Home / Event / Analisis Performa KOBE-7010S untuk Pengelasan Pipa Baja Karbon

Analisis Performa KOBE-7010S untuk Pengelasan Pipa Baja Karbon

Dalam dunia konstruksi pipa dan struktur baja berat, pengelasan posisi vertikal ke bawah (vertical down welding) telah lama menjadi metode yang diandalkan untuk mencapai efisiensi waktu dan produktivitas tinggi. 

Metode ini memanfaatkan gaya gravitasi untuk mempercepat proses pengendapan logam las, namun sekaligus menuntut karakteristik elektroda yang sangat spesifik. 

Kawat las KOBE-7010S muncul sebagai solusi inovatif yang dirancang khusus untuk memenuhi tantangan ini. 

Sebagai elektroda las tipe selulosa dengan klasifikasi AWS E7010, produk ini tidak hanya mengoptimalkan proses pengelasan downhill, tetapi juga menjamin kualitas mekanis dan metalurgi yang unggul. 

Inovasi pada KOBE-7010S tercermin dalam komposisi kimia yang terkontrol ketat, rentang parameter operasional yang luas, serta kinerja mekanis yang konsisten melebihi standar industri.

Elektroda selulosa seperti seri E7010 memiliki sejarah panjang dalam pengelasan pipa, terutama karena kemampuannya menghasilkan penetrasi dalam dan slag yang mudah dilepas. 

Selubung dengan kandungan selulosa tinggi (biasanya >30%) terdekomposisi dalam busur las, menghasilkan gas perisai yang terutama terdiri dari CO2 dan H2. 

Atmosfer yang agak mengoksidasi ini menghasilkan busur yang sangat energetik, cocok untuk pengelasan akar (root pass) dan pengelasan posisi vertikal. 

Namun, tantangan utama yang melekat pada elektroda selulosa tradisional adalah risiko retak yang diinduksi hidrogen / hydrogen-induced cracking (HIC) akibat kandungan hidrogen diffusible yang tinggi dari dekomposisi selubung.

Selain itu, mencapai ketangguhan dampak yang memadai pada suhu rendah dengan syarat kritis untuk pipa di lingkungan Arktik atau lepas pantai dan sering kali sulit dicapai tanpa kompromi pada kekuatan atau keuletan. 

Unsur paduan mikro seperti Ce, Mg, Ti, V, N, dan B terbukti meningkatkan ketangguhan impak coarse-grained heat-affected zone (CGHAZ) pada baja HSLA di bawah kondisi pengelasan dengan heat input tinggi melalui mekanisme pembentukan acicular ferrite intragranular dan penghambatan pertumbuhan butir austenit, sementara Al dan Nb justru berdampak negatif terhadap ketangguhan CGHAZ (Chen et al., 2025). 

Mereka menekankan bahwa optimasi bukan hanya tentang menambah elemen tertentu, tetapi tentang menciptakan sinergi yang tepat untuk mengendalikan transformasi fasa dan pembentukan inklusi yang berfungsi sebagai tempat inti acicular ferrite.

Komposisi Kimia KOBE-7010S

Chemistry ValueTypicalGuaranty*
C0.140.2
Si0.10.6
Mn1.011.2
P0.010.03
S0.010.035
Ni0.011.0
Cr0.020.3
Mo< 0.010.5
V< 0.010.1

Notes :

(*) single value is maximum

Data komposisi kimia KOBE-7010S mengungkapkan pendekatan metalurgi yang canggih dan presisi. Kandungan karbon (C) yang rendah (tipikal 0.14%, maksimal 0.20%) merupakan keputusan desain kunci. 

Karbon rendah mengurangi kecenderungan pembentukan martensit yang keras dan getas di daerah pengaruh panas (HAZ), sehingga menurunkan sensitivitas terhadap cold cracking sekaligus meningkatkan keuletan. 

Variasi media pendinginan pada pengelasan SMAW baja karbon rendah secara signifikan memengaruhi kekuatan lentur sambungan las, di mana pendinginan oli menghasilkan kekuatan bending tertinggi dibandingkan coolant dan air, serta disertai perubahan struktur mikro pada daerah HAZ dan logam las berupa ferrit, perlit, austenit sisa, dan widmanstätten ferrite (Triawan et al., 2022).

