan, redry sesuai panduan Arus tipikal Ø 2.6 mm Sekitar 60 sampai 90 A Sekitar 70 sampai 100 A Arus tipikal Ø 3.2 mm Sekitar 90 sampai 130 A Sekitar 100 sampai 140 A Arus tipikal Ø 4.0 mm Sekitar 120 sampai 170 A Sekitar 130 sampai 180 A Catatan. Rentang arus menyesuaikan merk, posisi, celah, dan kondisi sambungan. Lakukan uji pendek sebelum produksi. Kesimpulan Ringkasnya, RB E6013 tepat untuk pekerjaan harian yang perlu kemudahan penyalaan, finishing rapi, dan kontrol panas pada pelat tipis sampai sedang, sedangkan LB E7016 dipilih saat sambungan menanggung beban dan menuntut ketangguhan serta kontrol hidrogen rendah. Tentukan pilihan berdasarkan beban desain, jenis material, posisi las, dan kapabilitas mesin. Jaga penyimpanan tetap kering untuk RB dan terapkan kontrol kelembapan serta redry sesuai panduan untuk LB. Selalu lakukan uji pendek dan ikuti WPS agar hasil konsisten. FAQs Kapan sebaiknya memilih RB E6013? Pilih RB untuk pekerjaan bengkel harian, perbaikan ringan, tack dan stitch, serta saat butuh start busur yang mudah pada pelat tipis hingga sedang. Kapan sebaiknya memilih LB E7016? Pilih LB untuk struktur yang memikul beban, pipa, komponen tekan, atau proyek yang mewajibkan kontrol hidrogen rendah dan prosedur kualitas yang ketat. Apakah kedua jenis ini bisa dipakai di semua posisi? Keduanya bisa untuk semua posisi. RB dapat digunakan pada vertikal turun dengan pengaturan yang tepat. LB umumnya lebih stabil pada vertikal naik untuk menjaga kualitas sambungan. Apakah LB E7016 wajib pengeringan ulang? Tidak selalu, namun LB sensitif terhadap kelembapan. Jika kemasan sudah terbuka lama atau elektroda terasa lembap, lakukan redry sesuai panduan pabrik. RB cukup dijaga tetap kering dalam wadah tertutup.