Unsur mangan (Mn) pada level tipikal 1.01% berperan ganda: sebagai deoksidator dan desulfurizer yang kuat, serta sebagai pemadu larut padat untuk meningkatkan kekuatan dan ketangguhan. 

Rasio Mn/S yang sangat tinggi (sekitar 100:1 pada nilai tipikal) efektif mengikat sulfur menjadi inklusi MnS yang relatif tidak berbahaya, sehingga meminimalkan risiko hot cracking. 

Inovasi lain terlihat pada fleksibilitas kandungan nikel (Ni). Meskipun nilai tipikal hanya 0.01%, batas jaminan maksimum mencapai 1.0%, menunjukkan bahwa produk ini dapat diformulasikan ulang untuk aplikasi khusus yang memerlukan ketangguhan ekstrem pada suhu sangat rendah.

Nikel adalah pembentuk austenit yang sangat efektif dan dikenal mampu meningkatkan ketangguhan tanpa membentuk fase getas yang merugikan.

Yang juga patut dicatat adalah kontrol ketat terhadap unsur-unsur yang berpotensi merugikan seperti fosfor (P ≤ 0.03%), sulfur (S ≤ 0.035%), serta unsur paduan rendah seperti kromium (Cr), molibdenum (Mo), dan vanadium (V) yang dibatasi sangat rendah. 

Pembatasan ini secara langsung mengurangi risiko berbagai mekanisme keretakan dan menjamin konsistensi sifat logam las.

Spesifikasi mekanis KOBE-7010S tidak hanya memenuhi, tetapi secara signifikan melampaui persyaratan standar AWS A5.1 untuk klasifikasi E7010. 

Kekuatan tarik (UTS) tipikal 570 MPa (jaminan ≥483 MPa) dan kekuatan hasil (YS) tipikal 470 MPa (jaminan ≥414 MPa) memberikan faktor keamanan yang besar untuk struktur yang menahan tekanan tinggi. 

Namun, yang lebih mengesankan adalah kombinasinya dengan keuletan (elongasi tipikal 30%, jaminan ≥22%) dan ketangguhan dampak yang luar biasa pada suhu -29°C (nilai tipikal 61 J, jaminan ≥27 J). 

Pencapaian elongasi tinggi bersamaan dengan kekuatan tarik tinggi sering kali menjadi trade-off dalam metalurgi las. Tabel parameter operasi KOBE-7010S menunjukkan pemahaman mendalam tentang dinamika pengelasan posisi.

Rentang arus yang diberikan untuk setiap diameter dan posisi cukup luas, misalnya 90–170 Ampere untuk elektroda diameter 4.0 mm pada posisi datar (1G). 

Fleksibilitas ini memberikan ruang bagi welder untuk menyesuaikan panas input (heat input) dengan kondisi spesifik sambungan, ketebalan material, dan preferensi teknik tanpa mengorbankan stabilitas busur atau kemampuan slag removal. 

Inovasi yang lebih spesifik terlihat pada rekomendasi untuk pengelasan 3G vertikal ke bawah (downhill). Untuk posisi ini, rentang arus minimum yang disarankan lebih tinggi (70A untuk Ø3.2mm dan 100A untuk Ø4.0mm) dibandingkan dengan posisi vertikal ke atas (uphill). Hal ini sangat masuk akal secara teknis. 

Dalam pengelasan downhill, logam cair cenderung mengalir ke depan akibat gravitasi. Menggunakan arus yang sedikit lebih tinggi membantu menjaga panjang busur tetap stabil, memastikan penetrasi yang memadai ke dinding sambungan, dan mencegah terjadinya cacat lack of fusion atau overlap karena logam cair yang terlalu cepat membeku.

Meskipun KOBE-7010S merupakan produk yang sangat maju, bidang pengelasan pipa terus berkembang dengan tantangan baru, membuka peluang untuk penelitian dan inovasi lebih lanjut.