The Meaning of Electrode Code E7018 and Its Advantages in Welding

Elektroda E7018

Elektroda E7018 adalah elektroda low hydrogen yang dirancang untuk menjaga kekuatan sambungan dan menekan risiko retak hidrogen pada struktur kritis. Karakter busur stabil, slag mudah terkelupas, serta tampilan manik rapi membuatnya menjadi andalan untuk konstruksi, vessel, dan fabrikasi berat. Cocok untuk pembaca yang: Membutuhkan hasil las konsisten di struktur baja Menyusun atau meninjau WPS dan parameter proses Mencari rekomendasi diameter, arus, serta praktik penyimpanan yang benar Apa Itu Elektroda E7018? Elektroda E7018 adalah elektroda berlapis fluks low hydrogen untuk baja karbon dan baja paduan rendah. Kode 70 menunjukkan kekuatan tarik minimum 70 ksi. Karakter low hydrogen menekan hidrogen difusibel di logam las sehingga membantu mencegah hydrogen induced cracking, terutama pada material tebal dan sambungan bertegangan. Poin penting yang perlu diingat: Memberikan ketangguhan impak yang baik pada suhu layanan menengah Memproduksi manik halus dan penetrasi terkontrol Cocok untuk sambungan fillet dan groove di berbagai ketebalan Definisi dan Standar Elektroda E7018 mengacu pada standar AWS A5.1 untuk elektroda baja karbon. Penamaan ini memberi informasi tentang kekuatan, posisi, dan tipe fluks. Standar setara pada sistem JIS tersedia dengan persyaratan mutu yang sebanding. Untuk implementasi, ikuti WPS yang disetujui dan data produk dari pabrikan. Karakter Manik, Ketahanan Retak, dan Sifat Mekanik E7018 membentuk manik penuh dengan tampilan rapi. Kandungan hidrogen yang rendah menjaga integritas sambungan dan membantu mengurangi risiko retak dingin. Hal ini penting pada konstruksi, permesinan berat, dan aplikasi dinamis. Manfaat praktis: Busur stabil sehingga memudahkan kontrol kolam Tampilan akhir rapi yang meminimalkan pekerjaan pasca las Performa mekanik yang sesuai untuk struktur dan beban dinamis Keunggulan Elektroda E7018 Elektroda E7018 dikenal sebagai pilihan andal untuk struktur yang menuntut mutu tinggi. Formulasi fluks dengan hidrogen rendah membantu menjaga integritas sambungan, sementara stabilitas busur memudahkan kontrol kolam pada berbagai posisi. Hasilnya adalah manik yang rapi, kuat, dan konsisten dari root sampai cap. Apa yang membuat E7018 menonjol: Stabilitas busur sangat baikNyala busur halus dan mudah dikendalikan sehingga meminimalkan percikan dan membantu membentuk profil manik yang seragam. Kekuatan tarik minimal 70 ksiCocok untuk struktur dan aplikasi dengan beban dinamis yang menuntut ketangguhan. Risiko retak hidrogen lebih rendahKandungan hidrogen difusibel yang rendah membantu mencegah retak dingin terutama pada material tebal. Slag mudah terkelupasPembersihan antarpas lebih cepat sehingga ritme kerja meningkat tanpa mengorbankan kualitas. Tampilan manik rapiPermukaan las lebih halus yang mengurangi pekerjaan finishing setelah pengelasan. Dukungan multi posisiDapat digunakan pada posisi datar, horisontal, dan menanjak dengan penyesuaian teknik yang tepat. Penyalaan ulang nyamanMemudahkan pekerjaan bertahap dan perbaikan lokal di area terbatas. Konsisten terhadap inspeksiMembantu mencapai hasil yang stabil untuk uji visual dan uji tak merusak. Ramah terhadap WPSRentang parameter yang jelas memudahkan penyusunan dan penerapan prosedur kerja di lapangan. Dampak pada produktivitas dan biaya: Waktu rework menurun berkat kualitas deposit yang konsisten Siklus kerja lebih cepat karena slag mudah terlepas Pengendalian cacat seperti porositas dan undercut menjadi lebih mudah dengan teknik yang tepat Kapan Memilih E7018 Dibanding Tipe Lain? Elektroda E7018 dipilih saat prioritas utama adalah integritas struktural, konsistensi mekanik, dan kontrol hidrogen. Untuk pekerjaan yang lebih menuntut kontrol kolam pada arah menanjak, sebagian tim mempertimbangkan E7016. Untuk pekerjaan umum pada pelat tipis, E6013 sering dimanfaatkan karena kemudahan penyalaan dan kebersihan permukaan yang moderat. Ringkasnya: Pilih E7018 untuk struktur kritis dan hasil mekanik yang andal Pertimbangkan E7016 untuk vertical up yang membutuhkan kolam lebih kental Pertimbangkan E6013 untuk pekerjaan ringan dan pelat tipis Baca Juga : E7016 vs E7018 Spesifikasi Teknis Elektroda E7018 Parameter dasar membantu pengambilan keputusan cepat di workshop dan lapangan. Kompatibilitas Arus dan Polaritas Elektroda E7018 umumnya digunakan pada arus searah dengan polaritas DCEP untuk stabilitas busur dan kualitas deposit. Beberapa merek mendukung arus AC sesuai data produk. Ikuti informasi resmi pabrikan dan WPS yang disetujui. Dukungan Posisi Pengelasan Elektroda E7018 mendukung semua posisi dengan penyesuaian teknik. Pengecualian umum adalah vertical down. Pada vertical up, atur travel speed dan manajemen kolam dengan disiplin. Kisaran Diameter yang Umum di Lapangan Diameter yang lazim digunakan adalah 2.6 mm, 3.2 mm, 4.0 mm, dan 5.0 mm. Pemilihan diameter mengikuti ketebalan material, akses area, dan target laju isi. Kebutuhan Kebersihan Permukaan Permukaan sambungan perlu bebas dari karat berat, cat, minyak, dan kelembapan untuk mencegah porositas dan cacat fusi. Checklist ringkas: Bersihkan jalur sambungan pada area fusi Sesuaikan bevel dan root gap sesuai desain sambungan Pastikan fit up stabil untuk menekan distorsi Parameter Awal dan Tabel Ampere Angka berikut adalah panduan awal yang realistis. Selalu lakukan uji kupon sebelum produksi massal dan ikuti WPS serta data pabrikan. Diameter Rentang Ampere Ketebalan Material yang Disarankan 2.6 mm 60 hingga 90 A 3 hingga 6 mm 3.2 mm 90 hingga 130 A 6 hingga 12 mm 4.0 mm 120 hingga 160 A 10 hingga 20 mm 5.0 mm 150 hingga 210 A lebih dari 20 mm Tips praktis: Sesuaikan arus pada root, fill, dan cap agar profil manik konsisten Gunakan travel speed yang seimbang untuk menghindari undercut Jaga arc length pendek untuk menjaga stabilitas kolam Praktik Penyimpanan dan Re Bake Kinerja elektroda E7018 sangat dipengaruhi kadar kelembapan. Penanganan yang benar menjaga sifat low hydrogen tetap efektif. Penyimpanan Oven, Suhu Re Dry, dan Handling Simpan elektroda di oven penyimpanan pada kisaran 120 hingga 150 derajat Celsius. Jika elektroda terpapar udara terbuka terlalu lama atau terindikasi lembap, lakukan re dry pada kisaran 260 hingga 315 derajat Celsius selama 1 hingga 2 jam. Selalu rujuk petunjuk pabrikan pada kotak atau lembar data resmi. Tanda Kelembapan Berlebih dan Cara Mitigasi Percikan tidak normal, porositas, manik berbuih, atau suara busur tidak lazim dapat mengindikasikan kelembapan. Langkah cepat: Lakukan re dry sesuai rekomendasi pabrikan Gunakan quiver hangat di lapangan agar elektroda tetap kering Minimalkan paparan udara lembap dan tutup kotak segera setelah pengambilan Checklist QC untuk Mencegah Hydrogen Cracking Verifikasi kebutuhan preheat pada material tebal atau paduan rendah tertentu Pantau interpass temperature pada setiap lintasan Pastikan slag terkelupas bersih sebelum lintasan berikutnya Perbandingan Singkat E7018 vs E7016 vs E6013 Pemilihan elektroda bergantung pada sasaran kualitas, posisi, dan produktivitas. Garis besar: E7018 untuk struktur kritis dengan kontrol hidrogen dan ketangguhan tinggi E7016 untuk kontrol kolam yang baik pada vertical up E6013 untuk pekerjaan umum dan pelat tipis