Salah satu tantangan abadi dengan elektroda selulosa adalah kandungan hidrogen diffusible. Penelitian masa depan dapat berfokus pada eksplorasi bahan pengganti atau aditif dalam selubung selulosa yang dapat mengurangi generasi hidrogen atomik atau “menjebak” hidrogen dengan lebih efektif dalam mikroestruktur, tanpa mengorbankan karakteristik busur yang energetik. 

Tantangan lain adalah menyesuaikan teknologi elektroda selulosa dengan tren material pipa menuju kekuatan yang lebih tinggi (X80, X100, bahkan X120). 

Diperlukan penelitian untuk memodifikasi komposisi logam inti dan fluks agar kekuatan dan ketangguhan logam las dapat mencocoki atau melampaui sifat dasar pipa kekuatan sangat tinggi tersebut, sambil tetap mempertahankan weldability yang baik dan resistensi cracking. 

Selain itu, dengan meningkatnya otomasi dalam industri, terdapat ruang untuk meneliti kompatibilitas elektroda selulosa seperti KOBE-7010S dengan proses pengelasan otomatis atau robotik. 

Ini mungkin melibatkan modifikasi pada karakteristik elektrik atau konsistensi pembakaran untuk memungkinkan pengendalian parameter yang lebih presisi oleh mesin. 

Terakhir, aspek keberlanjutan menjadi semakin penting. Penelitian tentang pengembangan selubung elektroda dari bahan baku terbarukan atau dengan dampak lingkungan yang lebih rendah, serta strategi daur ulang untuk sisa elektroda dan slag, dapat menjadi bidang inovasi yang signifikan di masa depan.

Conclusion

Kawat las KOBE-7010S merupakan bukti nyata bagaimana inovasi berbasis sains dalam bidang metalurgi dan teknologi pengelasan dapat memberikan solusi konkret untuk tantangan industri yang kompleks. 

Inovasi ini tidak bersifat tunggal, melainkan merupakan serangkaian kemajuan terpadu yang meliputi: 

(1) formulasi komposisi kimia yang presisi dan bersih untuk mengendalikan mikroestruktur dan mencegah cacat, 

(2) pencapaian kinerja mekanis yang seimbang dan superior, khususnya dalam hal kombinasi kekuatan-keuletan-ketangguhan suhu rendah, dan

 (3) optimasi parameter operasi yang memberikan fleksibilitas dan kemudahan penggunaan di lapangan, khususnya untuk teknik pengelasan vertikal ke bawah yang produktif. 

Analisis terhadap spesifikasi produk dan literatur ilmiah terkait dari ResearchGate menunjukkan bahwa keberhasilan produk ini berakar pada pemahaman mendalam tentang hubungan antara proses, struktur, dan sifat (process- structure-property relationship) pada logam las. 

Dampaknya terhadap industri konstruksi pipa adalah substantif, berkontribusi pada percepatan proyek, peningkatan keandalan infrastruktur energi, dan efisiensi biaya keseluruhan. 

Seiring dengan terus berkembangnya persyaratan material dan proses, produk seperti KOBE-7010S juga menyoroti pentingnya penelitian berkelanjutan untuk mengatasi tantangan masa depan, seperti pengelolaan hidrogen, kompatibilitas dengan baja kekuatan sangat tinggi, dan aspek keberlanjutan. 

Dengan demikian, KOBE-7010S tidak hanya merupakan alat produksi, tetapi juga sebuah landasan pengetahuan yang terus berkembang untuk kemajuan teknologi pengelasan.

Daftar Pustaka : 

Chen, J., Shi, Z., Luo, X., Chai, F., Pan, T., Feng, G., & Yang, C. (2025). Micro- Alloying Effects on Microstructure and Weldability of High-Strength Low- Alloy Steel: A Review. In Materials (Vol. 18, Issue 5). Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI). https://doi.org/10.3390/ma18051036 Triawan, L., Thohirin, M., & Apriyanto, A. (2022). Pengaruh Variasi Media Pendingin Pada Material Baja Karbon Rendah Terhadap Kekuatan Pengelasan Posisi 1G.

Rahmadi Indarto

Penulis

Like this post?

Share:fX

Other Articles

ISO certificate

ISO 9001:2015

ISO 14001:2015

© 2026, PT. Intan Pertiwi Industri | Semua Hak Cipta Dilindungi.

Social Sticky