E7016 vs E7018: Perbedaan, Kelebihan, dan Rekomendasi Produk INTIWI

e7016 vs e7018

Memilih elektroda low hydrogen yang tepat sering menentukan hasil akhir proyek. Artikel ini membahas e7016 vs e7018 dengan bahasa yang jelas dan praktis agar tim fabrikasi dan maintenance dapat mengambil keputusan cepat. Anda akan menemukan perbedaan karakter coating, kontrol kolam, hingga laju deposit, lengkap dengan contoh penggunaan pada posisi datar, horizontal, dan menanjak. Ringkasan Cepat: E7016 vs E7018 E7016 dan E7018 berada pada kelas kekuatan tarik yang sama. Perbedaan utama ada pada karakter coating dan prioritas hasil. E7016 menonjol pada kontrol kolam terutama di posisi menanjak. E7018 unggul pada laju deposit untuk produksi posisi datar. Jika fokus Anda adalah stabilitas dan pengendalian panas pilih E7016. Jika target Anda throughput dan tampilan manik yang penuh pilih E7018. Keputusan akhir sebaiknya tetap divalidasi melalui uji kupon singkat agar selaras dengan WPS yang berlaku. Apa Arti E7016 dan E7018? Huruf E menandakan elektroda untuk proses SMAW. Angka 70 menunjukkan kekuatan tarik minimal 70 ksi. Angka 1 menandakan dukungan semua posisi. Dua digit terakhir menjelaskan jenis coating dan karakteristik busur. Pada praktik lapangan implikasinya adalah disiplin terhadap pengendalian hidrogen difusibel, tata cara penyimpanan yang benar, serta prosedur pengeringan ulang ketika diperlukan. Dengan pemahaman kode ini tim dapat menghubungkan spesifikasi kertas dengan realita pengelasan di workshop maupun di lapangan. Coating dan Metal Recovery Karakter E7016 E7016 menggunakan basic coating low hydrogen yang membantu menjaga kolam tetap sempit dan mudah dikendalikan. Karakter ini memudahkan pengendalian bentuk manik saat vertical up dan overhead. Penetrasi yang teratur dan slag yang koheren membantu menghasilkan profil sambungan yang rapi sehingga perbaikan menjadi minimal. Karakter E7018 E7018 memadukan basic coating dengan kandungan iron powder. Kandungan ini meningkatkan metal recovery sehingga deposit per lintasan lebih tinggi. Hasilnya produktivitas meningkat pada posisi datar dan horizontal. Manik cenderung penuh dan penutupan tepi sambungan terlihat rapat. Kondisi ini menguntungkan untuk pekerjaan fabrikasi berulang dengan target waktu yang ketat. Arus, Polaritas, dan Kesesuaian Mesin Rekomendasi Umum Kedua kelas dapat digunakan pada AC maupun DCEP. Stabilitas busur biasanya lebih konsisten pada DCEP selama mesin memiliki OCV yang memadai dan kabel berada pada kondisi baik. Mulailah dari arus terendah yang mampu menstabilkan busur. Naikkan secara bertahap sampai manik terisi tanpa percikan berlebih dan tanpa undercut. Penyetelan Praktis Gunakan diameter yang sesuai ketebalan material. Ø2.6 mm cocok untuk pelat tipis dengan kontrol panas yang ketat. Ø3.2 mm sesuai untuk pekerjaan umum. Ø4.0 mm dan Ø5.0 mm digunakan pada material lebih tebal serta aplikasi multipass. Validasi setelan melalui uji kupon di material sisa sebelum memasuki produksi penuh. Posisi dan Teknik Pengelasan E7016 untuk Posisi Menantang Pada vertical up dan overhead E7016 memberikan kolam yang responsif sehingga pengelolaannya lebih mudah. Stringer pendek dengan panjang busur pendek membantu menjaga panas dan mengurangi risiko porositas. Ritme ayunan yang tenang membantu mempertahankan bentuk manik agar seragam lintas pase. E7018 untuk Produksi Posisi Datar Pada posisi datar dan horizontal E7018 memperlihatkan keunggulan laju deposit. Tampilan manik yang penuh mempersingkat jumlah lintasan untuk mencapai ukuran fillet yang ditargetkan. Travel speed dapat dinaikkan secara bertahap selama kaki fillet tetap tercapai dan tidak terjadi underfill. Ketangguhan, Uji NDT, dan Radiografi Kedua kelas dirancang untuk memenuhi tuntutan kualitas struktural. Keberhasilan uji NDT sangat bergantung pada kebersihan permukaan, parameter yang konsisten, serta pengendalian hidrogen difusibel. Penyimpanan yang baik dan re dry sesuai petunjuk pabrikan membantu menekan risiko retak yang dipicu hidrogen. Dokumentasikan waktu paparan elektroda di lingkungan kerja agar tindakan pencegahan dapat diambil sebelum kualitas menurun. Perbandingan Utama yang Perlu Diperhatikan Kriteria Teknis Perhatikan keberadaan iron powder, metal recovery, kemudahan kontrol kolam, kebutuhan OCV mesin, dan kenyamanan penyalaan ulang. Perhatikan juga tampilan manik yang Anda harapkan serta target produktivitas lini kerja. Dampak Operasional E7016 cenderung memberikan kontrol terbaik di posisi menanjak dan pada sambungan yang membutuhkan disiplin kolam. E7018 memberikan produktivitas tinggi untuk posisi datar dan pekerjaan berulang. Pilih yang paling selaras dengan kebutuhan proyek agar waktu dan biaya lebih efisien. Rekomendasi Berdasarkan Skenario Saat Memprioritaskan Kontrol Pekerjaan dengan dominasi vertical up atau overhead akan lebih terbantu dengan E7016. Kolam yang sempit memberi ruang kendali yang baik sehingga cacat karena aliran kolam yang terlalu cair dapat dihindari. Saat Memprioritaskan Throughput Fabrikasi dengan dominasi posisi datar cenderung lebih cepat selesai dengan E7018. Kandungan iron powder meningkatkan efisiensi per lintasan sehingga target produksi per jam lebih mudah dicapai. Catatan di Luar Perbandingan Low Hydrogen Untuk pekerjaan umum pelat tipis E6013 dapat dipertimbangkan sesuai WPS. Pada lini produk INTIWI rujukan yang relevan adalah LB 26 pada tautan di bagian produk rujukan. Rekomendasi Produk E7016 dan E7018 Setelah memahami perbedaan E7016 vs E7018, saatnya beralih ke rekomendasi produk yang paling sesuai dengan kebutuhan proyek Anda. Kelas E7016 1. Kawat Las Kobelco LB 26 LB 26 berkode AWS A5.1 E7016. Elektroda low hydrogen ini dirancang untuk struktur baja dan pekerjaan kritikal yang membutuhkan kontrol hidrogen yang baik, stabilitas busur yang konsisten, serta hasil manik bersih di berbagai posisi. Kawat las Kobelco LB 26 ini cocok untuk konstruksi, pipa, dan peralatan industri yang menuntut mutu sambungan yang dapat diandalkan. 2. Kawat Las Kobelco LB 52 LB 52 adalah elektroda E7016 yang mengutamakan kontrol kolam dan stabilitas busur pada berbagai posisi. Karakter basic coating membantu mengurangi risiko hidrogen difusibel sehingga sambungan lebih aman terhadap retak. Produk kawat las Kobelco LB 52 ini ideal untuk struktur baja, pekerjaan di posisi menanjak, serta aplikasi yang menuntut konsistensi hasil dan kemudahan mencapai profil manik yang bersih. 3. Kawat Las Kobelco LB 52U KOBELCO LB 52U berkode AWS A5.1 E7016 dan termasuk elektroda low hydrogen untuk baja karbon dan baja kekuatan tarik sampai 490 MPa. Ciri khasnya adalah stabilitas busur sangat baik pada arus relatif rendah sehingga unggul untuk one side welding pipa atau root pass dengan penetrasi terkontrol. LB 52U dirancang untuk menjaga kandungan hidrogen difusibel tetap rendah, memberikan ketahanan retak yang baik serta ketangguhan impak tinggi pada rentang suhu luas, sehingga layak untuk aplikasi suhu rendah selama mengikuti WPS dan prosedur pabrikan Kelas E7018 Kawat Las Kobelco LB 52 18 Kawat las LB 52 18 adalah elektroda AWS A5.1 E7018 bertipe iron powder low hydrogen yang dirancang untuk baja karbon dan baja tarik tinggi kelas 490 MPa. Karakter

Welding Electrode Codes for Cast Iron and Product Recommendations

kode kawat las untuk besi cor

Butuh kode kawat las untuk besi cor? Pelajari ENi CI dan ENiFe CI, tips preheat, polaritas, serta rekomendasi Kobe CI A1 dan Kobe CI A2. Mencari kode kawat las untuk besi cor yang tepat sering terasa rumit karena karakter besi cor yang rapuh dan sensitif panas. Artikel ini memandu Anda memilih kelas AWS yang sesuai, memahami kapan memakai nikel murni atau nikel besi, mengatur arus dan polaritas yang aman, hingga menentukan produk yang relevan seperti Kobe CI A1 dan Kobe CI A2 agar perbaikan blok mesin, housing, dan komponen cor kembali kuat serta siap bekerja. Apa itu Kawat Las untuk Besi Cor? Kawat las untuk besi cor adalah filler yang diformulasikan agar sambungan tetap ulet meski base metalnya rapuh. Besi cor memiliki grafit dan karbon tinggi yang membuat zona HAZ sensitif terhadap retak. Karena itu komposisi filler, kontrol panas, serta teknik pengelasan harus lebih hati hati. Dalam praktik perbaikan blok mesin, housing pompa, gear housing, hingga rangka mesin tua, kawat berbasis nikel menjadi pilihan aman karena mampu menyerap tegangan sisa dan mudah dikerjakan ulang dengan bubut atau gerinda. Fungsi Kawat Las untuk Besi Cor Perannya fokus pada pemulihan fungsi komponen tanpa memicu retak baru. Mengisi cacat seperti pori, keropos, dan retak rambut agar permukaan kembali padat Menambal patahan atau kebocoran pada dinding tipis, misalnya pada water jacket atau cover Build up area aus agar dimensi kembali ke toleransi sebelum proses machining Menyediakan deposit yang dapat dimachining, berikatan baik, dan menahan getaran kerja nyata Tips ringkas Jaga panjang busur pendek Gunakan manik pendek kemudian beri jeda dingin Lakukan peening ringan untuk melepas tegangan Pendinginan perlahan lebih aman dibanding quench Kode Kawat Las untuk Besi Cor Rujukan yang paling umum ialah standar AWS A5.15. Dua kelas yang paling sering dipakai untuk reparasi umum adalah ENi CI dan ENiFe CI. Keduanya sama sama berbasis nikel namun punya karakter berbeda pada keuletan, kekuatan, kemudahan machining, dan kecocokan dengan beban kerja. Pemilihan dipengaruhi oleh jenis besi cor, ketebalan dinding, lokasi retak, serta tuntutan operasi komponen setelah perbaikan. 1. AWS A5.15 ENi-CI ENi CI adalah elektroda nikel murni khusus besi cor kelabu. Karakter depositnya sangat ulet dan paling ramah terhadap perubahan suhu, sehingga risiko retak menyusut lebih rendah. Ini biasanya menjadi opsi pertama untuk komponen berdinding tipis, retak memanjang, atau area yang sulit dikontrol suhunya. Mengapa memilih ENi CI? Ulet dan mampu menyerap tegangan sisa Sangat mudah dimachining untuk finishing presisi Warna deposit relatif dekat dengan besi cor kelabu Praktik kunci Arus rendah dengan manik pendek Setiap manik dibiarkan dingin hingga suhu tangan Peening ringan pada manik segar Pembersihan teliti di jalur sambungan Rekomendasi produk Kawat Las Kobe CI-A1 cocok untuk perbaikan besi cor kelabu yang menuntut kemudahan machining dan risiko retak rendah. Gunakan diameter dan arus sesuai data pabrikan serta pertahankan interpass rendah agar struktur tetap stabil. 2. AWS A5.15 ENiFe-CI ENiFe CI adalah elektroda nikel besi yang menawarkan kekuatan lebih tinggi dibanding ENi CI dengan tetap menjaga kemudahan machining. Kelas ini dipilih ketika komponen memikul beban mekanis nyata atau mengalami getaran berulang, misalnya lug pengikat, tumpuan bearing, atau housing yang sering dilepas pasang. Mengapa memilih ENiFe CI? Kekuatan tarik lebih tinggi untuk beban kerja berat Cukup ulet sehingga tidak mudah retak saat siklus panas dingin Penampilan deposit mendekati besi cor sehingga lebih estetik Praktik kunci Manik pendek dengan kontrol panas ketat Transisi manik halus agar tegangan terdistribusi merata Pendinginan perlahan setelah pengelasan Rekomendasi produk Kawat Las Kobe CI-A2 ideal untuk reparasi struktural besi cor yang membutuhkan kombinasi kekuatan dan kemudahan pengerjaan ulang. Sesuaikan parameter arus dan polaritas mengikuti tabel pabrikan. Cara Memilih Kawat Las untuk Besi Cor yang Tepat Langkah sederhana yang bisa diikuti Identifikasi jenis besi cor. Untuk besi cor kelabu umum, mulai dari ENi CI. Untuk area yang memikul beban, pertimbangkan ENiFe CI. Nilai ketebalan dan akses. Dinding tipis butuh arus rendah, manik pendek, dan jeda dingin yang cukup. Tentukan prioritas pasca las. Jika prioritas utama adalah kemudahan bubut dan finishing halus, pilih ENi CI. Jika prioritas ketahanan beban, pilih ENiFe CI. Rencanakan kontrol panas. Preheat ringan sampai sedang membantu menekan gradien suhu. Jaga interpass rendah dan akhiri dengan pendinginan perlahan. Siapkan permukaan. Bersihkan cat, oli, grafit lepas, dan kontaminan. Buat alur V lembut agar penetrasi terkontrol. Uji pada sisa material. Cek stabilitas busur, panjang busur, dan respons pendinginan sebelum masuk ke area kritis. Checklist cepat Tujuan perbaikan jelas Kelas kawat sesuai beban operasi Parameter arus dan diameter sesuai rekomendasi pabrikan Prosedur pembersihan dan pendinginan sudah direncanakan Kesimpulan Perbaikan besi cor menuntut kawat las yang ulet, mudah dimachining, dan kompatibel dengan struktur grafit. ENi CI memberi keamanan tertinggi pada kasus umum terutama dinding tipis, sedangkan ENiFe CI menawarkan keseimbangan ulet dan kuat untuk komponen yang menanggung beban. Untuk implementasi praktis, Kobe CI A1 direkomendasikan pada skenario perbaikan umum besi cor kelabu, sedangkan Kobe CI A2 tepat untuk area yang memerlukan kekuatan lebih. Dengan pemilihan kelas yang tepat, kontrol panas yang cermat, serta disiplin pada manik pendek dan pendinginan perlahan, hasil perbaikan menjadi andal serta siap kembali bekerja.

Welding Electrode Sizes for Thick Iron: Diameters and Recommendations

Ukuran kawat las untuk besi tebal

Ukuran kawat las untuk besi tebal lengkap dengan tabel diameter arus awal preheat serta rekomendasi LB 52 18 LB 52 LB 52U dan LB 26. Besi dikatakan tebal saat ketebalan mulai dari 6 sampai 8 mm ke atas. Pada rentang ini tantangan utama adalah memastikan penetrasi cukup tanpa memicu distorsi berlebih. Aturan cepat yang sering dipakai adalah diameter 3.2 mm sampai 4.0 mm untuk pelat tebal, 2.5 mm sampai 2.6 mm untuk pelat sedang, dan 1.6 mm sampai 2.0 mm untuk pelat tipis. Namun keputusan akhir tetap melihat proses, posisi, desain sambungan, dan target kekuatan sambungan. Artikel ini memandu Anda memilih ukuran kawat atau elektroda yang tepat sekaligus memberi rujukan produk Intan Pertiwi Industri yang relevan untuk struktur. Apa Itu Kawat Las? Kawat las adalah bahan tambah yang dipadukan ke logam dasar saat proses pengelasan untuk membentuk sambungan yang kuat dan tahan beban. Pada proses SMAW kawat las disebut elektroda karena dilapisi flux yang melindungi kolam las dari kontaminasi. Fungsi utamanya adalah mengisi celah sambungan, membantu transfer logam, melindungi kolam dari oksidasi, dan memengaruhi sifat mekanik hasil las. Cara Memilih Ukuran Kawat Las untuk Besi Tebal 1. Ketebalan dan jenis sambungan Butt joint dengan bevel V atau U butuh kontrol akar dan jumlah pass yang cukup. Fillet pada konstruksi tebal biasanya mengutamakan volume deposit. Akses satu sisi mendorong strategi bevel dan urutan pengelasan yang berbeda dibanding akses dua sisi. Faktor ini langsung memengaruhi pilihan diameter dan jumlah pass. 2. Proses pengelasan SMAW cocok untuk pekerjaan struktur yang menuntut fleksibilitas posisi dan kontrol hidrogen. MIG cocok untuk produksi dengan kecepatan pengisian tinggi di tebal menengah. FCAW memberi deposit rate tinggi dan toleransi pada celah atau permukaan yang kurang ideal. SAW menjadi pilihan saat pelat sangat tebal dengan jahitan panjang yang menuntut produktivitas maksimum. 3. Posisi dan akses Posisi flat memberi keleluasaan memakai diameter lebih besar. Posisi vertical up menuntut kontrol kolam yang ketat sehingga diameter sering diturunkan agar manik tidak runtuh. Akses sempit atau sudut sulit juga membuat diameter sedang lebih praktis daripada diameter besar. 4. Sumber daya dan produktivitas Ketersediaan mesin, duty cycle, dan target throughput sangat menentukan. Untuk produksi tinggi pada pelat tebal, FCAW dan SAW biasanya unggul karena laju isi logam yang lebih besar. Bila peralatan terbatas atau pekerjaan banyak terjadi di lapangan, SMAW tetap relevan karena mobilitas dan kemudahan setel. 5. Kualitas dan lingkungan Kelembapan, angin, serta kebersihan groove memengaruhi porositas dan risiko retak. Pada struktur kritis utamakan elektroda low hydrogen, atur preheat dan interpass sesuai nilai carbon equivalent, dan siapkan rencana NDT agar mutu terverifikasi. Ukuran Kawat Las untuk Besi Tebal Untuk SMAW pada pelat tebal, mulai dari ketebalan material lalu pilih elektroda low hydrogen kelas E7016 atau E7018. Diameter 3.2 mm sampai 4.0 mm adalah rentang paling umum. Sesuaikan arus secara bertahap sampai busur stabil, manik rapi, dan penetrasi tercapai. Lakukan uji kupon sebelum produksi agar setelan benar benar pas. Ketebalan material Ø elektroda yang disarankan Kelas elektroda Arus Ampere 6 sampai 10 mm 3.2 mm E7016 atau E7018 90 A sampai 120 A 10 sampai 16 mm 3.2 mm sampai 4.0 mm E7016 atau E7018 110 A sampai 150 A 16 sampai 20 mm 4.0 mm E7016 atau E7018 130 A sampai 170 A Lebih dari 20 mm 4.0 mm multi pass E7016 atau E7018 140 A sampai 170 A lalu sesuaikan Rekomendasi per Proses SMAW untuk besi tebal Diameter yang lazim untuk pelat tebal adalah 3.2 mm sampai 4.0 mm. Untuk pelat sedang 2.6 mm sampai 3.2 mm masih efektif. Pada struktur, gunakan elektroda low hydrogen kelas E7016 atau E7018 agar risiko retak hidrogen lebih terkendali. Titik awal arus yang realistis untuk Ø3.2 mm adalah 90 sampai 120 A. Untuk Ø4.0 mm adalah 130 sampai 170 A. Lakukan penyetelan bertahap sampai busur stabil dan manik konsisten. Rekomendasi produk INTIWI KOBELCO LB-52-18 E7018 untuk struktur tebal yang memerlukan ketangguhan dan kontrol hidrogen. KOBELCO LB-52 E7016 untuk all position pada banyak aplikasi fabrikasi struktur. KOBELCO LB-52U E7016 sebagai varian all position untuk produktivitas fabrikasi. Catatan khusus pipa Untuk root atau open root pipa tertentu, elektroda selulosa kerap dipilih karena penetrasi tajam dan slag yang cocok untuk pengangkatan akar. Letakkan opsi ini sebagai alternatif sesuai prosedur proyek. KOBELCO 6010 E6010 KOBELCO 7010S E7010 MIG atau MAG untuk produksi Diameter 1.0 mm sampai 1.2 mm umum dipakai pada pelat 6 sampai 20 mm. Mode transfer bisa short circuit, globular, atau spray tergantung gas pelindung, tebal, dan konfigurasi mesin. Untuk ketebalan lebih dari 12 sampai 16 mm siapkan bevel dan multi pass. Saat volume kerja tinggi, pertimbangkan perpindahan ke FCAW atau SAW agar waktu fabrikasi lebih efisien. FCAW untuk penetrasi dan laju isi tinggi Diameter 1.2 mm sampai 1.6 mm lazim untuk pelat 10 sampai 40 mm. Kelas E71T 1C atau E71T 1M sering dipilih karena all position dengan penampilan manik yang bersih. FCAW unggul untuk celah yang agak lebar dan pekerjaan produksi tebal. Jika proyek Anda menuntut kecepatan, FCAW memberi keseimbangan antara kontrol kolam dan produktivitas. Preheat, Interpass, dan Kontrol Distorsi Preheat dibutuhkan saat ketebalan tinggi, carbon equivalent tinggi, atau suhu lingkungan rendah. Tujuannya menekan pendinginan cepat yang memicu retak hidrogen. Jaga suhu interpass agar tidak terlalu tinggi supaya sifat mekanik tidak menurun. Terapkan teknik back step, skip welding, dan gunakan clamp atau fixture yang memadai agar distorsi terkendali. Kebersihan bevel penting. Hilangkan karat, cat, dan minyak pada jalur sambungan agar porositas tidak muncul. Panduan Setelan Awal Gunakan daftar acuan berikut untuk memulai. Angka ini bukan standar baku. Selalu sesuaikan dengan pabrikan dan hasil uji di lapangan. SMAW Ø2.6 mm. 60 A sampai 90 A Ø3.2 mm. 90 A sampai 120 A Ø4.0 mm. 130 A sampai 170 A MIG pada baja karbon Ø1.0 mm. short atau spray tergantung gas. awali 18 V sampai 24 V dan sesuaikan kecepatan kawat 6 sampai 10 m per menit Ø1.2 mm. awali 20 V sampai 26 V dan sesuaikan kecepatan kawat 7 sampai 12 m per menit FCAW Ø1.2 mm. awali 22 V sampai 28 V dengan arus 160 A sampai 260 A Ø1.4 mm. awali 24 V sampai

Welding Electrode for Galvanized Hollow Iron: Electrode Choices and Diameters

Kawat las untuk besi hollow galvanis

Sebelum memilih kawat las untuk besi hollow galvanis, pahami dulu dasar pemilihan berdasarkan jenis material, ketebalan, posisi pengelasan, dan kebutuhan aplikasinya. Gunakan panduan kawat las berdasarkan material sebagai referensi awal, lalu kita bahas pilihan kawat las yang lebih aman untuk galvanis, termasuk tips agar hasil las tetap rapi dan minim cacat. Atur teknik tack lalu stitch dan beri jeda pendinginan supaya panas tidak menumpuk. Dengan kombinasi yang tepat antara pemilihan kawat, parameter yang presisi, dan persiapan permukaan, hasil las tampil bersih serta proteksi korosi tetap terjaga. Memahami Hollow Galvanis dan Dampak Panas Lapisan seng pada hollow galvanis berfungsi sebagai pengorbanan anodik yang melindungi baja dasar dari karat. Saat terkena panas las, seng dapat menguap dan menimbulkan asap yang berpotensi mengiritasi saluran pernapasan. Lapisan yang hilang di zona las juga mengurangi ketahanan korosi jika tidak dipulihkan. Selain itu, dinding tipis membuat logam mudah kehilangan bentuk akibat pemuaian tidak merata. Kontrol input panas menjadi kunci. Semakin tipis material, semakin kecil diameter kawat atau elektroda las yang diperlukan dan semakin rendah arus yang dipakai. Tujuannya sederhana. Busur tetap menyala stabil, kolam las terkendali, dan panas tidak menumpuk. Pilihan Proses dan Kapan Dipakai Memilih proses yang sesuai membantu menyeimbangkan kemudahan kerja, kecepatan, serta kualitas hasil. SMAW StickCocok untuk bengkel dan lapangan karena peralatannya sederhana serta mudah dibawa. Ketersediaan elektroda tinggi dan biayanya relatif terjangkau. Untuk hollow tipis, E6013 menjadi andalan karena busurnya lembut dan slag mudah lepas. MIG Solid ER70S 6Dipilih ketika produktivitas dan tampilan manik menjadi prioritas. Pada mode short circuit, parameter dapat disetel rendah sehingga ramah untuk pelat tipis. Kombinasi gas pelindung yang tepat membantu kolam lebih tenang dan percikan lebih rendah. MIG Brazing CuSi 3Direkomendasikan untuk panel atau bagian sangat sensitif terhadap panas. Suhu kerja lebih rendah sehingga lapisan seng lebih terjaga. Hasil sambungan halus dan distorsi lebih kecil, sangat berguna untuk pekerjaan presisi atau finishing yang menonjol. Diameter dan Setelan Arus yang Direkomendasikan Tujuannya adalah menyalakan busur secara konsisten sambil menekan input panas. Parameter berikut adalah titik awal yang aman dan perlu disesuaikan di lapangan sesuai ketebalan material, posisi, dan mesin yang digunakan. SMAW E6013 dan E6019Diameter 2,0 / 2,6 / 3,2 mm. Mulailah dari arus serendah mungkin yang tetap menyalakan busur stabil. Sesuaikan dengan kecepatan gerak lebih tinggi untuk menekan penumpukan panas. MIG ER70S 6Diameter 0,8–1,0 mm. Tegangan 16–18 V pada mode short circuit. Kecepatan kawat 3–5 m/menit. Jaga stick-out pendek agar kontrol panas optimal. MIG CuSi 3Tegangan 14–17 V dengan wire feed rendah sampai sedang. Fokus pada input panas minimal untuk menjaga lapisan seng lebih utuh. Tabel ringkas tebal pelat, diameter, dan setelan awal Tebal pelat hollow Proses Kawat atau elektroda Diameter yang disarankan Setelan awal yang aman 1,2–1,6 mm SMAW E6013 2,0–2,6 mm Arus rendah sesuai diameter, gerak cepat, panjang busur pendek 2,0 mm SMAW E6013 atau E6019 2,6 mm Arus rendah–sedang, stitch dan skip 1,2–1,6 mm MIG ER70S-6 0,8 mm 16–18 V, 3–5 m/menit, stick-out pendek 2,0 mm MIG ER70S-6 1,0 mm Tegangan dan kecepatan kawat disesuaikan perlahan sampai kolam stabil Panel sangat sensitif MIG Brazing CuSi-3 0,8–1,0 mm 14–17 V, wire feed rendah–sedang, fokus pada panas minimal Catatan. Nilai pada tabel merupakan titik awal yang umum dipakai. Selalu lakukan uji cuplikan pada sisa potongan material untuk memvalidasi tampilan manik dan penetrasi sebelum produksi. Persiapan Permukaan dan Keselamatan Kualitas sambungan sangat bergantung pada kebersihan zona las. Lakukan langkah berikut agar kolam bebas kontaminasi dan risiko kesehatan terkendali. Bersihkan hanya di zona las sampai logam bersih. Hilangkan cat, minyak, dan debu. Penggerindaan ringan atau scraping pada lebar yang cukup untuk membentuk fusi yang baik. Pastikan ventilasi memadai. Asap zinc dapat mengiritasi saluran pernapasan. Gunakan respirator yang sesuai jika ventilasi alami tidak cukup. Gunakan alat pelindung diri berupa sarung tangan, kacamata, pelindung wajah, pakaian kerja yang menutup kulit, serta pelindung pendengaran bila diperlukan. Setelah pengelasan selesai dan logam dingin, aplikasikan cat semprot cold galvanizing pada zona yang kehilangan lapisan seng agar ketahanan korosi kembali mendekati kondisi semula. Teknik Pengelasan Anti Bolong Strategi pengendalian panas lebih berarti daripada sekadar mengejar angka arus yang rendah. Terapkan teknik berikut agar dinding tipis tetap aman dan hasil tampak bersih. Tack kemudian stitch dan skipBuat tack sebagai pengikat sementara untuk menjaga celah tetap konsisten. Lanjutkan stitch pendek. Beri jeda. Pindah ke bagian lain sehingga panas tersebar merata. Panjang busur pendek untuk SMAWBusur yang terlalu panjang meningkatkan panas dan percikan. Pertahankan jarak yang pendek agar kolam tetap kecil dan terkendali. Gerak kecil dan stabilHindari ayunan yang lebar. Gerak kecil menjaga kolam tidak melebar sehingga tepi tidak meleleh berlebihan. Kontrol kecepatan kawat dan tegangan pada MIGNaikkan kecepatan kawat sedikit demi sedikit sampai pengisian terasa stabil tanpa membuat kolam membengkak. Jika percikan meningkat, evaluasi tegangan dan stick out. Pendinginan antar lintasanBeri jeda singkat agar panas menyebar. Cara ini efektif menekan distorsi dan memperbaiki tampilan manik pada pelat tipis. Studi Kasus Singkat Kanopi atau railing 1,2–1,6 mmE6013 diameter 2,0–2,6 mm pada arus rendah dengan teknik stitch. Jaga kecepatan gerak agar kolam tidak menumpuk. Perbaikan titik kecil pada sambungan retakRB-26 diameter 2,6 mm dengan tack bertahap. Lakukan uji singkat pada potongan serupa untuk memastikan fusi dan tampilan sebelum menyentuh komponen utama. Panel sangat sensitif pada tampilan dan distorsiMIG brazing CuSi-3 untuk menjaga lapisan seng lebih utuh. Tegangan rendah dan wire feed disesuaikan hingga kolam halus. Hasil akhir umumnya butuh finishing ringan. Perbandingan Biaya dan Kualitas SMAW menawarkan fleksibilitas tinggi dan investasi alat yang lebih ringan. Elektroda mudah dicari sehingga cocok untuk bengkel kecil dan pekerjaan lapangan. Waktu setel relatif cepat, tetapi laju deposit bisa kalah cepat dibanding MIG pada volume kerja besar. MIG solid memberikan produktivitas yang unggul, tampilan manik rapi, dan percikan rendah. Kelemahannya ialah kebutuhan gas pelindung dan perawatan peralatan yang lebih telaten. Untuk pekerjaan rutin dengan volume tinggi, kombinasi MIG dan prosedur pembersihan yang disiplin sering menghasilkan biaya total yang kompetitif. MIG brazing CuSi 3 hadir sebagai solusi ketika kualitas visual dan minim distorsi menjadi target utama. Biaya kawat bisa lebih tinggi, namun penghematan waktu rework finishing sering menutup perbedaan tersebut. Pilihan terbaik bergantung pada volume, target tampilan, ketersediaan gas, dan keterampilan operator. Untuk

E6013 Electrode: Function, Specifications, Ampere, and Usage

Elektroda E6013

Sebelum membahas elektroda E6013 dan aplikasinya untuk pekerjaan umum, pahami dulu dasar pemilihan kawat las berdasarkan material, ketebalan, posisi pengelasan, dan standar proyek. Gunakan panduan memilih kawat las sebagai acuan awal, lalu kita ulas karakter E6013, keunggulan, serta kondisi kerja yang paling cocok agar hasil las rapi dan stabil. Banyak teknisi memilih tipe ini karena busur mudah dinyalakan, manik las rapi, serta slag yang relatif mudah dibersihkan. Artikel ini disusun untuk pembaca yang ingin memahami E6013 dari dasar sampai praktik lapangan. Anda akan menemukan arti kode, standar dan spesifikasi, tabel diameter dan ampere, teknik pengelasan untuk berbagai posisi, kelebihan serta batasan, hingga pemecahan masalah yang paling sering muncul. Seluruh bagian ditulis dengan pendekatan people first agar informasi langsung bisa dipakai di tempat kerja. Apa Itu Elektroda E6013? Elektroda E6013 adalah elektroda berlapis fluks berbasis rutile untuk proses pengelasan busur listrik manual atau SMAW. Fluks rutile membantu menstabilkan busur, menghasilkan manik halus, dan memudahkan pembersihan slag. Karakter ini ideal untuk sambungan pelat tipis sampai sedang, pekerjaan umum di bengkel, serta aplikasi yang menuntut penampilan manik yang bersih. Arti Kode E6013 Secara Ringkas Kode E menandakan elektroda untuk las busur. Angka 60 menunjukkan kekuatan tarik minimum logam las sekitar 60.000 psi. Angka 1 menunjukkan dapat dipakai pada semua posisi. Angka 3 merujuk pada karakteristik fluks dan arus yang kompatibel yang secara praktis berarti busur relatif lembut, penyalaan mudah, dan slag cukup mudah dilepas. Kapan Memilih E6013 Dibanding Jenis Lain? Pilih E6013 ketika pekerjaan menekankan tampilan manik yang rapi, pelat tipis sampai sedang, serta kebutuhan penyalaan dan penyalaan ulang yang mudah. Untuk struktur tebal yang menuntut ketangguhan tinggi dan kontrol hidrogen terlarut yang ketat, biasanya teknisi mempertimbangkan kelas low hydrogen seperti E7016 atau E7018. Untuk penetrasi lebih dalam pada fabrikasi berat, kelas lain dapat lebih sesuai. Namun untuk pekerjaan serba guna di bengkel dan perawatan harian, E6013 sering memberi keseimbangan terbaik antara kemudahan, produktivitas, dan hasil visual. Spesifikasi dan Standar Teknis Bagian ini membantu Anda memastikan kesesuaian dengan standar yang lazim dipakai di industri dan lembaga pendidikan. Klasifikasi Standar E6013 masuk dalam standar klasifikasi las baja karbon yang umum dikenal di berbagai acuan. Di pasar, produk akan mencantumkan kelas E6013 pada kemasan, lembar data, dan sertifikat mutu. Selalu periksa dokumen pabrikan untuk memastikan kesesuaian terhadap standar uji dan mutu yang berlaku di wilayah Anda. Komposisi Fluks Rutile dan Dampaknya Lapisan fluks berbasis rutile memberikan busur yang halus dengan percikan relatif rendah. Gas pelindung yang terbentuk selama pengelasan membantu menutupi kolam las agar tidak terkontaminasi udara sekitar. Setelah pendinginan, slag menutup manik dan kemudian dapat dikupas atau disikat. Kombinasi ini menghasilkan tampilan permukaan yang bersih dan memudahkan pengamatan cacat visual. Posisi Las dan Polaritas yang Didukung E6013 dapat dipakai pada semua posisi termasuk datar, horizontal, vertikal, dan overhead. Untuk polaritas, E6013 umumnya kompatibel dengan arus bolak balik serta arus searah. Banyak pabrikan merekomendasikan arus searah dengan elektroda positif untuk kestabilan busur yang baik. Namun beberapa pekerjaan mendapatkan hasil memadai pada arus searah dengan elektroda negatif terutama pada pelat tipis. Uji singkat pada potongan sisa membantu menentukan kombinasi paling stabil untuk mesin dan sambungan Anda. Tabel Diameter dan Ampere Rekomendasi Pemilihan diameter dan arus memengaruhi penetrasi, lebar manik, dan risiko cacat. Gunakan tabel berikut sebagai titik awal kemudian lakukan uji singkat untuk penyetelan halus. Diameter elektroda Rentang arus Ketebalan pelat 2,0 mm 40 sampai 70 A pelat sangat tipis sampai tipis 2,6 mm 60 sampai 90 A pelat tipis sampai sedang 3,2 mm 80 sampai 120 A pelat sedang 4,0 mm 110 sampai 160 A pelat sedang cenderung tebal Catatan penting. Mesin las rumahan dengan daya kecil masih bisa menjalankan E6013 ukuran kecil. Jika pemutus arus mudah trip, turunkan ampere dan pendekkan busur, lalu atur sudut dorong yang stabil. Apabila manik tampak tinggi dan kurang menyatu, sedikit naikkan arus dan perpendek jarak busur. Jika Anda sering mengelas material ringan, simak panduan ukuran kawat las untuk besi tipis agar pemilihan diameter (termasuk saat memakai E6013) lebih aman dan hasilnya rapi. Contoh Setting untuk Pelat 2 sampai 12 mm Untuk pelat 2 sampai 3 mm gunakan diameter 2,0 atau 2,6 mm dengan arus di kisaran bawah agar tidak menembus berlebih. Untuk pelat 4 sampai 6 mm diameter 3,2 mm dengan arus menengah biasanya memberi keseimbangan penetrasi dan tampilan manik. Untuk pelat 8 sampai 12 mm diameter 4,0 mm pada arus menengah ke atas dapat digunakan, tetapi pertimbangkan persiapan kampuh dan beberapa lintasan agar fusi memadai. Teknik Pengelasan dengan E6013 Teknik yang baik membuat E6013 menunjukkan keunggulannya. Bagian ini merangkum praktik yang mudah diterapkan. Persiapan Permukaan dan Kampuh Bersihkan minyak, karat tebal, cat, serta kotoran dari area pengelasan. Untuk pelat yang lebih tebal, buat kampuh dengan sudut yang memadai agar penetrasi dan fusi tercapai. Sisakan root gap seperlunya dan pastikan penjepitan yang stabil agar distorsi terkendali. Sudut Elektroda, Kecepatan Gerak, dan Jarak Busur Pegang elektroda dengan sudut dorong sekitar 10 sampai 15 derajat dari garis sambungan. Jaga jarak busur pendek agar manik tidak melebar tanpa kendali. Kecepatan gerak harus cukup stabil sehingga lebar manik tetap konsisten dan tidak terjadi penumpukan slag di depan kolam. Vertical Up dan Vertical Down Pada vertical up, gunakan pola kecil berbentuk tenun pendek agar kolam terdukung dan tidak mengalir turun. Jaga jeda sejenak di tepi untuk memastikan fusi sisi kanan dan kiri. Pada vertical down untuk pelat tipis, pertahankan busur sangat pendek dan kecepatan lebih tinggi agar panas tidak berlebihan. Pilih mode yang sesuai tujuan. Vertical up cenderung memberi penetrasi dan kekuatan sisi lebih merata. Vertical down lebih cepat untuk pelat tipis dengan kontrol panas yang baik. Finishing Manik dan Pembersihan Slag Setelah 1 lintasan selesai, biarkan pendinginan singkat kemudian lepaskan slag dengan palu slag dan sikat baja. Jika akan menumpuk lintasan, pastikan permukaan benar benar bersih agar tidak terjebak inklusi. Untuk penampilan akhir yang halus, lakukan lintasan penutup dengan arus sedikit lebih rendah dan gerak lebih rapi. Kelebihan dan Keterbatasan E6013 Memahami sifat dasar membantu Anda memilih dan menyetel parameter dengan tepat. Kelebihan Utama Penyalaan busur mudah bahkan pada mesin kecil. Restart elektroda tidak rewel sehingga pekerjaan spot dan sambungan pendek

ISO certificate

ISO 9001:2015

ISO 14001:2015

© 2026, PT. Intan Pertiwi Industri | Semua Hak Cipta Dilindungi.

Social Sticky